" "

forexchief

Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia

Discussion in 'Lounge Saham Dan Option' started by kiwoom.securities, May 19, 2014.

Share This Page

  1. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 01/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]





    BBMD – RHB Capital membatalkan akuisisi
    RHB Capital Bhd, bank yang berasal dari Malaysia membatalkan rencana akuisisi 40% saham PT Bank Mestika Dharma (BBMD). Pembatalan tersebut dilakukan karena RHB Capital masih belum mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Dengan demikian, RHB Capital tidak daapt memenuhi persyaratan mengenai kesepakatan jual dan beli yang berakhir pada 30 Juni 2014. Sebelumnya, RHB Capital megnajukan penawaran pembelian 40% saham BBMD sebesar US$ 202.87 juta.

    BRMS – Rencana penawaran 29% saham Dairi Prima
    PT Bumi Resources Minerals (BRMS) menawarkan 29% saham anak usahanya, PT Dairi Prima kepada mitra dalam pembangunan smelter seng dan timah hitam, China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction (China NFC). Proyek pertambangan Dairi Prima membutuhkan dana sebesar US$ 400 Juta dari jumlah tersebut, China NFC akan mendanai 85% atau US$ 340 Juta dan sisanya 15% atau US$ 60 Juta akan didanai oleh BRMS. Untuk project financing proyek Dairi, BRMS akan menandatangani utang kepada China NFC dan BRMS berencana melepas 29% saham Dairi Prima kepada China NFC.

    BUMI – RUPSLB tidak kuorum
    RUPSLB PT Bumi Resources (BUMI) dengan agenda persetujuan rights issue yang dijadwalkan berlangsung kemarin, 30 Juni 2014, tidak kuorum karena jumlah pemegang saham yang hadir hanya mencapai sekitar 55% dari jumlah 75% yang diperlukan untuk dimulainya RUPSLB tersebut. BUMI berencana menerbitkan 32.19 miliar lembar saham Seri B dengan harga penawaran Rp 250 per lembar sehingga total dana maksimal yang diraup mencapai Rp 8.04 Triliun. Awalnya BUMI berencana menerbitkan 25.17 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran yang sama, dengan target perolehan dana Rp 6.3 Triliun.

    TIRT – Public expose fiktif
    Manajemen PT Tirta Mahakam Resources (TIRT) mengakui bahwa perseroan tidak pernah menyelenggarakan public expose pada 21 Mei lalu, dan oleh karenanya laporan TIRT kepada otoritas bursa pada 26 Mei tidak benar. Manajemen telah memberhentikan corporate secretary karena merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas terjadinya hal tersebut. Sementara itu RUPSLB menyetujui penjualan aset berupa pabrik di Gresik senilai Rp 90.7 Miliar. Sekitar Rp 30 Miliar dana hasil penjualan asset tersebut akan digunakan untuk pelunasan utang kepada bank DBS. Saat ini TIRT tercatat memiliki utang senilai US$ 27 Juta kepada DBS dengan bunga 5.75% per tahun. Nilai tersebut diharapkan turun menjadi sekitar US$ 20 Juta pada akhir tahun ini.
    " "
  2. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 02/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]




    BCAP – Rencana akuisisi
    PT MNC Kapital Indonesia (BCAP) berencana mengakuisisi tiga perusahaan yang bergerak pada bidang pembiayaan dan bank, diluar akuisisi 25% saham PT Bank ICB Bumiputera (BABP). Kebutuhan dana akuisisi akan berasal dari dana hasil rights issue. Salah satu tujuan akuisisi perusahaan pembiayaan adalah untuk fokus pada pembiayaan di Grup MNC, misalkan untuk leasing dan sewa mobil partai besar. Rencana akuisisi bank akan dijalankan apabila BCAP tidak mendapat persetujuan OJK untuk meningkatkan kepemilikan saham atas BABP menjadi 40%. BCAP telah mendapat persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan 2.62 miliar lembar saham baru (65.6% saham). Dengan harga penawaran Rp 900 per lembar maka target dana perolehan mencapai Rp 2.35 Triliun.

