" "

forexchief

Open Close Market Analysis

Discussion in 'Jurnal Trading' started by mojaku, Jul 10, 2015.

Share This Page

  1. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Di thread ini saya coba share metode analisa berdasarkan open close suatu sesi market dan data high low nya, terima kasih kepada guru kita Kang gun, yang telah membagikan berbagai pengetahuan beliau baik itu di dalam bidang forex atau yang lainnya yang beliau kumpulkan bertahun-tahun dan membagikannya secara gratis kepada kita semua tanpa biaya sepeser pun, salah duanya tentang 5 prinsip dasar menganalisa pergerakan harga dan Kg - trading analysis concept

    Sebelum lanjut lebih jauh saya coba copy paste tulisan beliau tentang Kg - trading analysis concept,

    " "
  2. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Lanjutan

    Last edited: Jul 11, 2015
  3. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    4 Jenis transaksi

    Dari pemaparan KG tentang Kg - trading analysis concept ini kita bisa mendapat informasi bahwa transaksi harga dalam chart kita bisa di kategorikan menjadi 4 jenis, yaitu :

    1. Open position buy
    2. Open position sell
    3. Close position buy
    4. Close position sell

    4 jenis transaksi harga yang terjadi ini, bisa kita manfaatkan oleh kita sebagai trader dalam menentukan atau menganalisa jenis transaksi mana yang lebih menguntungkan, atau profitable serta mempunyai risk / reward yang bisa kita terima berdasarkan kekuatan modal kita ketika melakukan open posisi.
    Pertanyaannya kapan 4 transaksi itu terjadi ?

    Tentu saja 4 transaksi itu terjadi setiap saat di market dan akumulasi dari transaksi itulah yang akan membuat harga bergerak naik sampai pada titik tertentu dan turun kembali atau harga begerak turun sampai pada titik tertentu dan naik kembali, karena kondisi ini terjadi terus menerus dan berulang di market maka kita sebagai trader yang mempunyai modal terbatas tentu saja alangkah lebih baik dan bijaksana memilih transaksi yang sesuai dengan arah akumulasi transaksi harga tersebut, untuk memudahkan kita dalam menganalisa atau menentukan pilihan dalam trading berdasarakan informasi 4 jenis transaksi tadi sebetulnya ada waktu yang cukup kecil resikonya ketika kita akan melakukan pilihan open position buy atau open position sell.

    Waktu yang relative cukup kecil resikonya untuk menentukan posisi sell atau buy (tentu saja berdasarkan analisa keseluruhan) adalah ketika setelah open sesi market, baik itu open sesi market asia, eropa, dan amerika. Karena dalam dunia trading market utama yang kita kenal adalah 3 jenis market itu walapun ada sesi tambahan sebulnya yaitu sesi Australia tapi 3 sesi sebelumnya bisa jadi acuan utama.


    contoh open sesi market

    [​IMG]
    Last edited: Jul 18, 2015
  4. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Data dari 4 jenis transaksi

    Sebelum melanjutkan, kita sepakati bahwa data yang ditandai oleh open market adalah data fakta, dimana data ini adalah data yang tanpa perhitungan matematis sudah bisa kita ketahui dengan jelas area mana saja yang menjadi area open market suatu sesi seperti sesi asia/Tokyo, eropa/London, Amerika/ New York, sedangkan data dari perhitungan matematis suatu indicator misalnya moving average (MA), least square moving average (LSMA), Bollinger band (BB) dan lainnya adalah jenis data proyeksi, dimana data itu adalah hasil perhitungan matematis dari sejumlah data di masa lalu untuk memproyeksikan kemungkinan kemunculan data di masa depan.
    Dari 4 jenis transaksi yang kita ketahui sebelumnya kita bisa mendapatkan informasi bahwa akumulasi 4 jenis transaksi itu menghasilkan beberapa data fakta, yaitu :

    Open market

    Data harga setelah open market bisa kita ketegorikan dalam jenis data fakta, karena data tersebut data yang muncul dengan jelas tanpa kita perlu melakukan perhitungan matematis untuk memperolehnya, seperti gambar di bawah ini

    Dari data open market ini kita bisa ketahui, jika harga bermain di bawah atau bergerak ke bawah open market saat ini berati harga atau akumulasi dari transaksi pelaku pasar saat itu adalah open position sell, dan kalau harga bergerak ke atas ke area open market tempat awal turunnya harga tadi, bisa kita asumsikan terjadi close position sell pada open market yang dituju dan di capai oleh harga tadi, begitupula dengan harga yang bergerak atau bermain di atas open market yang aktif berati akumulasi transaksi pelaku pasar setelah open market itu adalah open position buy dan kalau harga kembali turun ke area open market tadi maka kita asumsikan terjadi close position buy pada area open market tadi.
    contoh gambar

