" "

forexchief

Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia

Discussion in 'Lounge Saham Dan Option' started by kiwoom.securities, May 19, 2014.

Share This Page

  1. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    #‎PWON‬ - Rencana non preemptive rights
    PT Pakuwon Jati (PWON) berencana menerbitkan 4.81 miliar saham baru (10% saham) non-HMETD atau non preemptive rights yang akan dilakukan dalam 2 tahun kedepan. Dengan harga penawaran Rp 363 per lembar saham maka total perolehan dana mencapai Rp 1.75 Triliun yang akan digunakan untuk pengembangan usaha. Aksi korporasi tersebut telah disetujui pemegang saham pada 12 Juni 2014. PWON melihat sektor properti akan kembali membaik pada beberapa tahun mendatang, sehingga perusahaan harus mempersiapkan rencana pendanaan yang dapat segera dilaksanakan.

    #‎HRUM‬ - Rencana akuisisi dan turunkan target produksi
    PT Harum Energy (HRUM) akan merealisasikan rencana akuisisi tahun ini. HRUM mengincar satu perusahaan batubara di Kalimantan Timur dan HRUM telah menyiapkan dana hingga sebesar US$ 470 juta yang berasal dari kas internal sebesar US$ 200 juta dan fasilitas pinjaman bank yang diperoleh tahun lalu senilai US$ 270 juta. Sementara itu, HRUM menurunkan target produksi batubara menjadi 8 juta-9.5 juta ton batubara pada tahun ini. Target baru tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan awal HRUM di 2014 yang ditetapkan 12 juta ton. Revisi target produksi batubara dikarenakan harga jual batubara yang belum membaik.

    IPO - PT Batavia Prosperindo Internasional
    PT Batavia Prosperindo Internasional berencana IPO dengan menjual 150 juta lembar saham baru (29.18% saham). Sebanyak 75 juta saham adalah milik PT Malacca Trust Limited dan selebihnya merupakan saham baru. Harga penawaran berkisar Rp 450-Rp 550 per lembar saham maka total perolehan dana IPO mencapai Rp 67.5 Miliar-Rp75 Miliar. Sekitar 50% dana hasil IPO untuk membiayai kegiatan perantara perdagangan efek anak usaha, PT Batavia Prosperindo Securities. Sedangkan sisanya untuk membiayai pengembangan manajer investasi PT Batavia Prosperindo Asset Management. Masa penawaran awal berlangsung pada 10-17 Juni 2014 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 24 Juni. Masa penawaran umum berlangsung pada 26-30 Juni dan listing pada 4 Juli 2014. Panin Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi.

    #‎MPMX‬ - Alokasi belanja modal
    PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) mencari pinjaman bank asing dan lokal senilai Rp 500 miliar. pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal yang mencapai Rp 2.3 Triliun pada tahun ini. Sebelumnya MPMX telah menandatangani fasilitas pinjaman sebesar RP 600 MIliar dari Bank DBS Indonesia dan perseroan juga memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp 325 Miliar. MPMX akan mengalokasikan dana Rp 1.3 Triliun untuk meningkatkan unit usaha jasa kendaraan dengan membeli 3,500-4,000 mobil baru merek Datsun dan Nissan, sekitar Rp 600 Miliar untuk membangun 7-10 dealer mobil berstandar internasional, sisanya sebesar Rp 200 Miliar untuk membangun fasilitas blendin di Jawa dan Rp 100 Miliar untuk penambahan gudang.
    Last edited: Jun 13, 2014
    " "
  2. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 16/06/2014
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]


    MYOR – Rencana kenaikan harga jual
    PT Mayora Indah (MYOR) berencana menaikkan harga jual produk sekitar 5%-15% pada tahun ini. Kenaikan harga jual dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan daya beli konsumen. Kenaikan harga jual produk seiring kenaikan beban bahan baku dikarenakan pelemahan rupiah terhadap US$ dollar. Manajemen MYOR mengungkapkan telah menaikkan harga jual produk 5% pada 2H 2014 dan dampak kenaikan harga jual baru berkontribusi pada 2015. Sehingga, MYOR akan lebih meningkatkan penjualan tahun ini sebesar 17.5% menjadi Rp 14.1 Triliun Vs Rp 12 Triliun tahun lalu. Pada bulan Ramadhan dan Lebaran, MYOR menargetkan penjualan naik hingga 30%.

