" "

forexchief

$niper 10 Pips!

Discussion in 'Jurnal Trading' started by Bumi, Apr 22, 2012.

Share This Page

  1. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Salam buat semuanya,

    Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada Kang Gun atas semua sharing ilmunya disini dan juga buat semua teman-teman senior di forum ini, saya minta ijin kepada om mimin untuk numpang belajar dan juga membuat catatan trading jurnal disini, semoga bisa membantu saya pribadi untuk belajar menuliskan analisa pribadi trading saya. Sekiranya ada kesalahan dan kekurangan di jurnal saya ini mohon untuk dikoreksi.

    Setelah dua taon belajar forex dan sudah capek nyoba sana sini semua indikator dan banyak TS dari beberapa forum perforexan yang tetap aja hasilnya minus alias MC maka saya memutuskan untuk memakai Chart Angkringan yg menggunakan acuan Harian saja, dimana saya merasa sebagai intraday trader saya akan melakukan OP pada hari ini dan berusaha menutup hari ini juga.

    Disini saya akan mencoba berusaha belajar berdisiplin untuk melakukan OP maksimal hanya 2 kali dalam sehari dan TP cuman 10 Pips, jadi target saya hanya 20 Pips dalam sehari. Karena Target Profit saya tidak banyak maka saya hanya akan menggunakan acuan Daily saja (Angkringan) sebagai bahan untuk menganalisa pergerakan harga di pasar forex ini. Semoga dengan membuka jurnal di forum ini maka saya bisa mempunyai catatan Analisa dan strategi untuk semua OP saya sebagai tahap pembelajaran saya pribadi guna mewujudkan impian saya sebagai trader yang konsisten.

    Terimakasih.:113:
    Last edited: Apr 22, 2012
    " "
  2. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Eu_tf_m30

    Saya hanya fokus di satu pair saja yaitu EU dan menggunakan TF M30 dengan acuan Daily, berikut ini penampakannya:
    [​IMG]

    Uploaded with ImageShack.us
    Tools yg saya gunakan yaitu:
    1. LSMA Harian.
    2. SMA serta BB Harian (SD-/+1,2,3).
    3. BSB Harian serta High & Low nya.
    4. Level Control Harian sebagai pengganti KG MACD.
    5. Range Calculator.
    6. Candle Time.
    7. Market Session.
    Last edited: Apr 22, 2012
  3. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Saya yakin semua sudah tahu mengenai Chart Angkringan yg sempat ngetop sekitar lebih setahun yg lalu. Saya memutuskan untuk mencoba kembali untuk memakai chart Angkringan ini karena saya berfikir buat saya kayaknya lebih gampang karena hanya fokus pada satu acuan saja, yang mana menurut saya rules nya jelas dan indikator yg diamati juga tidak banyak jadi mudah-mudahan keputusan saya untuk memakai acuan ini akan memudahkan saya untuk membaca pergerakan harga yg mana dengan pelan-pelan saya akan belajar menerapkan 5 Prinsip Dasar Menganalisa Pergerakan Harga ala KG melalui chart Angkringan ini.

    N.B: Semoga pilihan saya (chart angkringan) ini cocok buat saya pribadi dan tidak kembali berusaha untuk menambah atau mengurangi indikator yg sudah saya tetapkan untuk saya pakai disini.
    :kopi
  4. betmen

    betmen New Member

    Messages:
    18
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Siap mari kita belajar bersama, saya tunggu langkah2 berikutnya om

    duduk manis di depan sambil :kopi
  5. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Indikator.

    Walaupun kita semua sudah paham mengenai semua indikator yg saya pakai disini, tetapi saya akan coba mengulang kembali dan menuliskan sedikit apa yg saya pahami, sekiranya ada penyimpangan saya mohon koreksinya.

    1. LSMA (Least Squares Moving Average).

    LSMA adalah indikator yg berfungsi untuk melihat dimana 'Kesetimbangan Regression' dari sejumlah data harga yg sedang diamati. Karena fungsi LSMA adalah sebagai pengarah yaitu untuk mendeteksi perubahan harga maka yg perlu diperhatikan pertama adalah letak harga terhadap LSMA dan kedua adalah kemiringan dari LSMA tsb. Jadi jika harga berada diatas LSMA dan LSMA terlihat mengarah naik maka kecenderungan harga akan naik lebih besar, dan sebaliknya jika harga berada dibawah LSMA dan LSMA tsb terlihat mulai mengarah turun maka kecenderungan harga untuk down lebih besar.
    Dan satu lagi yg tidak boleh kita lupakan adalah mengenai Sifat atau Hukum Rata-Rata Bergerak dari LSMA: yaitu jika harga sudah jauh dari LSMA maka kecenderungan harga akan kembali mendekati LSMAnya dan sebaliknya jika harga sudah dekat dengan LSMA maka kecenderungannya harga akan menjauhi LSMAnya kembali. (kata temen2 kayak maen YOYO).