    EXCL – Lelang menara
    PT XL Axiata (EXCL) berencana menjual sebagian menara telekomunikasi milik perseroan melalui proses lelang terbuka pada 2H 2014. EXCL akan menggunakan dana hasil penjualan menara untuk membayar utang perseroan yang jatuh tempo tahun ini. Hingga saat ini EXCL memiliki sekitar 8,000 unit menara. Manajemen EXCL mengugnkapkan pelelangan ini adalah menara milik EXCL dan bukan menara milik Axis yang berjumlah 2,000 unit menara. Pelelangan menara ini masih dalam tahap awal dan telah dibentuk komite lelang. Harga akan tergantung pada valuasi di pasar.

    MEDC – Menggarap tiga sumur di Area 47 Libya
    PT Medco Energi International (MEDC) melalui anak perusahaan, Medco International Venture Limited (MIVL) mengungkapkan telah berhasil mengebor sumur pengembangan di Area 47 Libya. MEDC dan mitranya saat ini mengerjakan pengembangan proyek untuk enam struktur yang telah ditemukan. Pemboran sumur P2 dan pengembangan ini menghasilkan aliran gas sebesar 6.5 juta mmscfd. Sementara itu, MEDC telah berhasil menyelesaikan pemboran sumur A2 dan O2.

    PTBA – Masuk BBJ
    PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) telah tercatat secara resmi pada PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ / Jakarta Futures Exchange - JFX) sehingga dapat menjual produknya secara online melalui mekanisme pasar yang lebih transparan. Dalam tahap awal lelang perdana, PTBA akan menawarkan 75,000 ton produk batu bara. Kontrak tersebut terdiri dari kontrak penjualan 60,000 ton dengan kalori 7,000 kcal/kg (ADB) dan kontrak penjualan 15,000 ton dengan kalori 6,300 kcal/kg (ADB). Lelang online batubara dijadwalkan dibuka pada 21 Agustus untuk pengapalan bulan September dari Pelabuhan Tarahan (Bandar Lampung). Selama ini Indonesia hanya memiliki referensi harga batu bara untuk penyerahan langsung atau satu bulan ke depan dengan mengacu pada Indonesian Coal Index yang dipublikasikan oleh Coalindo Energi, selain Harga Batu Bara Acuan (HBA) dan Harga Pedoman Batubara (HPB) yang dikeluarkan Pemerintah.
  3. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 07/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]



    ABBA – Rencana akuisisi KAM dan WKM
    PT Mahaka Media (ABBA) akan mengakuisisi dua perusahaan senilai Rp 9 Miliar. Perseroan akan mengakuisisi 80% saham PT Kalyanamitra Adhara Mahardhika (KAM) senilai Rp 3.5 Miliar dan juga akan mengakuisisi 45% saham PT Wahana Kalyanamitra Mahardhika (WKM) senilai Rp 5.5 Miliar. Akuisisi tersebut termasuk transaksi terafiliasi. Transaksi akuisisi merupakan salah satu strategi perrseroan untuk memperkuat positioning perseroan pada industri media dengan membuat strategi pemasaran yang terintegrasi bagi pengiklan dan akuisi juga berkaitan dengan strategi perseroan yang akan fokus dalam media konvensional, digital, elektronik dan media luar ruang.

    BUMI – Tata Power divestasi 5% saham KPC
    Tata Power Co, perusahaan energi terbesar di India berencana menjual 5% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada Grup Bakrie dengan nilai transaksi mencapai US$ 250 juta. Divestasi tersebut akan mengurangi kepemilikan saham Tata Power pada KPC menjadi 25% dari saat ini 30%. Adapun 51% saham KPC dikuasai oleh PT Bumi Resources (BUMI) dan sisanya 19% dimiliki oleh China Investment Corporation (CIC). Selain 5% saham KPC, Tata Power akan melepas 30% saham pada perusahaan infrastruktur energi yang terkait KPC. Saham tersebut juga akan dijual kepada Grup Bakrie.