    TLKM – Penjualan treasury stock
    PT Telekomunikasi Indonesia menjual sebanyak 1.07 Miliar saham simpanan (treasury stock) hasil buyback periode 2007-2008 kepada sejumlah investor institusi. TLKM menjual treasury stock pada harga Rp 2,405 per saham, sehingga TLKM meraih dana sebesar 2.59 Triliun. Sebanyak 1.07 Miliar saham yang dibeli kembali selama periode 2007-2008 dengan rata-rata harga Rp 1,830 per saham atau senilai Rp 1.97 Triliun. Sehingga, TLKM mendapatkan hasil sebesar 31.42% atau sekitar Rp 620 Miliar dari hasil penjualan treasury stock. Credit Suisse, Bahan Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas menjadi perantara jual beli saham tersebut. TLKM akan menggunakan dana hasil penjualan treasury stock untuk memenuhi kebutuhan belanja modal.

    INTP – Rencana penjualan unit usaha di bidang tambang
    PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) akan menjual seluruh saham anak usahanya, PT Gunung Tua Mandiri yang merupakan perusahaan bidang pertambangan batu di Bogor. Manajemen INTP mengungkapkan perseroan telah menandatangani pengikatan jual beli saham Gunung Tua Mandiri dengan PT Meganta Indah Sentosa pada 12 Juni 2014. Jumlah saham yang dilepas sebesar 51% dengan nilai transaksi jual beli mencapai Rp 51 Miliar. Tujuan transaksi tersebut untuk reorganisasi bisnis perseroan. INTP dan Meganta sebelumnya merupakan pemiliki Gunung Tua Mandiri dengan masing-masing memiliki 51% dan 49%.

    TOWR – Rencana non preemptive rights
    PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana menerbitkan 1.02 Miliar saham baru (10% saham) non-HMETD atau non preemptive rights. Harga penawaran ditetapkan pada Rp 3,792 per saham sehingga TOWR akan meraih dana Rp 3.86 Triliun. Manajemen TOWR mengungpakan penerbitan saham baru mengakibatkan dilusi kepemilikan saham PT Tricipta Mandhal Gumilang dan PT Caturgwiratna Sumapala masing-masing sebesar 1.51%. Sedangkan, Pershing LLC Main Custody Account sekitar 0.57% dan investor publik mencapai 5.55%. Dana hasil penerbitan saham baru tersebut digunakan untuk membiayai ekspansi tahun ini. Secara strategis, TOWR akan fokus mengembangkan kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi nirkabel di Indonesia.
  3. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 17/06/2014
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]


    IPO – PT Magna Finance
    PT Magna Finance, perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berencana IPO dengan menjual 700 juta lembar saham baru (70% saham). Harga penawaran berkisar Rp 102-Rp 115 per lembar saham dan perseroan juga menawarkan waran seri I dengan rasio 7:1 dan jangka waktu konversi tiga tahun. Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi kredit. Masa penawaran awal berlangsung pada 16-19 Juni 2014 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 27 Juni. Masa penawaran umum berlangsung pada 1-3 Juli dan listing pada 8 Juli 2014. Jasa Utama Capital bertindak sebagai penjamin emisi.

    IPO – PT Sitara Propertindo
    PT Sitara Propertindo berencana IPO dengan menjual 4 miliar lembar saham baru (39.96% saham). Harga penawaran berkisar Rp 105-Rp 115 per lembar saham maka total perolehan dana IPO mencapai Rp 420 Miliar-Rp 460 Miliar. Perseroan juga menawarkan waran seri I dengan rasio 2:1 dan jangka waktu konversi tiga tahun. Perseroan akan menggunakan 63.51% dana hasil IPO untuk penambahan setoran modal kepada beberapa anak usaha. Sisanyak 36.49% akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan. Masa penawaran awal berlangsung pada 16-18 Juni 2014 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 30 Juni. Masa penawaran umum berlangsung pada 2-4 Juli dan listing pada 11 Juli 2014. Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi.