    2. SMA dan Standard Deviation (BB).

    SMA (Simple Moving Average) adalah indikator yang menghitung rata-rata bergerak (aritmatik) dari sejumlah data tertentu yang diamati. Sifatnya SMA disini hampir sama dengan sifat LSMA, yaitu jika harga berada diatas nilai rata-ratanya (SMA) maka kecenderungan harga untuk naik lebih besar dan begitu juga sebaliknya, jika harga bergerat dibawah nilai rata-ratanya (SMA) maka kecenderungan harga untuk turun lebih besar. Dan juga yg tidak boleh dilupakan adalah untuk memperhatikan kemiringannya, jika kemiringan SMA tsb turun tajam maka kita tahu bahwa kekuatan harga untuk turun lebih besar dan juga sebaliknya. Serta Hukum Rata-Rata bergerak SMA sama dengan LSMA, yaitu jika harga sudah jauh dari nilai rata-ratanya (SMA) maka kecenderungan harga akan kembali menuju nilai rata-ratanya dan begitu juga sebaliknya.
    Mengenai Standard Deviation atau Bollinger Bands, indikator ini berfungsi untuk melihat seberapa jauh penyimpangan data harga saat ini dari nilai rata-ratanya, jadi misalkan harga sudah berada diluar SD+1 maka kita tahu bahwa kondisi harga saat ini sedang Ubnormal Up dan sebaliknya jika harga berada diluar SD-1 maka kita tahu bahwa kondisi harga saat ini sedang Ubnormal Down. Kalo harga bergerak diantara SD-1 dan SD+1 maka kita juga tahu bahwa pergerakan harga saat itu sedang Normal. Untuk mengetahui kekuatan Ubnormal Up atau Down nya pergerakan harga tsb maka kita bisa mengamati kondisi dari bentuk BB nya, jadi jika BB terlihat mengembang maka kita tahu bahwa pergerakan Ubnormalnya cukup atau sangat kuat. dan sebaliknya jika kondisi BB mulai mengerucut kita tahu bahwa saat itu sedang terjadinya pelemahan pergerakan harga. Dan ada lagi beberapa bentuk BB yg sudah dishare dan dijelaskan oleh teman-teman kita di forum ini, dan itu juga bisa dipakai sebagai panduan untuk mengetahui apa yg sedang terjadi dikondisi pergerakan harga tsb.
    Mengenai SD -/+1,2,3 itu untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data harga yang sedang kita amati, jadi jika harga sudah mencapai SD3nya maka kita tahu bahwa harga sudah mencapai 99, sekian persen dari data harga tsb tetapi ini hanya berlaku untuk kondisi SMA dan BB yang Datar/flat saja, jadi jika pergerakan harga sedang Ubnormal kuat/Trending Strong maka BB SD 2,3 tidak berlaku lagi dan jangan berfikir untuk melakukan OP CT.

    3. BSB (Buyer Seller Balance) dan High Lownya.

    Buyer Seller Balance adalah garis tengah antara nilai terendah dan tertinggi dari sejumlah data yang diamati. Dan garis tengah ini (BSB) berfungsi untuk menunjukan dimana kekuatan Buyer dan Seller berada dalam kondisi seimbang atau sama kuat. Dan indikator ini kita gunakan untuk melihat pelaku pasar mana yang sedang mendominasi market berdasrkan sejumlah data yg kita amati. Jadi intinya jika harga berada diatas BSB maka kita kita tahu bahwa Buyer sedang mendominasi market dan sebaliknya jika harga berada dibawah BSB kita juga tahu bahwa Seller sedang mendominasi market.
    Mengenai High Low disini saya mendefinisikan bahwa jika harga mampu turun dan membuat Low baru maka minat Seller untuk membawa harga turun cukup besar dan juga sebaliknya.atau bisa juga bahwa pergerakan harga yang sedang terjadi di pasar saat itu menunjukkan bahwa akumulasi transaksi Sell yang terjadi lebih besar dari transaksi Buy jadi kecenderungan harga mampu membuat Low baru lebih besar. Dan sebaliknya jika harga terlihat tidak mampu membuat Low baru berarti minat pelaku pasar untuk membawa harga turun lagi tidak ada.

