" "

forexchief

Risalah Pertemuan BOE: Pecah dalam stimulus, mutlak dalam suku bunga

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by MFXACademy, Feb 21, 2013.

Share This Page

  1. MFXACademy

    MFXACademy Member

    Messages:
    365
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Risalah Pertemuan BOE: Pecah dalam stimulus, mutlak dalam suku bunga

    Suara Gubernur Bank Sentral Inggris, Mervyn King, dan dua anggota lain dari Komite Kebijakan Moneter gagal dalam mendorong untuk menambahkan stimulus pada pertemuan kebijakan BoE di Februari, risalah dari pertemuan tersebut, Rabu, mengungkapkan.

    Mervyn King, Paul Fisher dan Miles David, telah lama mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar lagi, kembali memilih untuk meningkatkan besaran program stimulus pembelian obligasi B0E sebesar 25 miliar pound atau setara dengan $33,3 miliar menjadi 400 miliar pound, mengatakan pembelian aset selanjutnya akan membantu perekonomian Inggris berkembang tanpa memicu inflasi.

    Ketiga orang tersebut menyebutkan dengan stimulus tambahan juga akan membantu "menghindari potensi kerusakan kapasitas produktif yang berlangsung dan meningkatkan pengangguran," risaah tersebut mencatat. Namun apa yang diharapkan dari ketiga pejabat tersebut ditolak oleh enam anggota panel penetapan suku bunga lain.

    Dalam risalah tersebut juga menunjukkan bahwa komite pertimbangkan berbagai alat stimulus, termasuk pembelian aset selain obligasi pemerintah Inggris, dan mayoritas menyimpulkan bahwa kebijakan alternatif mentargetkan pada masalah dalam perekonomian, seperti sebagai skema pendanaan untuk pinjaman BOE, yang mungkin memberikan stimulus yang lebih efektif daripada membeli obligasi.
    Seanjutnya:
    Last edited: Feb 21, 2013
    " "
  2. MFXACademy

    MFXACademy Member

    Messages:
    365
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Risalah pertemuan Fed: kekhawatiran pembelian bbligasi semakin mencuat

    Risalah pertemuan Fed: kekhawatiran pembelian obligasi semakin mencuat

    Pejabat Federal Reserve menujukkan rasa kekhawatiran yang semakin tumbuh dengan kebijakan easy-money bank sentral pada pertemuan kebijakan terkini dan beberapa menyarankan Fed mungkin perlu untuk menarik kembali kebijakan tersebut sebelum pasar kerja sepenuhnya kembali normal.

    Risalah pertemuan Fed pada 29-30 Januari dirilis Rabu tersebut menunjukkan bahwa para pejabat ragu terhadap kebijakan ‘mudah-uang’ bank sentral dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar keuangan dan mungkin sulit untuk menarik kembali di masa depan. The Fed berencana untuk mengevaluasi bagaimana program berperan di pertemuan berikutnya pada 19 dan 20 Maret.

    Beberapa pejabat mengatakan bahwa Fed harus siap untuk memvariasikan langkah pembelian aset, tergantung pada bagaimana perekonomian berjalan dan analisisnya atas biaya dan manfaat dari program ini, menurut rilisan terseut.

    Beberapa pejabat Fed menyarankan Fed mungkin perlu untuk mengubah program studi menyatakan untuk melanjutkan program pembelian obligasi sampai pasar kerja membaik "substansial," ambang belum didefinisikan.

    "Sejumlah partisipan menyatakan bahwa evaluasi yang sedang berlangsung tentang kemanjuran, biaya, dan risiko dari pembelian aset juga dapat mengakibatkan Komite untuk mempersempit atau mengakhiri pembelian sebelum diniali bahwa perbaikan substansial dalam prospek pasar tenaga kerja telah terjadi," risalah menyatakan.
    Selanjutnya:

Share This Page