    ISAT – Pinjaman bank
    PT Indosat (ISAT) berhasil mendapat komitmen pinjaman senilai Rp 700 Miliar dengan tenor 1 tahun dari PT Bank Negara Indonesia (BBNI) yang akan dialokasikan untuk refinancing utang yang jatuh tempo pada 3Q 2014. Menurut manajemen, kondisi pasar saat ini masih belum mendukung, dan oleh karenanya pinjaman jangka panjang belum cocok untuk kondisi perusahaan saat ini. Pinjaman jangka pendek hanya untuk menjaga arus kas serta modal kerja. ISAT tercatat memiliki utang senilai US$ 21.14 Juta yang jatuh tempo pada 3Q 2014, terdiri dari cicilan pinjaman SEK Tranche B senilai US$ 11.07 Juta, cicilan HSBC Prancis-Coface senilai US$ 7.86 Juta, dan cicilan HSBC Prancis-sinosure senilai US$ 2.21 Juta. ISAT mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 8-9 Triliun tahun ini, dimana 80% diantaranya dialokasikan untuk modernisasi jaringan untuk mengejar target pertumbuhan pendapatan sebesar 6% hingga 7% tahun ini. Tahun lalu ISAT membukukan pendapatan sebesar Rp 23.86 Triliun.

    MEDC – Akuisisi perusahaan migas di Tunisia
    PT Medco Energi Internasional (MEDC) mengakuisisi delapan wilayah kerja eksplorasi dan produksi yang dikelola oleh Storm Ventures International (Barbados) Ltd (SVI) di Tunisia. MEDC mengakuisisi 100% saham SVI dengan nilai akuisisi US$ 114.03 Juta. Untuk mengembangkan blok migas tersebut, MEDC menganggarkan dana investasi hingga US$ 300 Juta yang akan digunakan hingga tahun 2018. Perseroan akan menyelesaikan akuisisi dengan dana kas internal pada tahun ini. Manajemen mengungkapkan akuisisi tersebut akan memperluas ekspansi MEDC di Timur tengah dan Afrika Utara dan mendukung pengembangan proyek migas baru.
  4. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 19/06/2014
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]



    BNII – Rencana emisi obligasi
    PT Bank Internasional Indonesia (BNII) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 4 Triliun yang terdiri dari obligasi syariah (sukuk) senilai Rp 1 Triliun dan obligasi konvensional senilai Rp 3 Triliun. Untuk tahap pertama akan diterbikan sukuk dengan tenor 3 tahun senilai Rp 300 Miliar dan obligasi konvensional dengan tenor 7 tahun senilai Rp 1.5 Triliun. Pefindo dan Fitch memberi peringkat AAA terhadap rencana emisi obligasi BNII. Masa penawaran awal berlangsung 19-25 Juni. BNII diperkirakan mendapat pernyataan efektif pada 30 Juni 2014. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk penyaluran kredit.

    BUMI – RUPO hari Jumat
    PT Bumi Resources (BUMI) berencana meminta persetujuan RUPO pada 20 Juni terkait rencana restrukturisasi obligasi konversi senilai US$ 375 Juta. Obligasi tersebut membayar kupon sebesar 9.25% dan akan jatuh tempo pada 5 Agustus 2014. BUMI mengajukan rencana perpanjangan tenor 7 tahun sehingga jatuh tempo menjadi Juli 2021. BUMI juga meminta RUPO menurunkan kupon obligasi dari 9.25% menjadi 7%, serta menurunkan harga konversi dari Rp 3,366.9 per lembar menjadi Rp 750 per lembar. Sebelumnya, para pemegang obligasi diberi waktu hingga 18 Juni pukul 12 siang (waktu Singapura) untuk menyetujui amandemen obligasi konversi. Hasil amandemen tersebut akan dibawa dalam RUPO 20 Juni. Untuk mendapat persetujuan RUPO, BUMI harus mendapat persetujuan dari 75% pemegang obligasi. Sebelumnya manajemen BUMI telah memperingatkan potensi default karena tidak sanggup membayar utang obligasi konversi pada Agustus 2014. BUMI mengalami kesulitan likuidasi akibat rendahnya harga jual batubara.

