" "

forexchief

Tensi Geopolitik Belum Reda, Yen Masih Kokoh

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Apr 12, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta 12/04/2017. Pada perdagangan jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS nampaknya masih berusaha memberikan tekanannya terhadap mata uang Asia Pasifik, kecuali terhadap yen dengan pemicu masih tingginya tensi geopolitik.

    USDJPY untuk sementara berada di level 109,47 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 109,59. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7495, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7496. Untuk mata uang China yuan atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,9024 setelah tadi pagi ditutup di level 6,9000.
    [​IMG]
    Yen menunjukkan supremasi penguatannya terhadap dolar AS sebagai upaya aksi safe haven currencies yang muncul setelah melihat ketegangan di Suriah dan di Semenanjung Korea belum menunjukkan tanda-tanda untuk mereda.

    Pola pengaman sejenak terhadap investasi tersebut muncul setelah investor kembali bingung untuk bersikap dalam menentukan langkah investasi dalam jangka waktu yang lebih panjang lagi karena AS terus berusaha menekan Rusia untuk tidak mendukung Presiden Bashar al-Ashad di masa datang.

    Dalam kunjungannya ke Moskow hari ini, Menlu AS Rex Tillerson membawa agenda dari hasil pertemuan tingkat menlu G7, bahwa mereka menginginkan agar Rusia segera keluar dari Suriah demi usaha perdamaian di Timur Tengah. Selain itu AS juga menyarankan kepada China agar merayu Korea Utara untuk tidak memanaskan situasi di wilayah Semenanjung Korea. Bila China tidak mau merayu Korea Utara, maka AS akan bertindak tegas terhadap Korea Utara agar tidak bertindak provokatif di masa depan.

    Penguatan yen juga didukung oleh data inflasi China yang masih tinggi laju inflasinya sehingga ini sebuah pertanda bahwa ekonomi China masih bisa memanas lagi di tahun ini. Selain itu data order atau pesanan mesin di Jepang kali ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan setelah di bulan sebelumnya mengalami pesanan yang minus.

    Data pesanan mesin Jepang ini merupakan pertanda awal yang bagus bagi perekonomian Jepang di kuartal kedua tahun ini, sehingga harapan bagi inflasi dan laju pertumbuhan Jepang perlahan-lahan juga akan nampak.

    Kondisi ini menurut gubernur bank sentral Jepang, Haruhiko Kuroda membawa langkah yang ringan bagi Bank of Japan dalam memainkan strategi kebijakan moneternya di kemudian hari. Kuroda juga mengharapkam penguatan yen juga tidak akan terus berlangsung agar strategi yang ingin dicapai Abenomics tidak mengalami gangguan dan menguras energi neraca bank sentral.

    Kali ini dolar Australia masih negatif perjalanannya, namun sebetulnya sempat menguat tadi pagi setelah harga minyak dunia terus mengalami penguatan harga. Namun hasil suvei sentimen Westpac terhadap ekonomi Australia menunjukkan angka yang minus atau lebih buruk dibanding periode sebelumnya membuat dolar Australia gagal rebound.

    Hasil survei tersebut menyatakan bahwa kebijakan moneter bank sentral Australia sekarang ini kurang cocok dengan level suku bunga yang menurut pebisnis sangat tinggi, disertai pula bahwa permintaan barang ekspor Australia khususnya barang tambang dalam kurun satu tahun terakhir terus menunjukkan tren yang kurang bagus sehingga ini menyulitkan investor baru untuk menanamkan modalnya di Australia.

    Data sentimen bisnis ataupun sentimen konsumen selalu mempengaruhi situasi penananman modal baru atau penggelontoran dana masuk ke suatu negara. Semakin bagus sentimennya maka dana yang masuk akan makin besar sehingga mata uangnya akan menguat secara otomatis.

    Sumber berita: bloomberg, forexfactory, reuters, fxstreet, marketwatch, businesstimes, forexsignal88

    Sumber gambar: quartz
    " "

Share This Page