    [​IMG]



    High Low

    Dari akumulasi 4 jenis transaksi tadi kita juga bisa mempunyai data fakta yang lain yaitu data nilai tertinggi (high) atau terendah (low) selama 1 hari yang lalu atau lebih yang di capai atau di bentuk oleh akumulasi pelaku pasar dalam 4 jenis transaksinya tadi. Dari data ini kita bisa ketahui area mana yang menjadi batasan dari kemampuan akumulasi pelaku pasar membuat batasan harga tertinggi atau terendah dalam 1 hari kebelakang atau lebih, ini bisa menjadi acuan atau titik area perhatian kita yang menganalisa pergerakan harga hari ini, ada sebuah kondisi yang kadang cukup sering terjadi di area-area ini yaitu biasanya area high atau low selama 1 hari kebelakang ini adalah biasanya area yang banyak berjejer atau berderet candle yang kurang lebih sama tingginya dan cukup sering juga terdapat ekor-ekor candle yang panjang sebelum harga berbalik arah dari area tersebut.

    contoh gambar
    [​IMG]

    High Low Per Sesi

    Area ini adalah area yang terbentuk ketika suatu sesi market terjadi, walaupun agak mirip dengan area high low harian atau 1 hari kebelakang dan seterusnya tetapi area ini kita tandai hanya area harga yang terbentuk dalam 1 sesi saja, jadi kalau ada 3 sesi utama dalam market di forex, maka kita tandai per sesi itu area high dan low yang bisa di jangkau oleh harga, jadi total ada 3 high dan 3 low berdasarkan 3 sesi market yang kita tandai, dari area high low per sesi ini kita bisa tahu bahwa setiap sesi market pada saat market sesi itu aktif, pelaku pasar saat itu berusaha membuat atau membawa harga ke area-area tertentu untuk membuat area nilai tertinggi (high) dan area nilai terendah (low) pada sesi tersebut, biasanya setelah per sesi itu atau setiap sesi market terjadi pembukaan (open session) dan penutupan (close session) harga cenderung menuju area open sesi market yang sebelumnya atau membuat area high atau low baru atau menjangkau area high low di sesi sebelumnya. Dari sini kita bisa tahu batasan-batasan yang telah di capai harga akibat akumulasi pelaku pasar pada sesi market sebelumnya.

    contoh gambar
    [​IMG]
    Last edited: Jul 18, 2015
  5. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Sedikit Tambahan

    Open market

    Dalam thread ini saya sendiri memakai tools untuk mengukur data proyeksi seperti lsma dan KG range calculator, tetapi itu saya gunakan dalam metode analisa di thread ini setelah menganalisa data fakta yang saya sebutkan di data dari 4 jenis transaksi yaitu open market, high low harian kebelakang, high low per sesi, kadang juga saya menambahkan pengamatan untuk kewaspadaan tentang area close market suatu sesi.
    Dalam penggunaan data proyeksi di thread ini, kita bisa memakai berbagai tools data proyeksi seperti LSMA, MA, Bollinger band, dll tetapi urutannya adalah setelah menganalisa 3 jenis data fakta seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

    Dalam analisa penggunaan data open market, kita tahu bahwa kalau harga berada di atas open market adalah buy, dan kalau di bawah open market adalah sell, tetapi apakah kita langsung buy atau sell kapan saja dan dimana saja selama harga di atas open market ? tentu saja tidak, kita melakukan atau memilih opsi buy atau sell ketika harga berada sedekat mungkin dengan open marketnya sehingga kalau terjadi pembalikan atau harga bermain di area yang berlawanan maka kita bisa membuat antisipasi atau membuat analisa lagi bahwa kemungkinan harga akan berbalik arah.

    High & low

    High di sini adalah nilai atau area tertinggi yang telah di capai harga selama 24 jam kebelakang dan low adalah nilai terendah yang telah di capai harga dalam 24 terakhir kebelakang, untuk kedua nilai ini kadang bisa terbentuk dalam sesi yang berbeda, misalnya nilai high adalah nilai tertinggi (high) yang terbentuk selama sesi eropa open sedangkan nilai terendah adalah selama sesi asia open, tapi bisa saja nilai terendah dan tertinggi dalam 24 jam terakhir adalah terbentuk selam satu sesi opem market misalnya sesi amerika atau London saja.
    Dari data ini kita bisa tahu bahwa kekuatan pelaku pasar selama 24 jam terakhir adalah hanya mampu membawa harga sampai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam beberapa waktu kebelakang, tetapi bisa saja hari selanjutnya atau area-area itu menjadi area yang berhasil dilewati oleh harga karena harga berhasil membuat area high dan low baru.