    DILD – Rencana akuisisi lahan
    PT Intiland Development (DILD) berencana mengakuisisi lahan baru seluas 500 Ha di Jawa Timur. Akuisisi lahan tersebut untuk memperluas kawasan industri yang dimiliki perusahaan. Sebelumnya, DILD telah mengakuisisi lahan seluas 200 Ha di Jawa Timur. Sehingga, DILD masih mengincar 300 Ha lagi. Untuk itu, manajemen DILD telah mengalokasikan dana Rp 540 Miliar yang merupakan bagian alokasi belanja modal yang mencapai Rp 1.8 Triliun pada tahun ini. Nantinya, akuisisi lahan tersebut akan dikembangkan fasilitas properti berupa mix used development meliputi perumahan, perkantoran dan industri.

    INVS – Rencana akuisisi
    PT Inovisi Infracom (INVS) akan mengakuisisi dua perusahaan tambang batubara dan satu perusahaan jasa minyak dan gas (migas) dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Aksi tersebut membtuthkan dana US$ 100-150 Juta. Dana akuisisi sebagian menggunakan dana belanja modal dari kas internal dan serta pinjaman bank. Perusahaan tambang batubara yang menjadi target INVS memiliki cadangan batubara hingga 100 juta ton dengan nilai kalori 5,500 Kcal/Kg. Sementara perusahaan jasa migas yang akan diakuisisi oleh INVS sudah memiliki kontrak jangka panjang senilai US$ 80 Juta.
  5. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 20/06/2014
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]


    IPO – PT Bank Dinar Indonesia
    PT Bank Dinar Indonesia berencana IPO dengan menjual 500 juta lembar saham baru (22.22% saham). Harga penawaran Rp 110 per saham, sehingga total dana yang dapat diraih mencapai Rp 55 Miliar. Perseroan akan menggunakan 75% dana hasil IPO untuk ekspansi kredit sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk penambahan jaringan perkantoran. Masa penawaran awal berlangsung pada 19-23 Juni 2014 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 30 Juni. Masa penawaran umum berlangsung pada 2-4 Juli dan listing pada 11 Juli 2014. Andalan Artha Advisindo (AAA) bertindak sebagai penjamin emisi.

    PTIS – Kontrak baru dari Total E&P
    PT Indo Straits (PTIS) kembali memperoleh kontrak dari Total E&P Indonesia dengan nilai kontrak baru mencapai US$ 490,000. Kerjasama tersebut berlaku mulai 16 Juni 2014 untuk pekerjaan jasa pengerukan (dredging) dan pengankutan (lifting) di Kalimantan Timur. Sebelumnya, PTIS telah mendapatkan kontrak dari Total E&P senilai US$ 3 juta-US$ 3.5 juta pada 19 Desember 2012 untuk penyediaan satu unit crane barge.

    PWON – Rencana emisi obligasi global
    PT Pakuwon Jati (PWON) akan merilis obligasi global senilai US$ 175 juta dengan tenor lima tahun. PWON merilis senior unsecures notes melalui afiliasinya, Pakuwon Prima Pte Ltd. Moody's memberikan rating B1 untuk obligasi global tersebut dengan outlook stabil dan Fitch Ratings memberikan peringkat B+. PWON menerbitkan surat utang tersebut untuk membayar utang outstanding, transaksi akuisisi dan memenuhi kebutuhan ekspansi.

    TAXI – Rencana emisi obligasi
    PT Express Transindo Utama (TAXI) akan menerbitkan obligasi seniali Rp 1 Triliun dengan tingkat bunga tetap 12.25% per tahun. Obligasi bertenor lima tahun telah mendapatkan peringkat single A dari Pefindo. Seluruh dana penerbitan obligasi akan digunakan untuk menambah jumlah armada dan infrastruktur pendukung.

