" "

forexchief

Market News - IMFutures

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by IMFutures, Sep 18, 2013.

Share This Page

  1. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    18 September 2013

    Dollar Masih Berada di Level Rendah Jelang Keputusan Pertemuan Fed


    Dollar masih bergerak di dekat level terendahnya di dalam tiga minggu terhadap euro menjelang keputusan pertemuan dua hari yang diselenggarakan oleh Federal Reserve. Para pengambil kebijakan hari ini akan memutuskan apakah bank sentral akan memangkas dana pembelian obligasi yang saat ini adalah sebesar $85 milyar.

    Menurut survey yang dilakukan oleh Bloomberg News terhadap beberapa ekonom, ada kemungkinan Federal Open Market Committee akan mengurangi pembelian Treasury menjadi $40 milyar, namun mereka akan tetap membeli sekuritas berbasis hipotek sebesar $40 milyar. Bloomberg US Dollar Index terpantau berada di kisaran 0,2 persen dari level terendahnya di dalam lima minggu.

    Sementara itu, dollar New Zealand masih berada di level kuat setelah negara tersebut mencatat defisit akun berjalan yang lebih kecil daripada yang diperkirakan oleh para ekonom.

    Pasar saat ini menanti keputusan pertemuan FOMC. Jika Fed memutuskan untuk tidak jadi melakukan pemangkasan stimulus, dollar akan rentan terhadap aksi jual. Namun dollar kemungkinan besar akan menguat jika pemangkasan tersebut jadi dilakukan.

    Para pengambil kebijakan di Federal Reserve telah bertekad untuk menjaga tingkat suku bunga acuan di level rendah selama tingkat pengangguran masih berada di atas 6,5 persen dan perkiraan inflasi masih tidak melebihi 2,5 persen. Hari ini, bank sentral tersebut akan merilis proyeksi ekonomi 2016, termasuk perkiraan perkembangan tingkat suku bunga acuan.

    ***

    Nikkei Sentuh Level Terkuat 8 Minggu

    Nikkei menguat ke level tertingginya di dalam delapan minggu, dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve hanya akan melakukan pemangkasan yang tidak terlalu besar pada program stimulusnya dalam keputusan dalam pertemuan dua hari yang telah diselenggarakan sejak kemarin.

    Nikkei menguat sebesar 1,9 persen hingga ke level 14577.93 pada pertengahan sesi perdagangan pagi setelah sempat naik ke level 14578.34 yang merupakan level tertinggi sejak 25 Juli. Untuk jangka pendek, resistance teknikal Nikkei terlihat di kisaran 13606.66, yang merupakan level koreksi 68 persen berdasarkan pergerakan dari harga tertinggi di bulan Mei hingga harga terendah di bulan Juni.

    “Pasar telah mulai melihat kemungkinan bahwa Fed akan mulai memangkas stimulus namun efeknya diperkirakan akan terbatas,” demikian menurut Hikaru Sato, analis teknikal senior di Daiwa Securities.

    Federal Open Market Committee memulai pertemuan hari Selasa kemarin untuk mendiskusikan apakah mereka akan memangkas stimulus sebesar $85 milyar. Banyak investor berharap bahwa ketua Fed Ben Bernanke pada hari Rabu mendatang akan mengumumkan bahwa pemangkasan yang akan dilakukan tidak terlalu besar, yaitu $10 milyar per bulan. Pasar juga berharap akan adanya sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Pasar global telah terpukul dalam beberapa bulan terakhir karena meningginya spekulasi pemangkasan stimulus Fed, yang juga didukung oleh aset yang lebih beresiko dalam beberapa tahun terakhir.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :
    [​IMG]
    " "
  2. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    19 September 2013

    Fed Menahan Diri Untuk Memangkas Stimulus

    Federal Reserve di luar dugaan memutuskan untuk tetap mempertahankan stimulus sebesar $85 milyar untuk pembelian obligasi, karena mereka membutuhkan bukti lebih banyak bahwa perbaikan ekonomi di Amerika Serikat memang telah berkelanjutan.