    High & low Per sesi

    High dan lowe per sesi adalah nilai tertinggi dan low yang berhasil di bentuk atau di capai harga selama satu sesi saja, misalnya adalah ketika sesi asia open, harga mampu mencapai highnya di area x.xxxxx dan lownya di area y.yyyyy, sedangkan ketika eropa open dan amerika open harga mampu mencapai atau membentuk area high di area z.zzzzz dan seterusnya.

    Area high low per sesi ini bisa kita jadikan batasan harga akibat pelaku pasar mampu membuat atau mencapai area tertentu pada satu sesi market tetapi belum tentu pada sesi market berikutnya harga berhenti pada area tersebut bisa saja membuat high atau low baru.
  6. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Memetakan High dan low

    Beruntungnya kita mendapat materi dari guru kita yaitu KG tentang cara memetakan area benteng buyer dan seller, dengan metode itu kita bisa memanfaatkan area high dan low dalam 24 jam terakhir dan membuat batas-batas area yang menjadi perhatian kita sehingga membantu dalam analisa kita, untuk thread nya bisa di lihat di sini http://www.kgforexworld.com/forum/threads/memetakan-kekuatan-buyers-sellers-harian.2712/.
    saya pikir high low pemetaan ini menjadi salah satu data fakta yang cukup penting yang bisa kita manfaatkan untuk menyusun strategi trading kita
  7. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Indikator

    Dalam menganalisa terutama data fakta khususnya dalam thread ini, saya menggunakan 3 indiktor yang di share guru kita yaitu KG market hour dan KG SR periode virgin serta tambahan untuk menandai nilai teringgi dan terendah per sesi, Session hilo, berikut indikatornya, tapi berhubung ada indikator yang saya punya hanya berformat ex4 maka saya upload lewat link download diluar forum, ini link nya

    Attached Files:

    Last edited: Aug 1, 2015
  8. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Data Proyeksi

    Dalam analisa menggunakan Open close market analysis ini atau OCMA, saya pribadi menggunakan lsma KG yang banyak bertebaran di forum ini tetapi saya memakai yang versi buatan om bysu karena ada counter untuk menghitung jarak harga ke lsma, fungsi indicator proyeksi ini adalah mengukur tingkat resiko yang siap kita ambil selain menggunakan data fakta, tapi bukan berati bahwa tanpa lsma kita tidak bisa trading atau hanya menggunakan open market dan high low nya dan membantu penyarah dalam akumulasi pergerakan harga, ini indikatornya KG LSMA by om Bysu

    Dari beberapa kondisi dalam analisa OCMA ini ada kondisi dimana :

    Data fakta = data proyeksi atau posisi harga sama terhadap open market dan lsma sama, misalnya di bawah open market yang aktif/baru aktif dan di bawah lsma, kondisi ini merupakan kondisi ideal dalam open posisi kita untuk meminimalisir resiko jika terjadi kesalahan analisa atau harga berbalik arah sehingga dengan cepat kita bisa melakukan cutloss atau melakukan analisa ulang, data fakta yang kita pakai dalam hal ini adalah open market.

    Data fakta = data proyeksi atau posisi harga tidak sama terhadap open market dan lsma, nah kalau kondisi ini terjadi ada 2 opsi yang bisa di pilih asal kita siap menerima resikonya, pertama adalah kita mengikuti data fakta dengan stop loss berdasarkan perhitungan jarak dari harga ke open market dan kalau harga berbalik menembus open market alias analisa kita fail, opsi kedua adalah kita menunggu sampai data fakta = data proyeksi, hal ini bisa terjadi dalam waktu dekat atau misalnya menunggu sampai open sesi market selanjutnya, data fakta yang kita pakai dalam hal ini adalah open market.
  9. mojaku

    mojaku Member

    Messages:
    185
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    analisa AUDUSD 28 juli 2015-8.41 am

    [​IMG]

    Harga bermain dibawah open Tokyo, serta harga bermain dibawah area 0.72915, harga juga bermain di bawah lsma 1D yang mengarah ke bawah cukup tajam.

    Sell dilakukan jika harga bermain sedekat mungkin dibawah open Tokyo dan bermain sedekat mungkin dibawah lsma 1D yang mengarah ke bawah, SL kita tempatkan di atas open Tokyo atau di area 0.72915 dan TP fleksibel bisa antara 5-20 pip.

    Buy dilakukan jika harga bermain sedekat mungkin diatas open Tokyo dan harga bermain sedekat mungkin diatas lsma 1D yang mengarah ke atas, TP di area 0.72915 atau fleksibel saja, dan SL di bawah area open Tokyo.
  10. nafisa adelina

    nafisa adelina Member

    Messages:
    36
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    8
    ikut belajar disini ya om, mohon bimbingannya

Share This Page