    WINS – Akuisisi Fast Offshore Indonesia
    PT Wintermar Offshore Marine (WINS) resmi mengakuisisi 51% saham PT Fast Offshore Indonesia senilai US$ 2.2 juta. Dengan akuisisi tersebut WINS langsung memiliki empat kapal Fast Multipurpose Support Vessel (FMSV). Keempat kapal tersebut dapat mendukung kegiatan pengeboran di laut dalam dan memiliki pengalaman kerja berlayar hingga ke luar negeri. Empat kapal offshore tersebut juga mendapatkan sejumlah kontrak jangka panjang. Penambahan empat kapal yang termasuk kategori high tier menggenapi total kapal WINS menjadi 78 armada dengan 28 armada berjenis low tier, 37 armada middle tier dan sisanya 9 jenis high tier.
    Last edited: Jun 20, 2014
  6. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 24/06/2014
    [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]


    DAJK – Penambahan empat mesin kemasan baru
    PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) menambah empat mesin baru sampai akhir 2014. Dengan penambahan mesih cetak, DAJK akan menambah kapasitas produksi kemasan dengan metode offset printing menjadi 72,000 ton per tahun dari saat ini kapasitas produksi 24,000 ton per tahun. Dana pemebelian mesin tersebut akan diambil dari dana hasil IPO. Selain itu, DAJK berencana mengakuisisi perusahaan kemasan dalam negeri pada awal 2015 dan DAJK akan menggalang dana dari pinjaman bank, rights issue atau keuangan dari partnership. Sementara dua perusahaan dari Jepang, Asahi Printing Co Ltd dan Sasatoku Printing Co Ltd berencana mengambil sebagian kepemilikan saham publik DAJK.

    RALS – Momentum penjualan bulan Ramadan
    Manajemen PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) menargetkan penjualan selama bulan Ramadan tahun ini (Juni dan Juli) mencapai Rp 3 Triliun, naik dari realisasi penjualan Ramadan tahun lalu sebesar Rp 2.6 Triliun. Target penjualan Ramadan tahun ini adalah 35% dari total penjualan 2014. Tahun ini RALS belum membuka gerai baru namun sebagai langkah antisipasi, RALS telah membuka 10 gerai satelit serta menggelar “great sale” untuk menarik minat pembeli. Gerai satelit merupakan gerai temporer di daerah “potensial” yang belum terdapat gerai Ramayana. RALS menyewa lokasi sekitar 30,000 M² hingga 40,000 M² untuk jangka waktu 1-2 bulan untuk membuka gerai satelit.

    WIIM – Target penjualan
    Manajemen PT Wismilak Inti Makmur (WIIM) menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini mencapai 20%, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi rokok menjadi 4.6 miliar batang per tahun. Dengan asumsi pertumbuhan penjualan rokok domestik sebesar 4% hingga 6% tahun ini, apabila target penjualan tercapai, WIIM dapat meningkatkan pangsa pasar rokok dalam negri. WIIM akan melakukan penyesuaian harga terkait kenaikan cukai rokok sebesar 10%. Harga jual produk sigaret kretek tangan (SKT) akan dinaikkan sekitar 4%-5%, sedangkan harga produk sigaret kretek mesin (SKM) akan dinaikkan sekitar 5%-6%. WIIM juga berencana mengembangkan usaha filter rokok ke pasar ekspor.

    WSKT – Mendirikan anak usaha investasi jalan tol
    PT Waskita Karya (WSKT) mendirikan anak usaha yang bergerak di bidang investasi jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR). Pendirian anak usaha ini telah dilaksanakan pada 19 Juni 2014. WSKT menargetkan empat proyek tol pada tahun ini. Salah satu proyek adalah tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57.7 KM milik PT MNC Infrastructure Utama. Selain itu, proyek tol Krian Legundi-Bunder di Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 4 Triliun kerjasama dengan PT Energi Bumi Mining, proyek tol penajam-Balikpapan dan proyek tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tingi. Keempat proyek akan dibawah kendali WTR. WSKT menargetkan bisnis pengelolaan ruas jalan tol memberikan kontribusi 3.9% terhadap laba perusahaan tahun ini.
  7. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 25/06/2014
    [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]


    IPO – PT Mitrabara Adiperdana
    PT Mitrabara Adiperdana, perusahaan batubara di Kalimantan Utara, berencana IPO dengan menjual 273.03 juta lembar saham (22% saham). Sebanyak 136.52 juta saham merupakan saham baru sisanya 136.52 merupakan divestasi milik induk usaha, PT Wahana Sentosa Cemerlang (WSC). Harga penawaran IPO berkisar Rp 1,150 hingga Rp 1,350 per saham, sehingga total dana IPO yang dapat diraih Rp 313.99 Miliar-Rp 368 Miliar. Perseroan akan menggunakan 58.5% dana IPO untuk pengembangan anak usaha terutama pembangunan fasilitas pelabuhan. Sekitar 35% untuk modal kerja perseroan dan sisanya 6.5% untuk memenuhi belanja modal. Masa penawaran awal berlangsung pada 19-26 Juni 2014 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 30 Juni. Masa penawaran umum berlangsung pada 2-4 Juli dan listing pada 10 Juli 2014. Sucorinvest Central Gani bertindak sebagai penjamin emisi.

