" "

forexchief

Mencoba Menaiki Gelombang Harga Ala Wong Ngapak

Discussion in 'Jurnal Trading' started by Petani Forex, Jul 17, 2011.

Share This Page

  1. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Jurnal ini saya buat sebagai rekam jejak trading sehari hari kami (KGers Cilacap).
    Tapi pintu terbuka lebar kepada dulur-dulur kabeh tuk memberikan saran dan kritik.

    Sebenarnya motivasi saya membuat jurnal ini karena saya merasa ada sesuatu yang terlewati ketika membaca. Meskipun telah menghabiskan ribuan halaman membaca tulisan KG,saya merasa ada missing link. Sehingga saya sekian lama trading hasilnya masih belum cukup memuaskan.

    Ana apa kiyeee???? saya mencoba mencari missink link tersebut dan mencoba membawanya ke permukaan. Walopun sebenarnya dari dulu ada di depan mata...

    :cz38:

    nanti sambung lagi....
    " "
  2. andros77

    andros77 Member

    Messages:
    388
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    18
    ikutan

    amankan pertamaxxxxxxx........:ngacir:
    ngikut belajar surfing gelombang om :cz38:
  3. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Langsung bae ke tekape...

    Pertama saya akan copas tulisan guru kita KG di rumah lama.
    Mungkin teman-teman bacanya terlalu cepat jadi ketika ada yang menjelaskan ulang hal tersebut terasa sebagai sesuatu yang baru.

    here we go...

    Berarti BB yang akan kita gunakan periode nya harus selalu sama dengan periode titik acuan pergerakan SMA yang kita gunakan dong? Yup ... bener banget periodenya sama dengan periode SMA yang kita gunakan sebagai titik acuan. Dan kita hanya menggunakan BB jika ada titik acuan pergerakan yang kondisinya Flat saja, jadi kita tidak akan menggunakan BB pada saat pergerakan SMA yang kita gunakan sedang dalam keadaan trending.
    (ini ada yang nanya di PM)

    Mari kita lanjutkan....
    Dari BB 480 yang kita plot di chart TF H1 GBP/USD perhatikan bahwa sejak tanggal 22 Januari GBP/USD bermain-main di area BB 480. Dan kondisi harga saat ini GBP/USD sudah menyentuh upper line BB 480... kita lihat SMA 480 juga masih dalam kondisi flat. Pertanyaannya, apakah GBP/USD sudah mencapai pergerakan maksimumnya berdasarkan titik acuan SMA 480 ? Nah, dari teori tentang Standard Deviation tadi kita tahu bahwa harga sudah mencapai 96.5% dari harga yang mungkin dicapai GBP/USD berdasarkan SMA 480....

    Lalu apakah kita bisa langsung memprediksi bahwa harga akan bergerak turun jika harga saat ini sudah berada di bawah Upper Line BB 480 kembali? Kita tidak bertindak berdasarkan posisi harga tetapi kita tetap menggunakan titik-titik acuan untuk mengambil tindakan. Jadi kita bisa memprediksi harga akan bergerak turun jika SMA 24 yang menggambarkan pergerakan harian juga bergerak turun atau garis SMA nya mengarah ke bawah (Pointing Down).

    Lalu bagaimana kita tahu bahwa harga tidak akan berbalik ke atas atau naik kembali? Amati garis SMA 24.... kita bisa memprediksi bahwa harga akan bergerak naik hanya jika garis SMA 24 menembus Upper Line BB 480. Perhatikan ketika harga bermain-main di area BB 480, bukankah SMA 24 tidak pernah menembus Upper atau Lower BB 480 ? INGAT SMA 24 menggambarkan pergerakan harian !!!

    Lalu seandainya turun berapa jauh harga akan turun? Yang jelas target pertama kita adalah SMA 480... tetapi kita baru bisa memastikan harga akan bergerak kesana jika harga berada di bawah SMA 120 dan SMA 24 juga berada di bawah SMA 120.

    (segini dulu... nanti kita lanjut yah...)

    KG

    Kalimat yang saya bold itu adalah cara kita melihat kondisi harga di titik acuan.
    Coba cermati dulu. Mungkin ini salah satu missink link tersebut... :cz22:

    Saat itu teman saya ada yang tanya,,,yang dipake itu sebenarnya BB berapa sih??? 1 atau 2???? nanti kita sambung lagi,,,karena jawabannya pun telah diberikan oleh guru kita. Cm saya lupa letaknya dimana?? jadi harus buka kitab dulu... :cz38:
  4. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Asem,,,mas Andross banter banget...
    Mesti numpak jetski yah??? qqqqqq....
  5. de_gatra

    de_gatra Member

    Messages:
    235
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    sambil:cerutu: + :kopi::kopi: hehehehehe......
    :army: ikuttt nyimaksss
  6. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    wew,,,ana komandane. Monggo pinarak ndan...