    ERAA – Akuisisi CG Computers
    PT Erajaya Swasembada (ERAA) mengakuisisi CG Computers Sdn Bhd, peritel produk premium Apple yang berbasis di Malaysia. Akuisisi tersebut akan dilakukan oleh anak usaha ERAA, PT Erafone Artha Retailindo. Perjanjian jual beli saham telah ditandatangani pada 27 Juni 2014 dimana ERAA melalui Erafone akan mengakuisisi 600 ribu saham (60% saham) CG Computers. Erafone akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan nilai akuisisi sekitar Rp 51.87 Miliar. ERAA menargetkan transaksi tersebut akan selesai pada 27 Agusturs 2014 dan akuisisi tersebut merupakan tahap awal dari ekspansi perseroan di kawasan ASEAN.

    PTBA – Rencana ekspansi
    PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) tengah mengkaji rencana investasi berupa pembangunan pembangkit listrik di Myanmar dan Vietnam. Masingmasing pembangkit berkapasitas 2x100 MW dengan kebutuhan dana sekitar US$ 300 Juta per pembangkit. Manajemen mengalokasikan dana belanja modal Rp 1.4 Triliun tahun ini yang berasal dari kas internal. Posisi kas PTBA saat ini mencapai Rp 3.5 Triliun. Sementara itu manajemen mengungkapkan rencana akuisisi 15-30% saham Ignite Energy Resources Ltd. (Australia) masih dalam tahap due diligence. Keputusan akuisisi Ignite diperkirakan keluar pada 4Q 2014.
  4. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 08/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]


    LPLI – Penjualan saham MPPA
    PT Star Pasific (LPLI) mengungkapkan menjual sebagian saham PT Matahari Putra Prima (MPPA). Penjualan 10 juta lembar saham pada harga Rp 3,115 dan Rp 3,180 per saham. Aksi jual beli saham MPPA dilakukan pada 1 Juli 2014. Sehingga LPLI meraih dana Rp 31.67 Miliar. Sebelumnya LPLI juga telah menjual 10 juta saham MPPA pada 18 Juni 2014 dengan harga Rp 3,320 dan Rp 3,325 per saham sehingga meraih dana Rp 33.22 Miliar. Secara total nilai transaksi LPLI menacpai Rp 64.9 Miliar. Manajemen LPLI mengungkapkan aksi tersebut merupakan bagian dari investasi perusahaan.

    SSIA – Marketing sales
    PT Surya Semesta Internusa (SSIA) membukukan penurunan marketing sales 1H 2014 60%Yoy menjadi Rp 227 Miliar Vs Rp 573 MIliar pada periode yang sama tahun lalu. SSIA membukukan penjualan lahan selama 1H 2014 sekitar 15.5 Ha lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sekitar 61.7 Ha. Penjualan properti di kawasan industri yang dikelola SSIA melambat dikarenakan sulitnya memperoleh sertifikan pemecahan tanah dan masih adanya klaim kepemilikan tanah dari pihak lain.

    TOTL – Kontrak baru
    PT Total Bangun Persada (TOTL) membukukan kontrak baru sekitar Rp 2 Triliun pada 1H 2014, 40% dari target perolehan kontrak baru tahun ini senilai Rp 5 Triliun. TOTL mengincar Rp 2.6 Triliun dari proyek joint venture (JV) dan Rp 2.4 Triliun yang dikerjakan sendiri. Nilai kontrak baru berasal dari proyek JV dengan Shimizu Co. Ltd. untuk mengerjakan MNC Media Tower (Rp 482 Miliar) dan Menara Astra (Rp 1.1 Triliun) di Jakarta. Tahun ini TOTL mengerjakan proyek senilai Rp 2.4 Triliun yang merupakan carry over tahun lalu.
  5. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 10/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]





    AKRA - Penyelesaian proyek JIIPE tahap Satu
    PT AKR Corporindo (AKRA) akan menyelesaikan penyelesaian proyek Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Pembangunan JIIPE tahap satu JIIPE hampir selesai dan AKRA tinggal menyelesaikan pembangunan pelabuhan yang ditargetkan selesai sebelum 1Q 2015. Pembangunan JIIPE tahap satu membutuhkan dana investasi
    hingga US$ 520 Juta. AKRA sudah mulai menjual lahan industri ke beberapa investor strategis. Tahun ini, AKRA menargetkan dapat menjual 100 Ha lahan industri dengan harga jual US$ 120-US$ 150 per m².