    BIPI – Rencana buyback saham
    PT Benakat Integra (BIPI) mengalokasikan dana US$ 32 Juta untuk melakukan buyback atas 10% sahamnya. Nilai maksimum pembelian kembali ditetapkan sebesar Rp 300 per lembar saham. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2014.

    GPRA – Belanja modal
    PT Perdana Gapura Prima (GPRA) mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp 440 Miliar. Kebutuhan dana akan berasal dari kas internal serta emisi surat utang jangka menengah (medium term notes) senilai Rp 100 Miliar. GPRA berencana menerbitkan MTN pada akhir Juli 2014 dengan tenor 3 tahun dan kupon 13.5%. GPRA juga berencana menarik pinjaman senilai Rp 100 Miliar dari PT Bank Mandiri (BMRI) untuk mendukung belanja modal tahun ini. GPRA tengah mengerjakan 4 proyek properti senilai total Rp 1.55 Triliun tahun ini dengan target penjualan mencapai Rp 4.48 Triliun. Proyek kondotel Grand Cornard Ciawi membutuhkan investasi senilai Rp 350 Miliar dengan target penjualan Rp 990 Miliar, ditargetkan selesai tahun depan. Ketiga proyek lainnya adalah Diamond City di Cipayung dengan nilai investasi Rp 400 Miliar, Bellevue Office Tower di MT Haryono (Jakarta) senilai Rp 200 Miliar, dan West Town di Puri Indah (Jakarta) senilai Rp 600 Miliar.

    INTP – Rencana pembangunan pabrik baru
    PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana meningkatkan kapasitas produksi semen dengan membangun dua pabrik green field. Kapasitas per pabrik berkisar 1.5-2.5 juta ton per tahun dengan nilai investasi masing-masing pabrik berkisar US$ 225 juta-US$ 500 juta. Lokasi pabrik semen baru INTP terletak di wilayah Pati (Jawa Tengah) yang akan dibangun pada 2016 dan Langkat (Sumatera Utara) dijadwalkan pada 2018. Saat ini INTP masih mengurus izinpembangunan pabrik dan INTP masih mengandalkan kas internal untuk pembangunan pabrik tersebut. Selain itu, INTP sedang membangun pabrik brown field dengan kapasitas produksi 4.4 juta ton di Citeureup, Jawa Barat yang diharapkan selesai tahun depan.

    TELE – PINS akuisisi saham
    PT PINS Indonesia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) akan mengakuisisi 30% saham PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) secara bertahap. Sesuai rencana, TELE akan melepas 638.05 juta saham (10% saham) melalui skema non-preemptive rights pada 3Q 2014 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 812 per saham sehingga TELE akan meraih dana senilai Rp 518.2 Miliar. Adapun sisa 20% saham yang akan dibeli PINS masih dalam pembicaraan para pemegang saham pengendali. TELE akan menggunakan dana tersebut untuk memperkuat modal kerja, termasuk akuisisi satu distributor di bidang teknologi informasi. Sementara itu, TELE juga berencana melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai total Rp 2 Triliun pada 2H 2014
  8. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 26/06/2014
    [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]



    ADHI – Bisnis hotel
    PT Adhi Karya (ADHI) mengalokasikan dana Rp 1 Triliun untuk membangun 5 hotel di Jakarta, Bekasi, Medan, Semarang, dan Surabaya. Bisnis hotel diperkirakan mulai memberi kontribusi pada 2015. ADHI tengah membangun hotel Grandhika Jakarta, sebuah hotel berbintang empat dengan 233 kamar, yang diharapkan mulai beroperai pada akhir tahun ini.