    Monggo kopine Ndan...:kopi:
    Sesajene seanane bae ya Ndan??? :cz38:

    Trims Ndan dah mampir... :salut:
  7. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Nah,,ini dia penjelasan dari suhu kita untuk yang masih ada pertanyaan sebenarnya SD 1 atau 2 yang dipake???

    Yup.. coba pikir kenapa Mr. Bolingger membuat standard BB dengan period 20 dan standard deviasi 2...?

    Hehehehe pertama Mr. Bolingger menganalisanya di chart Daily (D1).. period 20 di asumsikan sebagai jumlah data dalam satu bulan dan standard deviasi 2 di gunakan untuk membuat batas pergerakan harga. Mengapa 2 karena secara statistik di ketahui bahwa dengan nilai SD 2... 96,5% data akan berada di antara dua batasnya... itu saja... Tapi sayang beliau tidak menjelaskan di buku maupun e-booknya bahwa 96.5% ini berlaku ketika data terdistribusi secara normal. Maksudnya dalam kondisi flat lah bahasa kitanya... dan tidak berlaku ketika harga bergerak dengan distribusi tidak normal... (walah..mudahan ngerti bu... saya berusaha maksimal menggunakan bahasa yang mudah dimengerti..)

    Coba amati indicator-indicator standard... kenapa Stochastic setting aslinya 5-3-3, kenapa RSI 14 dan lain sebagainya.... Celakanya kebanyakan kita hanya asal pakai tanpa mencoba mencari tahu kenapa setting 5-3-3 defaultnya dan lain sebagainyalah... seandainya kita mencoba cari tahu aja.. banyak informasi yang kita peroleh... apalagi kalo kita memahami dasar-dasar perhitungan di balik indicator-indicator tersebut... yang jelas mereka luar biasa.. hebat bisa menghasilkan indicator-indicator itu...

    Makanya saya sedih, kalo ada yang bilang ah Stoch jelek, MACD kacrut, MA telat... dan lain sebagainya. Kenapa.. ? Yah itu... orang yang ngomong seperti ini sebetulnya gak tahu apa-apa.. Biasa kan bu, tong kosong nyaring bunyinya...

    Halah .. kok jadi ceramah... qqqqqqqqqqqq biar lah yah biar di baca ama temen-temen yang lain.. Tapi ibu sudah melakukan hal benar dengan mempertanyakan itu... artinya ibu sedang menggali dan mencari apa di balik BB... pertahankan bu.. terus berusaha mencari informasinya sebanyak mungkin.. bisa baca dari e-book, buku-buku, bertanya seperti ini dan lain sebagainya... hehehehehe (Kayaknya pelampisan kebiasaan ngoceh di MV neh...)

    KG


    Ketemu jawabannya???? klo belum,,coba baca berulang-ulang,,,sampe lecek deh klo bisa kertasnya.... :cz29:
  8. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Kebuuuuuuuuuuutttt....

    Berikut saya copas penjelasan KG mengenai kondisi FLAT.
    Untuk yang masih sering bingung (termasuk saya) mengenai kondisi FLAT,,,maka diplototin gambarnya,,, hiks... saya kejam :cz30:


    Sekali lagi masalah Trending dan Flat Market neh... kuncinya ada di flat market ... Nah.. bagaimana kita dapat mengetahui kondisi Flat market sedang di mulai di sebuah titik acuan... sebelum MA acuan kita tersebut benar-benar flat ?. Bukankah jika kita mengetahui tanda-tandanya lebih dini, maka banyak hal yang dapat kita lakukan dengan trading kita ? Tetapi kapan kita tahu nya bahwa Flat Market terjadi? Tentu saja selama ini kita tahu setelah semuanya terjadi...

    Nah, apakah kita dapat mendeteksi tanda-tandanya lebih dini sebelum situasi Flat bener-bener terjadi? Bisa... Begini, di awal saya sudah menyinggung masalah Standard Deviation. Dan kita sudah tahu bahwa sekelompok data yang terdistrubisi secara normal maka nilai Standard deviation nya = 1 (Ringkasnya begini lah... saya gak mau njelimet ngomong dengan bahasa math atau statistik). Dan jika data bergerak dalam rentang normal distribusinya berarti tidak ada "sesuatu" yang menyebabkan data-data tersebut menjadi tidak normal. Dan kita juga sudah sepakat bahwa kondisi Flat adalah kondisi data bergerak secara normal dan kondisi Trending adalah kondisi data bergerak abnormal.