    4. LEVEL CONTROL.

    Level Control disini sebenarnya sama dengan Middle BBnya dari indi KG BSB MACD. Jadi fungsi dari indikator Level Control ini adalah untuk mendeteksi perubahan harga dari data yang diamati atau intinya bahwa indikator Level Control ini akan membantu kita untuk mengetahui apakah harga sedang menjauhi atau mendekati titik acuannya dan juga untuk mengetahui kekuatan dari pergerakan harga tsb. Jadi misalkan harga sebelumnya berada diatas Level Controlnya dan saat ini harga sedang berada dibawah Level Control, kita tahu bahwa sedang terjadinya perubahan harga diacuan tsb dan kecenderungan harga untuk mendekati titik acuan tsb lebih besar, jadi jika harga mau melanjutkan naik, maka harga tsb harus mampu berada kembali diatas Level Controlnya. Dan satu lagi misalkan harga sudah dibawah Level Control dan pergerakan harga masih naik, kita akan tahu bahwa pergerakan harga naik tsb tidak akan berlangsung lama kecuali harga tsb mampu naik dan berada diatas Level Controlnya kembali, jika ini terjadi maka kita tahu bahwa harga sedang melanjutkan kondisi naik sebelumnya.

    5. RANGE CALCULATOR DAILY.

    Range Calculator ini berfungsi untuk menghitung dan memprediksi jarak High / Low yang akan terbentuk setiap hari, jadi intinya untuk mengetahui seberapa jauh pergerakan harga yang sudah terjadi, jadi jika harga sudah mencapai lebih dari 100% dari range hariannya maka kita jadikan ini sebagai warning dan harus berhati-hati, apakah harga akan terus berlanjut atau balek, kita harus tetap berpegang pada analisa TS yg kita pakai, karena masih tidak menutup kemungkinan harga akan bergerak mencapai 150% lebih dari range harian pada saat itu.

    6. CANDLE TIME.

    Indikator ini berfungsi untuk memberitahukan berapa waktu yang tersisa dari pergantian candlestick di Time Frame yg kita pakai.

    7. MARKET SESSION.

    Indikator ini berfungsi untuk mengetahui kapan Open dan Closed Market.

    Salam GGH!:113:
  6. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Makacih om udah nengok, mari belajar bersama.:kopi
    Last edited: Apr 24, 2012
  7. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Pergerakan Harga.

    *[Mengulang lagi]

    A. 4 Pola Pergerakan Harga.
    [​IMG]
    4 Pola Pergerakan Harga diatas itu terus terjadi berulang-ulang dan wajib untuk selalu diingat agar memudahkan kita dalam pengambilan keputusan untuk OP sesuai dengan analisa kita. Suatu contoh harga saat ini sedang Ranging maka kita tahu pergerakan harga selanjutnya yang akan terjadi adalah Trending, entah Trending Down atau Trending Up kita bisa mengamati dari indikator2 yang kita pakai.

    B. 4 Kondisi Pergerakan Harga.
    [​IMG]
    SOP:
    Entry yang aman menggunakan Set Up Angkringan:
    1. Kondisi SR Up/ Down.
    2. Trending Up/Down Medium.
    3. Trending Up/Down Strong.
    *[Sebaiknya OP sedekat mungkin dengan LSMA atau sejauh mungkin dengan LSMA jika LSMA dan BBMA dalam kondisi Datar.]

    :kopi
  8. FXri

    FXri Well-Known Member Staff Member

    Messages:
    2,138
    Likes Received:
    72
    Trophy Points:
    48
    hm...menarik, target tiap OPnya berarti 10 pips ya Om?
    ikutan belajar :kopi
  9. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    iya om,,, target 10poin aja tiap op,,, jatah op dua kali aja sehari.
    hanya mencoba belajar bersabar dan berdisiplin aja om, udah capek ngejar2 banyak poin, karena ujung2nya tetep aja malah minus terus. ane akan nyoba di demo selama sebulan dl, kl hasilnya lbh besar profit daripada loss maka ane akan mulai di real.
    20poin sehari ane yakin sudah cukup utk hidup bersama momongan satu om hehehe tapi asalkan bs konsisten, kl ga ya nebeng dl ke ortu.qqqq
    :kopi
  10. Bumi

    Bumi New Member

    Messages:
    17
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    tes dulu

    sell eu.
    [​IMG]
    hit tp

Share This Page