    AMRT – Pembangunan jaringan distribusi
    PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) akan menambah sejumlah jaringan distribusi berupa gudang atau distribution channel (DC). AMRT akan menambah empat distribution channel. Salah satunya telah dibuka di Karawang dan tiga DC lainnya akan dibangun di Pontianak, Lampung, dan Gunung Sindur. Proyek pembangunan satu gudang membutuhkan investasi antara Rp 100 Miliar-Rp 150 MIliar. Keseluruhan nilai investasi untuk membangun empat DC sekitar Rp 400 Miliar-Rp 600 Miliar. Keempat DC dibangun untuk menunjang seluruh gerai AMRT yang akan dibangun tahun ini.

    ISAT – Refinancing utang
    PT Indosat (ISAT) berencana melakukan restrukturisasi atas utang obligasi senilai US$ 650 Juta yang akan jatuh tempo pada 2020. Obligasi tersebut membayar kupon sebesar 7.375% per tahun. ISAT berencana menerbitkan obligasi berdenominasi Rupiah, minimal sebesar US$ 487.5 Juta (setara dengan Rp 5.85 Triliun), untuk menghindar dari rugi selisih kurs. ISAT tercatat memiliki utang yang akan jatuh tempo tahun depan sebesar Rp 1.59 Triliun, dimana 52.9% diantaranya merupakan utang berdenominasi US$. Manajemen menargetkan porsi utang Rupiah mencapai 75% terhadap total utang perusahaan tahun depan. Tahun lalu ISAT membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 224.5 Miliar, turut menekan kinerja ISAT yang mencatatkan rugi bersih Rp 2.7 Triliun pada 2013.

    UNTR – Kinerja operasional 5M 2014
    PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan kinerja penjualan alat berat merek Komatsu sebesar 10.6%Yoy menjadi 1,901 unit pada 5M 2014 Vs 2,126 unit pada 5M 2013. Penjualan bulan Mei tercatat sebesar 324 unit, turun 11.5%mom dari 366 unit pada bulan April, merupakan kinerja bulanan terendah sepanjang tahun ini. Kinerja divisi kontraktor pertambangan dibawah PT Pamapersada Nusantara membukukan kenaikan produksi batubara sebesar 21.7%Yoy menjadi 49.3 juta ton pada 5M 2014 sedangkan pekerjaan pengupasan tanah (overburden removal) mengalami penurunan tipis menjadi 335.8 juta bcm dalam periode yang sama. Divisi pertambangan batubara membukukan kenaikan volume penjualan sebesar 48.8%Yoy menjadi 2.93 juta ton pada 5M 2014 Vs 1.97 juta ton pada 5M 2013.
  9. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 27/06/2014
    [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]




    BTON – Kinerja 4M 2014
    PT Betonjaya Manunggal (BTON) membukukan penurunan volume penjualan besi beton sebesar 12.7%Yoy menjadi 4,313 ton pada 4M 2014 Vs 4,943 ton pada 4M 2013 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penundaan proyek pemerintah di tahun Pemilu. Nilai penjualan 4M 2014 mencapai Rp 33.5 Miliar Vs Rp 36 Miliar pada 4M 2013. Manajemen optimis permintaan meningkat setelah proses Pemilu selesai. BTON menambah mesin baru dengan kapasitas 15,000 ton per tahun yang diperkirakan mulai berproduksi pada 2H 2014 sehingga meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan menjadi 45,000 ton per tahun pada akhir 2014.

    BUMI – Rencana rights issue
    PT Bumi Resources (BUMI) berencana menerbitkan maksimum 32.1 miliar lembar saham baru dalam proses rights issue dengan target perolehan dana mencapai Rp 8.04 Triliun (harga pelaksanaan Rp 250 per lembar). Nilai emisi naik dari sebelumnya Rp 6.54 Triliun. Manajemen BUMI mengungkapkan jika ada saham yang tidak terserap, sebanyak 13.8 miliar saham baru akan dialokasikan ke beberapa pihak. Salah satunya Long Haul Holding Limited akan mengambil 6.9 Miliar saham baru atau senilai US$ 150 juta. Selain itu 6.9 miliar saham baru akan dialokasikan kepada Castleford Investment Holdings yang berdasarkan debt settlement agreement tertanggal 10 Juni 2014 sebagai konversi utang BUMI
    menjadi saham. PT Danatama Makmur juga bertindak sebagai pembeli siaga dengan maksimal 2.04 miliar saham baru.

