" "

forexchief

Minyak Bertahan dari Gempuran Aksi Ambil Untung Sesaat

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Mar 30, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 30/03/2017 – Pada perdagangan Rabu ini, harga minyak berusaha mempertahankan penguatannya dibantu akan turunnya stok minyak cadangan pemerintah AS nanti malam.

    Masih dengan cerita tarik ulur antara produksi minyak shale AS dengan OPEC dimana menurut kami kondisi ini dapat berlanjut hingga OPEC dengan 11 negara non-OPEC akan membahas masa depan pemangkasan produksi minyak yang telah mereka sepakati untuk dibicarakan esok hari di Kuwait.

    [​IMG]

    Harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Mei di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk perdagangan kemarin ditutup menguat $0,71 atau 1,49% di level $48,44 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Mei di pasar ICE Futures London ditutup naik $0,63 atau 1,24% di harga $51,38 per barel.

    Harapan kenaikan harga minyak masih dapat terjadi bila tuntunan dari kesungguhan OPEC dalam memangkas produksi minyaknya muncul terekspos. Penguatan minyak beberapa waktu lalu hanya sebagai aksi sesaat beli sesaat setelah beberapa pejabat OPEC menyatakan akan meneruskan komitmen pemangkasan produksi minyaknya setelah 6 bulan pertama di tahun ini, dengan catatan bila harga minyak yang sulit untuk membaik.

    Faktor proteksi AS tentu menjadi salah satu isyarat kepada produsen minyak dunia seperti Arab Saudi agar mengurangi produksinya, dimana AS tentu akan mengurangi impornya dan segera memenuhi diri sendiri atau mandiri terhadap pemenuhan kebutuhan energinya dengan melakukan produksi dalam negeri AS yang ditingkatkan.

    Nah di awal pekan ini, 5 negara yang menyepakati pemangkasan produksi minyak telah mengadakan pertemuan awal di Kuwait untuk mempersiapkan pertemuan resminya di Kuwait 30 Maret ini. Kuwait, Aljazair, Venezuela dan 2 anggota non-OPEC, Rusia dan Oman, telah menyepakati secara tidak resmi bahwa pihaknya menginginkan pemangkasan produksi minyak berlanjut setelah 6 bulan pertama.

    Itupun dipertegas oleh Menteri Minyak Iran, Bijan Sanganeh bahwa nuansa kelanjutan pemangkasan produksi minyak ini akan berlanjut setelah Juni nanti. Namun kita ketahui bahwa tidak semua anggota OPEC dan 11 negara non-OPEC yang ikut menyepakati pemangkasan produksi mintak di November 2016 lalu telah benar-benar melakukan pengurangan produksinya. Inilah celah bagi investor untuk melakukan sisi jual di minyak dan menghambat kenaikan harga selama ini.

    Faktor sedikitnya menurunnya produksi minyak Libya sebagai dampak penutupan blok Sharara dan Wafa telah berhasil mengangkat harga minyak dimana kedua blok minyak ini merupakan penghasil 1/3 minyak secara keseluruhan dari Libya, sehingga Libya tidak ikut dalam pemangkasan produksi 1,8 juta barel per hari, namun suplai dunia akan sedikit terganggu.

    Tampaknya pula kondisi stok minyak AS yang akan dirilis EIA nanti malam akan mengalami penurunan karena cuaca ekstrem di AS sehingga membutuhkan produksi dan impor minyak.

    Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Reuters, MarketWatch, Investing

    Sumber gambar: NBC News
    " "

Share This Page