    “Kondisi sektor tenaga kerja hari ini masih jauh dari harapan kita,” demikian ujar Ketua Ben S. Bernanke dalam konferensi pers hari ini di Washington setelah pertemuan dua hari Federal Open Market Committee. “Komite khawatir bahwa pengetatan kondisi finansial yang cepat di dalam beberapa bulan terakhir akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.”

    “Tidak ada jadwal pasti, saya benar-benar harus menekankan hal tersebut,” lanjut Bernanke. “Jika data mengkonfirmasi proyeksi kami untuk pertumbuhan ekonomi dan sektor tenaga kerja, maka mungkin kita akan mulai di akhir tahun ini.”

    Di tempat terpisah, Chris Rupkey, kepala ekonom Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. yang berkantor di New York mengatakan, “Sepertinya Fed telah me-reset ekspektasi mengenai apa yang ingin mereka lihat sebelum mereka memulai pemangkasan.”

    ***

    Kebijakan Fed Kejutkan Pasar, Nikkei Sentuh Level Tertinggi 8 Minggu

    Nikkei naik ke level tertingginya di dalam delapan minggu di hari Kamis pagi, dipimpin oleh saham-saham komoditi setelah Federal Reserve mengejutkan pasar dengan menunda pemangkasan stimulus moneternya. Nikkei menguat 1,2 persen ke 14675.41 pada pertengahan sesi pagi setelah sempat bergelora di level 14686.20 yang merupakan level tertinggi sejak Juli. Setelah spekulasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan mengenai arah kebijakan Fed, keputusan untuk tidak memangkas stimulus memicu rally pada aset-aset beresiko yang telah didukung oleh kebijakan moneter longgar Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. “Para trader saham global, trader valas dan komoditi, semuanya melepas posisi mereka,” demikian menurut Norihiro Fujito, ahli strategi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, menambahkan bahwa Nikkei mungkin bisa mencoba untuk mencapai level tertinggi Juli di 14953.29 dalam waktu dekat jika pasar negara berkembang tetap mempertahankan performa penguatan. Mata uang dan saham di negara-negara berkembang terhantam dalam beberapa bulan terakhir karena adanya kekhawatiran bahwa pemangkasan stimulus Fed akan memicu pernarikan modal besar-besaran dari negara mereka. Bursah saham Amerika Serikat mengalami rally ke rekor tertinggi di hari Rabu setelah Fed menyatakan bahwa mereka ingin menunggu bukti-bukti yang lebih kuat bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat benar-benar solid, sebelum mereka memutuskan untuk memangkas stimulus. Lebih dari itu, Ketua Fed Ben Bernanke menilak untuk berkomitmen akan mengurangi stimulus tahun ini.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :

    [​IMG]
  3. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    20 September 2013

    Bursa Asia Jeda Pasca Rally Yang Dipicu Fed

    Bursa Asia mengalami jeda di hari Jumat seiring para investor kembali memperhatikan prospek kebijakan Federal Reserve, sehari setelah keputusan bank sentral terkuat di dunia itu memicu rally global pada aset-aset beresiko dengan keputusan yang di luar dugaan dengan mempertahankan program stimulus. Dollar beranjak dari level terendahnya di dalam tujuh bulan terhadap mayoritas mata uang utama dunia sementara obligasi US Treasury menguat setelah beberapa data ekonomi mengisyaratkan bahwa masih ada kemungkinan Fed dalam waktu dekat akan mulai memangkas stimulusnya. “Meskipun keputusan di hari Rabu mengejutkan, banyak pelaku pasar berpikir bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan melakukan pemangkasan stimulus di kisaran Oktober-Desember,” demikian menurut Daisuke Uno, kepala ahli strategi di Sumitomo Mitsui Bank.

    Nikkei 225 naik 0,2 persen di awal perdagangan, sementara indeks Australia .AXJO sedikit melunak. Bursa di Cina dan Korea Selatan tutup terkait hari libur musim semi. Keputusan Fed yang mengejutkan di hari Rabu memicu rally di bursa saham dunia, komoditi dan mata uang yang beresiko karena sentimenm yang dipicu oleh prospek murahnya dollar mempengaruhi pasar untuk jangka waktu yang panjang. Meskipun demikian, ekspektasi pemangkasan stimulus Fed tetap bertahan karena data ekonomi di hari Kamis menunjukkan bahwa penjualan rumah di Amerika Serikat bergelora di bulan Agustus, hingga ke level tertinggi di dalam 6 ½ tahun. Selain itu pabrik-pabrik meningkatkan produksinya di area Mid-Atlantic di bulan ini.