    EXCL – Rencana penjualan saham buyback
    PT XL Axiata (EXCL) akan menjual sebanyak 231.1 juta saham (2.7%) saham hasil pembelian kembali (buyback) dari para pemegang saham yang menolak akuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Nilai buyback saat itu sebesar Rp 5,820 per saham sehingga mencapai Rp 1.22 Triliun. EXCL menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai pelaksana penjualan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). EXCL berencana menjual saham buyback tersebut diatas harga pembelian dan perseroan juga memiliki jangka waktu tiga tahun untuk melakukan penjualan. Manajemen EXCL mengungkapkan akan menjual saham secara bertahap. Selain itu, EXCL juga memperoleh pinjaman senilai US$ 100 juta dari United Overseas Bank Limited (UOB) dengan jangka waktu tiga tahun yang akan digunakan untuk belanja modal termasuk kegiatan operasional. Hingga akhir 1H 2014, EXCL memiliki utang senilai US$ 1.2 Miliar.

    MDIA – Memperkuat jaringan infrastruktur
    PT Intermedia Capital (MDIA) akan memperkuat jaringan infrastruktur dengan rencana membangun lima menara dan dua studio. Untuk membangun lima menara, MDIA mengalokasikan Rp 50 Miliar. Namun, proyek menara tergantung izin dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Saat ini MDIA menggunakan 35 menara, jumlah tersebut merupakan menara milik sendiri dan sewa. Di sisi lain, MDIA sedang mempersiapkan menara untuk migrasi dari televisi analog menjadi TV Digital pada 2018. Sedangkan rencana membangun dua studio dengan nilai investasi Rp 40 miliar akan berlokasi di Kuningan dan MDIA juga ingin bersinergi dengan studio TVOne di Pulo Gadung
  10. TraderSaham

    TraderSaham Member

    Messages:
    43
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Rekomendasi PT. Kiwoom Securities Indonesia 30/06/2014
    [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]
    [​IMG] [​IMG]


    BALI – Ekspansi menara
    PT Bali Towerindo (BALI) berencana membangun hingga 300 menara telekomunikasi dalam dua tahun mendatang. BALI akan membangun 100 hingga 150 menara per tahun dan pembangunan menara tersebut kemungkinan akan dibangun di luar Pulau Bali. Tahun ini, perseroan menyiapkan Rp 100 miliar untuk belanja modal. BALI akan menggunakan dana dari kas internal dan pinjaman bank untuk membiayai belanja modal.

    IKBI – Kinerja 1Q 2014
    PT Sumi Indo Kabel (IKBI) membukukan penurunan laba bersih 1Q 2014 sebesar 78.6%Yoy menjadi US$ 1.09 Juta Vs US$ 5.08 Juta pada 1Q 2013 lalu. Turunnya kinerja dipicu oleh penurunan penjualan sebesar 22.6%Yoy menjadi US$ 139.6 Juta. IKBI membukukan penurunan laba operasi sebesar 77%Yoy menjadi US$ 1.55 Juta.

    IMAS – Belanja modal
    PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 60 Juta tahun ini yang berasal dari kas internal. IMAS telah menambah 6 diler sepanjang 1Q 2014 dari rencana menambah 20 diler baru tahun ini. Setiap diler diperkirakan membutuhkan dana Rp 40 Miliar tergantung harga tanah. IMAS menunda sejumlah proyek seperti pembangunan pabrik VS tahun ini akibat depresiasi Rupiah.

    SMRU – Rencana rights issue
    PT SMR Utama (SMRU) berencana menerbitkan 10.5 miliar lembar saham baru atau rights issue. Dalam rights issue yang akan digelar pada Juli 2014 memiliki rasio rights issue 1:7. Dana dari hasil aksi korporasi tersebut sebesar Rp 1.01 Triliun akan digunakan untuk mengambil alih 99.99% saham PT Ricobana. SMRU akan mengakuisisi 70.29% saham PT Baramega Prima Lestari (BPL) dan 29.70% saham PT Mitra Prima Sukses Abada (MPSA) atau sebesar 99% saham dari modal PT Ricobana. Rencana aksi korporasi tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahuan (RUPST).

Share This Page