    EXCL – Rencana penjualan menara
    PT XL Axiata (EXCL) dikabarkan berencana menjual sebagian menara telekomunikasi yang dimilikinya untuk mengurangi beban keuangan dan depresiasi, pasca akuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Sebelumnya manajemen EXCL menyatakan berencana menjual 7,000 menara telekomunikasi.

    HEXA – Belanja modal
    PT Hexindo Adiperkasa (HEXA) mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 16 Juta untuk tahun fiscal 2014 (April 2014 hingga Maret 2015) yang berasal dari kas internal. Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk membangun kantor pusat yang baru. Ditengah lesunya penjualan alat berat, HEXA membuka divisi baru seperti trade-in dan used machine. HEXA merupakan distributor alat berat merek Hitachi, John Deere, dan Krupp.

    META – Rencana akuisisi
    PT Nusantara Infrastructure (META) akan menyelesaikan akuisisi dua perusahaan senilai Rp 500 Miliar pada 4Q 2014. Manajemen mengungkapkan akan mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air bersih (water treatment) dan telekomunikasi. Sumber pendanaan akuisisi dua perusahaan bersumber dari pinjaman perbankan.

    SMRA, BSDE, APLN, ASRI – Marketing Sales PT Sumarecon Agung (SMRA) membukukan marketing sales 1H 2014 naik 20%Yoy menjadi Rp 2.4 Triliun Vs Rp 2 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara, PT Bumi Serpong Damai (BSDE) memperkirakan marketing sales 1H 2014 turun 34.3%Yoy menjadi Rp 2.75 Triliun Vs Rp 4.19 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, PT Agung Podomoro Land (APLN) membukukan marketing sales 1H 2014 turun 21.3%Yoy menjadi Rp 2.5 Triliun Vs Rp 3.18 Triliun pada perode yang sama tahun lalu. Dan, PT Alam Sutera (ASRI) membukukan marketing sales 1H 2014 naik 4.1%Yoy menjadi 2.5 Triliun Vs 2.4 Triliun pada periode yang sama tahun lalu.
  6. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 11/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]




    KRAS – Rencana ekspansi
    PT Krakatau Steel (KRAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi baja lembaran panas (hot rolled coil / HRC) dari 2.4 juta ton per tahun saat ini menjadi 3.9 juta ton per tahun pada 2017 dengan membangun pabrik hot strip mill #2 (HSM#2 project). Untuk mendukung investasi tersebut manajemen tengah mencari pendanaan eksternal senilai US$ 400-500 Juta. Saat ini KRAS masih memiliki dana sekitar Rp 928.3 Miliar (sekitar US$ 105.6 Juta) dana hasil IPO pada 2010 lalu.

    MBAP – Idemitsu akuisisi 12% saham
    Idemitsu Kosan Co Ltd, perusahaan energi asal Jepang, membeli 147.27 juta saham (12% saham) PT Mitrabara Adiperdana (MBAP), perusahaan batubara milik Grup Baramulti dan Idemitsu dapat mengeksekusi seluruh option to acquire shares agreement yang telah disepakati pada 3 April 2014 hingga 27.68% saham. Sebelumnya Idemitsu, pada November 20112 telah mengakuisisi 3% saham PT Baramulti Suksessarana (BSSR). Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor batubara ke sejumlah negara di Asia.

    MLPL – Peringkat B+ dari Fitch
    PT Multipolar (MLPL) memperoleh peringkat B+ dari lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings. Peringkat untuk komitmen jangka panjang perseroan dinilai memiliki prospek stabil. Selain itu, peringkat surat utang MLPL senilai US$ 230 juta juga memperoleh peringkat B+. Obligasi tersebut diterbitkan oleh anak usaha perseroan, Pacific Emerald Pte Ltd dan akan jatuh tempo pada 2018. Manajemen Fitch menjelaskan peringkat MLPL mencerminkan arus kas yang baik dari anak usaha perseroan, PT Matahari Putra Prima (MPPA) dan PT Matahari Department Store (LPPF).

