" "

forexchief

Trumpflation Memudar, Indeks Dolar Sentuh Tingkat Terendah Sejak November

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Mar 29, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 29/03/2017 – Dolar AS tergelincir ke posisi terendah dalam empat bulan terhadap sekumpulan mata uang utama pada awal pekan ini karena investor menimbang prospek pengeluaran fiskal AS yang semakin tergerus setelah Presiden AS Donald Trump gagal untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) reformasi perawatan kesehatan.
    [​IMG]
    Ketidakmampuan Trump untuk memenuhi salah satu janji utamanya di kampanye pemilihan presiden tahun lalu menandai kemunduran besar bagi seorang presiden dari Partai Republik yang partainya sendiri mengendalikan Kongres serta mengangkat keraguan tentang apakah ia akan dapat merealisasikan reformasi pajak dan belanja besar di infrastruktur.

    Indeks Dolar AS, yang digunakan untuk mengukur kekuatan mata uang AS, turun 0,5 persen pada hari ini terhadap enam mata uang utama lain. Pada awal perdagangan London indeks ini berada di 99,03 dan kini, saat berita ini disusun, sudah mencapai 98,98, titik terendah sejak tiga hari setelah Trump terpilih pada bulan November, sebelum kembali ke 99,13.

    Jane Foley, pakar strategi mata uang dari Rabobank yang berbasis di London berpendapat saat ini pasar sedang berusaha menentukan apakah faktor reflasi sedang dikalkulasi ke dalam mata uang dolar saat ini.

    Indeks Dolar AS telah naik ke titik tertinggi dalam 14 tahun di dekat 104,00 pada awal Januari ketika harapan untuk stimulus inflasi di bawah kepresidenan Trump sedang berada di puncaknya di kala para investor bertaruh besar pada apa yang disebut perdagangan “Trumpflation”.

    Spekulan meningkatkan pertaruhan bullish pada dolar AS pada minggu hingga Selasa lalu untuk ketiga kalinya, mendorong aksi beli bersih (net long position) tertinggi sejak 31 Januari, demikian menurut data Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada hari Jumat.

    “Meskipun dolar tampaknya telah bergeser turun dari tingkat tertinggi, posisi dolar tetap dekat pada tingkat tertinggi dalam sejarah dan yang menunjukkan bahwa masih mungkin ada begitu banyak berita baik mengenai reflasi di dalam harga,” kata Foley.

    Terhadap yen, dolar jatuh lebih dari satu persen menjadi 110,12, level terlemah sejak 18 November, dan terakhir diperdagangkan sekitar 110,11. Franc Swiss, safe haven lainnya, menyentuh tingkat penguatan terhadap dolar AS dalam empat setengah bulan, di 0,9836.

    “Kita mungkin segera menuju titik terendah pra-pemilu [8 November 2016] ... itu mungkin target yang pantas [untuk dolar],” kata Stephen Gallo, pakar strategi mata uang dari BMO Capital Markets di London.

    Nilai satu euro kini mencapai $1,0874, tertinggi sejak 8 Desember tahun lalu. Sterling, mata uang terburuk terhadap greenback di antara mata uang kelompok G10 di tahun ini, melesat hingga satu pound bernilai $1,2598.

    Sumber berita: ForexSignal88, Reuters
    " "

Share This Page