" "

forexchief

Presiden Perancis: Pekerjaan, Investasi dan Ekspor Bakal Merosot Jika Populis Berkuasa

Discussion in 'Diskusi Forex' started by ForexSignal88, Feb 21, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2017 – Pada Senin, 20 Februari 2017, Presiden Perancis Francois Hollande memperingatkan bahwa negara-negara Eropa yang memilih kaum populis untuk berkuasa akan mengalami penurunan pada sektor pekerjaan, investasi dan ekspor ke luar wilayah Uni Eropa.

    Saat berbicara pada pertemuan puncak di kota Malaga di sebelah selatan Spanyol dengan rekannya Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, Hollande mengatakan bahwa para tokoh nasionalis tidak hanya mengancam Eropa, tetapi juga “kepentingan bangsa yang mereka klaim diwakili oleh mereka.”
    [​IMG]
    Hollande mencetuskan komentarnya setelah melihat pemimpin sayap kanan Perancis Marine Le Pen dan Geert Wilders di Belanda elektabilitas dan popularitasnya naik tinggi dalam jajak pendapat menjelang pemilu mendatang di negara masing-masing.

    Hollande, yang tidak akan dicalonkan lagi dalam pemilu Perancis pada bulan April dan Mei, mengatakan akan ada “sedikit ekspor, investasi yang lebih sedikit dan [sebagai dampaknya] pekerjaan lebih sedikit” jika tokoh-tokoh eurosceptic populists mengambil alih kekuasaan.

    Menarik diri dari Uni Eropa, seperti yang digaungkan Le Pen dan Wilders, berarti “akhir dari perdagangan, kedaulatan semu yang akan diterjemahkan menjadi pekerjaan yang lebih sedikit, pertumbuhan yang lebih rendah dan lebih sedikit kebebasan.”

    Pemerintah Spanyol juga mengumumkan di hari Senin bahwa Hollande telah mengundang Rajoy untuk pertemuan puncak pada tanggal 6 Maret di kota Versailles di dekat Paris, bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni.

    Merkel sendiri tetap maju sebagai petahana pada pemilihan umum di bulan September dan menghadapi persaingan kuat dari partai populis garis keras sayap kanan Alternative for Germany atau Alternative für Deutschland (AfD).

    Meskipun tanpa menyebut namanya, Hollande juga mengecam Presiden AS Donald Trump dan janjinya untuk melonggarkan peraturan pasar modal. Trump berpendapat bahwa berkurangnya regulasi berarti biaya yang lebih sedikit bagi perusahaan dan konsumen.

    Trump juga sudah memerintahkan peninjauan reformasi keuangan Dodd-Frank 2010 yang bertujuan untuk mengekang tindakan sektor keuangan yang menyebabkan resesi 2008.

    “Krisis tidak datang begitu saja, krisis terjadi karena berbagai perilaku, kelemahan, dan deregulasi yang ingin kembali dilaksanakan Amerika Serikat,” kata Hollande.

    Sumber berita: ForexSignal88,http://www.ForexSignal88.com
    " "

Share This Page