    TINS – Menurunkan belanja modal
    PT Timah menurunkan belanja modal tahun ini sebesar 30% menjadi Rp 840 Miliar dari rencana semula senilai Rp 1.2 Triliun. TINS akan lebih memprioritaskan belanja modal untuk peningkatan produksi dan memperbaiki harga jual timah. TINS sedang mengevaluasi rencana investasi tahun ini dan Proyek investasi yang bersifat jangka panjang dan diluar masalah produksi akan dikurangi. Salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan harga timah adalah dengan membatasi penjualan timah dalam negeri dan ekspor. Sementara itu, TINS juga sedang mempersiapkan pembentukan anak usaha baru di sektor properti. Rencananya TINS akan melakukan uji coba dengan mengelola tanah milik TINS di Bekasi seluas 176 Ha.
    Last edited: Jul 11, 2014
  7. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 14/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]




    APLN – Marketing Sales
    PT Agung Podmoro Land (APLN) mencatat marketing sales senilai Rp. 2.47 Triliun selama 1H 2014 turun 22.3% dari 1H2013 Rp. 3.18 Triliun. Nilai marketing sales tersebut hanya mencapai 38% dari target FY2014 senilai Rp. 6.5 Triliun. Perlambatan tersebut dikarenakan oleh Pemilu sehingga perseroan hanya meluncurkan 2 proyek baru yaitu pusat perbelanjaan Harco Glodok dan mixed used Orchard Park Batam.

    COWL – Akuisisi Nusantara Prospekindo Sukses
    PT Cowell Development (COWL) mengakuisisi perusahaan properti, PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS) senilai Rp 503 MIliar. COWL membeli 8,499 lembar saham NPS (84.99% saham) dari Smarthome Properties Limited. Manajemen COWL mengungkapkan akuisisi tersebut menjadikan perseroan memiliki 99.99% saham NPS. Penandatangan transaksi akuisisi dilakukan pada 30 Juni 2014. Akuisisi atas NPS merupakan ekspansi usaha properti secara berkelanjutan dan kebijakan perseroan untuk membangun kawasan superblok.

    MITI – Pembelian 5% saham oleh Interra Resources
    Grup Saratoga melalui Interra Resources Limited membeli saham PT Mitra Investindo (MITI) sebanyak 32.08 juta saham (5% saham) pada tanggal 7 Juli dan 8 Juli lalu. Interra membeli 4 Juta saham pada harga Rp 235 per saham pada tanggal 7 Juli 2014 dan Interra mengakumulasi 28.08 juta saham pada harga Rp 275 per saham pada tanggal 8 Juli 2014. Sehingga, Interra mengeluarkan dana sebesar Rp 8.7 Miliar. Tujuan Interra melakukan pembelian saham adalah untuk investasi.

    SQMI – Akuisisi Surya Global Makmur
    PT Renuka Coalindo (SQMI) melalui anak usahanya, PT Bandargah Mandiangin Internasional mengakuisisi 90% saham PT Surya Global Makmur. Perjanjian jual beli saham tersebut pada 26 Mei 2014 dengan nilai akuisisi tersebut mencapai US$ 50 ribu. Surya Global bergerak di bidang pertambangan batubara dengan izin usaha pertambangan (IUP) diatas lahan seluas 2,600 Ha di Sarolangun, Jambi.

    TBLA – Pembangunan pabrik gula
    PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan membangun pabrik gula senilai US$ 103 juta atau sekitar Rp 1.2 Triliun. Perseroan melalui anak usahanya PT Adikarya Gemilang telah menandatangani perjanjian dengan Sharkara International (FZC) selaku kontraktor utama pembangunan pabrik. Manajemen TBLA mengungkapakan Sakarkara ditunjuk menjadi kontraktor utama untuk pembangunan pabri gula yang berlokasi di Terbanggi, Lampung Tengah dengan nilai kontra senilai US$ 35 Juta. Pabrik tersebut akan dibangun pada akhir
    tahun 2014 dan ditargetkan selesai tahun 2016 dengan kapasitas pengolahan 8,000 ton tebu per hari.
  8. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 15/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]