    Nah.. sampai di sini lalu gimana cara kita melihatnya di chart kita...
    Coba Anda amati gambar GBPJPY di bawah ini... Garis titik-titik warna Lime ada BB 96 dengan Standard Deviation 1. Amati, bukankah ketika Trending terjadi data harga bergerak di luar SD 1 dari BB 96 ? Dan ketika data harga mulai memasuki SD 1 bukankah selanjutnya terjadi kondisi Flat di MA 96.... Jadi ketika harga bergerak trending amati apakah harga sudah memasuki area SD1 dari MA-MA acuan kita... proses terjadinya selalu bertahap .. mulai dari MA acuan kecil kita terus ke MA acuan besarnya... (Gak percaya plot deh.. MA kita dan plot juga di masing-masing MA tsb BB yang sesuai MA tersebut).... hehehehehehe

    Ini aja deh.. ringkas but powerfull... yang jelas jika Anda simak baik-baik inilah "sesuatu" yang di cari banyak trader... hahahahahahahahahahahaha

    KG

    [​IMG]
  9. Petani Forex

    Petani Forex Contributor

    Messages:
    527
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Sell Upper Buy Lower

    Semua KGers pasti sangat tau dengan rule Sell Upper buy lower kan???
    Tapi pahamkah????? (pertanyaan tuk diri sendiri).

    Mau sell di upper dan buy di lower di acuan yang mana nih???????

    Berikut contoh dan penjelasan dari guru kita KG (I Love KG)

    Catatan Tambahan

    --------------------------------------------------------------------------------

    Sedikit menambahkan dan mengulang lagi........
    Mengenai kondisi Flat... ini sangat penting untuk diingat bahwa jangan sekali-kali menggunakan trend MA yang sedang dalam kondisi Flat sebagai patokan utama.. (baca lagi di halaman awal topic ini defenisi Flat). MA yang dalam kondisi flat... kita gunakan untuk menset batas-batas dengan menggunakan BB.

    Lalu MA mana yang harus kita pegang sebagai patokan? Gunakan MA yang lebih tinggi sebagai patokan dan MA yang lebih kecilnya sebagai pengarah.. tetapi fokus saja kepada MA yang lebih kecilnya ... karena MA yang sedang Flat ini akhirnya akan mengikuti kemana MA yang lebih kecil bergerak... Cobalah amati jika BB upper atau Lower dari MA yang Flat breakout makan MA atau Middle BB ini akan mengikuti arah MA yang kecilnya....

    Kondisi Flat adalah kondisi ideal untuk entry... mungkin bertentangan dengan apa yang banyak digembar-gemborkan di luar sana.. bahwa kita harus menghindari kondisi Flat.. bagi saya kondisi Flat adalah kondisi yang saya cari.... Begitu juga seperti pertanyaan gimana caranya masuk di kondisi trending? Perlu diingat masuk di kondisi trending itu sangat berbahaya... (ini juga bertentangan dengan apa yang diajarkan di luar sana).. Kenapa? karena kita tidak pernah tahu apakah trending ini akan berakhir atau terus...

    Lalu gimana masuknya yang aman?
    Begini, katakan yang kita maksud dengan trending adalah pergerakan harian... kapan kita masuk? Lihat pergerakan 8 jam-an, 4 jam-an dan 1 jam-an nya ... tunggu atau cari diantara ketiga titik pergerakan yang lebih kecil ini yang sedang dalam kondisi Flat... buat BB nya dan masuk lewat sana dengan aturan BB nya tentu saja...

    Mudahan ini jadi lebih jelas sekarang....

    KG

    Ini contoh pictnya pair GU 13-6-2011

    [​IMG]
    Last edited: Jul 18, 2011
  10. de_gatra

    de_gatra Member

    Messages:
    235
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    om Petani.... boleh usul ngga saya....?

    usulnya : kalau bisa jangan kebanyakan copas... bukannya bosan baca... tapi kayanya saya sudah punya... tinggal bilang ke saya halaman berapa berapanya... kayanya kita kita lebih enak membaca, menyimak dan mempelajari yang om Petani sharing.. maaf ini hanya sekedar usul...:smiley_beer:

Share This Page