    ***

    Dollar Menguat Seiring Meredanya “Kejutan Fed”

    Dollar menguat dari level terendahnya di dalam tujuh bulan terhadap mayoritas mata uang utama dunia seiring para investor melepas posisi bearish akibat keputusan Federal Reserve yang mengejutkan dengan menahan stimulus. Penguatan ini terjadi seiring menguatnya obligasi US Treasury setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat memperlihatkan bahwa pasar yang menguat, yang telah menjadi perhatian Fed, hanya sedikit mempengaruhi perekonomian. Akibatnya indeks dollar menguat ke level 80.365, naik dari level terendah tujuh bulan di 80.060 ketika mengalami kejatuhan di hari Rabu lalu.

    Terhadap yen, dollar pulih ke level 99.50, beranjak dari level terendah Rabu di 97.76. Euro terkoreksi dari level tertingginya di dalam 7 ½ bulan. Rebound dollar ini juga menghantam dollar Australia ke level 0.9445, turun dari level tertinggi tiga bulan yaitu 0.9530. “Kami kira dollar kemungkinan besar akan cepat memulih terhadap mata uang negara G10,” demikian menurut catatan seorang analis di BNP Paribas.

    Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis di hari Kamis memperlihatkan bahwa penjualan rumah mengalami peningkatan di bulan Agustus ke level tertinggi di dalam 6 ½ tahun serta naiknya produksi di pabrik-pabrik yang berada di kawasan Mid-Atlantic bulan ini. Hal tersebut memperkuat tanda-tanda bahwa perekonomian mulai memperoleh momentum positif yang kemungkinan besar akan mempertahankan spekulasi bahwa Fed akan tetap melakukan tapering.

    Rabu lalu Fed mengejutkan pasar karena memutuskan untuk menahan program stimulus dalam bentuk pembelian aset sebesar $85 milyar per bulan dan memberikan komentar yang sangat dovish, padahal perkiraan pasar adalah bahwa Fed akan melakukan pemangkasan stimulus sekitar $10 milyar.
    “Kami sekarang memperkirakan bahwa Fed akan mulai melakukan pemangkasan suku bunga di bulan Desember 2013, untuk diselesaikan di bulan Juni 2014, dengan kenaikan suku bunga pertama di bulan Juni 2015,” demikian menurut seorang analis di Barclay Capital.

    Banyak pihak akan kembali memperhatikan data ekonomi AS untuk mengukur kekuatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan oleh karenanya akan menjadi sinyal yang mendukung pemangkasan stimulus oleh Fed. Tidak ada data ekonomi penting di hari Jumat ini, maka pasar akan fokus pada pernyataan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Koda dan komentarnya mengenai keputusan Fed.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :

    [​IMG]
    Last edited: Sep 20, 2013
  4. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Open booth & Edukasi IM Smart dari IMFutures untuk warga Bekasi & sekitarnya

    Buat warga Bekasi dan sekitarnya, kunjungi booth IMFutures yang ada di Main Lobby Ground Hall Bekasi Cyber Park, Jl. K. H. Noer Alie No.177 Bekasi Selatan. Booth akan ada sampai dengan hari Jumat, 27 September 2013 dari pukul 11.00 – 20.00 WIB. Di sini Anda bisa konsultasi langsung untuk mengetahui produk investasi apa yang terbaik untuk Anda dan juga bisa langsung mencoba simulasi trading online yang ada di IMFutures.

    Ikuti juga edukasi IM Smart yang bertemakan “Mendulang Emas Secara Online” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 September 2013 pukul 14.00 – 16.00 WIB, dengan pembicara yaitu Rizal Perwira (Head of Research and Education IM Futures) dan juga Radityo Setyo Wibowo (Market Strategist). Edukasi IM Smart ini akan diselenggarakan di Restoran Wulansari I, Jl. Kemakmuran no. 46-47 Bekasi Selatan (Sebelum Rumah Sakit Hermina). Gratis!!

