" "

forexchief

Reformasi Pajak AS, Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Defisit Anggaran

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Apr 27, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 27/04/2017 – Kemarin pagi dalam sebuah kesempatan pidatonya, Presiden Donald Trump menginginkan untuk melakukan pemangkasan corporate tax atau pajak perusahaan sebesar 15%, demikian ungkap The Wall Street Journal dan NBC News kala itu.

    Rencana Trump ini sebetulnya membawa dampak bagi defisit anggaran yang kemungkinan besar akan membengkak akibat dari berkurangnya pendapatan pajak negara. Sebuah analisa bahwa defisit anggaran akan menggelembung seperti balon udara, karena dalam kampanye sebelumnya, Trump menginginkan bahwa pemotongan pajak perusahaan sebesar 15% tersebut diikuti juga pemotongan pajak penghasilan lintas negara.
    [​IMG]
    Nampaknya Capitol Hill atau Gedung Parlemen AS langsung bereaksi keras terhadap rencana ‘gila’ dari Trump tersebut. Partai Republik sebagai partai pendukung presiden, bahkan akan menggunakan proses parlementer dimana proses ini menggunakan sebuah rekonsiliasi bersama untuk mengusulkan dan memutuskan reformasi pajak tanpa dukungan dari Partai Demokrat. Sebuah usaha agar proposal pajak yang baru tersebut dapat lolos.

    Namun manuver ini tidak bisa digunakan apabila syarat tagihan atau beban defisit anggaran tidak lebih besar dari yang sudah ada sepanjang 10 tahun berjalan. Artinya bahwa proses rekonsiliasi tersebut tak berlaku ketika defisit anggaran sudah lebih besar daripada defisit anggaran yang sedang berjalan sekarang dan baru boleh dijalankan lagi tarif pajak yang baru setelah 10 tahun.

    Padahal the Tax Policy Center atau Pusat Kebijakan Pajak AS memperkirakan bahwa tarif pajak yang akan dilakukan Trump bisa menambah defisit anggaran pemerintah sebesar lebih dari $2,4 triliun. Sedang defisit anggaran pemerintah sekarang $4,5 triliun.

    Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin membela rencana Trump tersebut, dimana dengan pemangkasan pajak menjadi 15% di pajak perusahaan dan 10% di pajak penghasilan lintas batas perdagangan, akan membuat kinerja bisnis di AS akan berkembang dengan pesat, sehingga lambat laun defisit anggaran tersebut dapat terkurangi dengan sendirinya dengan makin besarnya pajak dari upah buruh, tingginya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas bisnis dan peningkatan pendapatan dari pajak keuntungan perusahaan yang meningkat.

    Efek multiplayer yang disebutkan Mnuchin tersebut kemungkinan besar akan menutupi defisit anggaran $2 triliun tersebut dalam waktu kurang dari 10 tahun dan ini menurutnya hanya sebuah perbedaan cara pandang dan kekhawatiran sesaat dari anggota parlemen saat ini.

    Mnuchin berpendapat bahwa dirinya dan Presiden Trump sangat yakin bila penurunan tarif pajak ini dapat mendorong perekonomian AS dengan laju pertumbuhan ekonomi di kisaran angka dari 3% hingga 6% di tahun depan. Sedang Congressional Budget Office atau Kantor Anggaran Kongres memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS bisa tumbuh sekitar 3% hingga 4% bila reformasi pajak disetujui.

    Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Reuters, Wall Street Journal

    Sumber gambar: Larry’s Tax Law
    " "

Share This Page