    CTRP – Rencana ekspansi
    PT Ciputra Property (CTRP) mengalokasikan dana investasi senilai Rp 225 Miliar untuk membangun 5 unit hotel budget tahun ini. Sekitar 60% dana berasal dari pinjaman bank dan sisanya dari kas internal. Hotel budget di Cirebon dan Semarang telah beroperasi sejak 1 Juli lalu, sedangkan hotel di Bandung ditargetkan beroperasi pada Desember 2014. CTRP tengah membangun hotel budget di Yogyakarta yang akan beroperasi pada Februari 2015 sedangkan hotel di Bintaro masih dalam tahap konstruksi. Setiap hotel budget diperkirakan memberi kontribusi sekitar Rp 5-6 Miliar per tahun. Selain bisnis hotel budget, CTRP juga tengah mengembangkan proyek Rosewood Hotel and Villas di Tabanan (Bali) senilai Rp 1.2 Triliun dan Ciputra International di Puri Indah (Jakarta Barat) senilai Rp 5 Triliun. Tahun ini CTRP menargetkan membukukan marketing sales sebesar Rp 1.7 Triliun, 13.3% lebiht inggi dibandingkan pencapaian tahun lalu.

    MDLN – Buyback obligasi global
    PT Modernland Realty (MDLN) berencana membeli kembali obligasi global sebesar US$ 150 juta yang akan jatuh tempo pada 2016 dan Perseroan akan menerbitkan obligasi global yang baru senilai lebih dari US$ 150 juta yang akan jatuh tempo 2019. Sisa dana akan digunakan untuk membayar utang, akuisisi lahan dan keperluan umum. Fitch Rating telah memberikan peringkat sementara untuk obligasi global MDLN pada level B. Sementara itu Moody's Investors Service memberikan peringkat sementara obligasi global MDLN pada
    level B2 dengan outlook stabil.

    SMGR – Proyek pembangkit listrik
    PT Semen Indonesia (SMGR) dan JFE Engineering Corporation, perusahaan manajemen teknologi dan mesin berasal dari Jepang akan menandatangani kesepakatan terkait pembangunan pembangkit listrik senilai Rp 600 Miliar. Pembangkit listrik tenaga panas gas buang berkapasitas 28 megawatt akan dibangun dan dikerjakan oleh JFE Engineering. SMGR akan menguasai 85%90% saham dan sisanya milik JFE Engineering. Sesuai rencana pembangunan pembangkit listrik akan dimulai pada 2H 2014 dan selesai pada awal 2016. Energi yang dihasilkan pembangkit listrik dialokasikan untuk kebutuhan listrik di pabrik Tuban. Sehingga, SMGR tidak khawatir kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

    WIKA, PTPP, WSKT – Kontrak baru
    PT Wijaya Karya (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp 6.7 Triliun hingga 1H 2014. Perolehan ini setara dengan 25.94% dari target total kontrak baru tahun ini senilai Rp 25.83 Triliun. Sedangkan PT PP (PTPP) membukukan kontrak baru sebesar Rp 8.4 Triliun selama 1H 2014 dan PT Waskita Karya (WSKT) memperoleh kontrak baru senilai total Rp 7.08 Triliun hingga 1H 2014.
  9. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 16/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]



    ISAT – Refinancing utang
    PT Indosat (ISAT) dikabarkan tengah mencari pinjaman senilai maksimum US$ 500 Juta dengan tenor 5 tahun. Pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk melunasi pinjaman yang jatuh tempo hingga 2015. Pencarian pinjaman tersebut merupakan bagian dari total pencarian pinjaman dengan target mencapai US$ 850 Juta tahun ini. ISAT tercatat memiliki utang senilai Rp 7.63 Triliun (sekitar US$ 663.62 Juta) yang akan jatuh tempo hingga 2017, dimana sebagian kecil Rp 1.77 Triliun akan jatuh tempo tahun ini dan tahun depan.

    PGAS – Rencana ekspansi
    PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) tengah mencari pinjaman senilai US$ 650 Juta dengan tenor 5 tahun untuk mendukung rencana ekspansi. Nilai tersebut turun dari target awal pencarian pinjaman senilai US$ 1.5 Miliar karena PGAS telah menerbitkan obligasi valas bertenor 10 tahun senilai US$ 1.35 Miliar. Obligasi tersebut membayar kupon 5.125%, dialokasikan untuk mendukung belanja modal serta rencana ekspansi.

