" "

forexchief

Mr. Yen: Dolar AS Bakal Jatuh ke bawah 100 Yen pada Akhir 2017

Discussion in 'Diskusi Forex' started by ForexSignal88, Feb 7, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 07/02/2017 – Mantan Wakil Menteri Keuangan Jepang Eisuke Sakakibara, yang dikenal sebagai "Mr. Yen" ketika pada 1990-an ia aktif memimpin intervensi mata uang untuk membendung penguatan yen, melihat dolar bisa jatuh di bawah 100 yen pada akhir tahun karena dukungan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan nilai tukar dolar yang lemah. Mr. Yen juga memperingatkan bahwa setiap intervensi Tokyo terhadap aksi jual yen mungkin menjadi kontraproduktif.

    Menurut Sakakibara, Tokyo harus menghindari intervensi bahkan jika nilai tukar yen naik sangat pesat karena melakukan intervensi tidak akan didukung oleh Amerika Serikat. Sakakibara yang sekarang menjadi profesor di Aoyama Gakuin University, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Senin kemarin bahwa peningkatan yen yang bertahap akan bermanfaat bagi perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki basis produksi di luar negeri.

    [​IMG]

    Kemenangan Trump di pemilu AS pada bulan November pada awalnya membawa manfaat ke Jepang karena terjadi peningkatan dolar yang dipicu oleh harapan untuk kebijakan stimulusnya. Pelemahan yen menjadi anugerah tersendiri untuk ekspor Jepang.

    Tetapi kritik Trump baru-baru ini terhadap yen yang lemah telah melemparkan dia ke salah satu risiko terbesar untuk ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor, dengan dolar yang merosot mencapai level terendah 2-bulan di ¥112,08 pada pekan lalu. Perdagangan dan kebijakan mata uang tampaknya akan menjadi poin-poin terpenting pada agenda pertemuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Trump di akhir pekan ini.

    Presiden AS telah mengkritik kurangnya akses ke pasar otomotif Jepang bagi produsen AS dan mengatakan Tokyo menggunakan kebijakan moneter untuk mendevaluasi mata uangnya.

    "Trump menekankan pentingnya pekerjaan di dalam negeri, yang berarti ia perlu untuk meningkatkan ekspor. Untuk melakukannya, sebagai contoh, Trump bersandar pada kebijakan dolar yang lemah, juga mengkritik Jepang yang dianggap mengadopsi kebijakan yen yang lemah," kata Mr. Yen.

    Sakakibara menjelaskan bahwa persepsi Trump terhadap kebijakan dolar yang lemah akan membantu menurunkan mata uang AS dan mungkin memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve akan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya dan mengakhiri stimulus moneter Bank of Jepang yang agresif.

    Tahun lalu, dolar sempat jatuh ke level ¥99 terpicu kekhawatiran Brexit, tapi dengan cepat rebound ke atas ¥118 setelah pemilu Trump. Kini nilai tukar dolar AS berada di ¥112,70 pada hari Senin.

    Pada pertemuan puncak pekan ini, Sakakibara berpendapat bahwa Abe harus tegas saat menyampaikan bahwa Jepang tidak menggunakan kebijakan moneter untuk menargetkan nilai tukar mata uang. Mr. Yen juga menambahkan bahwa Tokyo tidak perlu berkompromi pada isu-isu perdagangan.

    Ini "tidak mungkin" untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan melalui mata uang, terang Sakakibara, yang mewakili Jepang sebagai anggota forum bilateral negosiasi sektor asuransi di tahun 1990-an.

    "Ini adalah masalah ‘lama tapi baru’ yang belum pernah terselesaikan," katanya, mengacu pada isu-isu perdagangan Jepang-AS.

    "Kami melakukan banyak penilaian kembali terhadap yen melalui Plaza Accord (1985), dengan asumsi bahwa itu akan menurunkan ekspor Jepang, namun surplus perdagangan Jepang dan defisit AS tetap terjadi meskipun dolar melemah," kata Sakakibara.

    "Pengalaman menunjukkan bahwa ketidakseimbangan perdagangan belum pernah terselesaikan dengan menyesuaikan nilai tukar mata uang," pungkas Mr. Yen.

    Sumber berita: ForexSignal88, Daily Times, Reuters
    " "

Share This Page