    SCPI – Proses go private
    PT Merck Sharp Dohme Pharma (SCPI) telah menggelar penawaran untuk membeli kembali saham yang beredar di publik untuk menjadi perusahaan tertutup. Tender pertama dilakukan pada tanggal 5 Maret hingga 3 April 2014 Sementara periode tender kedua pada 4 April hingga 2 Juni 2014. Hingga penawaran tender kedua, SCPI berhasil membeli kembali 328,386 lembar saham. Sedangkan, jumlah saham publik SCPI mencapai 389,150 saham atau 84.38% pemegang saham yang berpartisipasi dalam tender offer. Jumlah saham publik tersisa 60,814 saham dan SCPI akan memberi penawaran bagi pemegang saham publik yang tidak menyetujui go private dan tidak menjual sahamnya dalam penawaran tender, maka perseroan akan membeli di harga wajar.

    SMGR – Perkiraan kinerja 1H 2014
    PT Semen Indonesia (SMGR) memperkirakan laba bersih selama 1H 2014 tumbuh 7.75%Yoy menjadi Rp 2.78 Triliun Vs Rp 2.58 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan proyeksi pendapatan 1H 2014 naik 12%Yoy menjadi Rp 12.79 Triliun Vs Rp 11.42 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir 1H 2014, SMGR telah menaikkan harga jual rata-rata semen sekitar 5% dan volume produksi naik sebesar 4.91%Yoy menjadi 12.38 juta ton.
  10. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 17/07/2014
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]



    DILD & CTRA – Marketing sales
    PT Intiland Development mencatatkan marketing sales pada 1H 2014 turun sebesar 21.33%Yoy menjadi Rp 1.18 Tiliun Vs Rp 1.5 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kontributor pendapatan 1H 2014 adalah superblok yang mencapai 50.2%, penjualan hunian sebesar 32.2% dan sisanya 9.4% merupakan penjualan kawasan industri. Perseroan pada tahun ini menargetkan marketing sales sebesar Rp 2.8 Triliun. Sedangkan PT Ciputra Development (CTRA) membukukan marketing sales 1H 2014 mencapai Rp 3.5 Triliun. Pencapaian tersebut setara dengan 35% dari total target Rp 10 Triliun sepanjang tahun ini.

    ISAT – Rencana penjualan menara
    PT Indosat (ISAT) berencana menjual sekitar 7,000 menara telekomunikasi tahun depan, setelah target modernisasi jaringan selesai tahun ini. ISAT mengalokasikan dana belanja modal untuk modernisasi jaringan mencapai Rp 9 Triliun, yang terlebih dahulu difokuskan pada lokasi besar (80% dari alokasi dana) tahun ini dan sisanya untuk modernisasi jaringan di lokasi sekunder pada awal 2015.

    PGAS – Akuisisi 36% hak partisipasi area shale gas di AS
    PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melalui anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia menyelesaikan akuisisi 36% hak partisipasi di area shale gas Fasken di Texas, Amerika Serikat dengan nilai akuisisi sebesar US$ 175 juta pada 15 Juli 2014. Manajemen PGAS mengungkapkan perseroan akan membayar US$ 125 juta kepada Swift Energy Co, pengelola lapangan Fasken dan sisanya US$ 25 dialokasi untuk biaya pengembangan. Lapangan Fasken merupakan dari Blok Eagle Ford, blok migas seluas 3,358 Ha di Texas Selatan.

    PTBA – Rencana akuisisi tiga tambang batubara
    PT Bukit Asam (PTBA) berencana mengakuisisi tiga konsesi pertambangan (KP) batubara dan sedang melakukan due diligence. Target pertama adalah tambang batubara milik perusahaan Australia, Ignite Energy Resources Ltd (IER). PTBA sudah berencana mengakuisisi 30% saham tambang IER yang memiliki cadangan batubara 16.4 miliat ton dan menargetkan due diligence IER selesai pada 2H 2014. Selain itu, PTBA juga berencana menggelar due diligence tambang di Sumatra dan Kalimantan.

Share This Page