    Informasi lebih lanjut hubungi Donna - 081318662949.
  5. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    23 September 2013

    Saham Asia Menguat Setelah Data Manufaktur China Di Atas Ekspektasi

    Saham saham di Asia menguat, dengan indeks regional mendekati level tertinggi dalam empat bulan, setelah data HSBC Flash Manufacturing PMI China melonjak lebih dari perkiraan, naik menjadi 51.2 . Sementara itu, perdagangan di pasar Hong Kong ditunda karena badai.
    “Ini indikasi ekspansi berkelanjutan,” kata Hao Hong, Hong Kong-based strategist di Bank of Communications Co, kepada Bloomberg TV. “Selama kita terus melihat ekspansi ekonomi, ekspektasi depresi ekonomi akan berbalik, dan positif bagi pasar.”
    Indeks MSCI sia Pacific naik 0.2 persen menjadi 470.35 pada pukul 00:41 di Sydney, mencapai level tertinggi empat bulan pada 19 September setelah Federal Reserve mempertahankan program pembelian obligasi. Sementara itu, Pasar Jepang libur karena memperingati Autumnal Equinox Day.
    Index S&P/ASX 200 Australia turun 0.4 persen, indeks Kospi Korea Selatan naik 0.4 persen, dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0.8 persen.

    sumber : bloomberg

    ***

    Euro dekat Tertinggi 7 Minggu VS Dollar Karena Markel Menang

    Euro berada 0.3 persen dari level tertinggi tujuh bulan terhadap dolar, setelah Angela Merkel memdapatkan dukungan luar biasa dari para pemilih Jerman.
    Sementara itu, Greenback turun terhadap yen dikarenakan pasar menilai Federal Reserve akan mengurangi pembelian obligasi. Federal Open Market Committee voting member William C. Dudley dijadwalkan untuk berbicara pada hari ini, setelah komentar dari Bank of St Louis, James Bullard mengindikasikan langkah pada bulan Oktober adalah mungkin. Dolar Australia naik setelah indeks manufaktur China lebih kuat dari pada perkiraan analisa.

    “Ini adalah suara yang mendukung Merkel dari pada suara yang mendukung perubahan besar,” kata Steven Englander, Citigroup Inc.’s global head of G-10 currency strategy di New York. “kemungkinan besar Merkel akan memerintah dalam koalisi besar dengan Partai Sosial Demokrat, jadi itulah euro sedikit positif, karena pemerintah akan agak lebih ramah kepada negara-negara kecil di Zona Euro.”
    EUro diperdagangkan pada kisaran $ 1.3527 pada pukul 10:10 di Singapura dari sebelumnya di level $ 1.3524 pada akhir pekan lalu, dekat tujuh bulan tinggi di level $ 1.3569 yang di sentuh pada tanggal 19 September. Euro tergelincir 0.2 persen ke level 134.11 yen. Euro telah menguat 2.5 persen tahun ini terhadap greenback, dan 17 persen terhadap yen.

    Sedangkan Dolar tergelincir 0.2 persen ke level 99.14 yen. Pasar Jepang ditutup hari ini untuk hari libur nasional.

    sumber : bloomberg

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :


    [​IMG]
    Last edited: Sep 23, 2013
  6. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    24 September 2013
    Bursa Asia Melemah, Fed Dituding Jadi Penyebab

    Bursa Asia dibuka melemah di hari Selasa sementara mata uang juga bergerak di range sempit. Langkanya berita ekonomi membuat para investor harus mencerna proyeksi kebijakan moneter di Amerika Serikat dan Eropa.
    Menyusul Wall Street yang agak melemah, indeks Asia Pasifik selain Jepang melemah 0,4 persen. Nikkei di Tokyo melemah juga 0,3 persen dengan volume perdagangan yang sangat kecil.
    Para pedagang cenderung menyalahkan ketidakpastian Federal Reserve terkait waktu pelaksanaan pemangkasan stimulus yang semestinya diputuskan pekan lalu, ketika mereka memutuskan untuk mempertahankan program stimulus sebesar $85 milyar per bulan.
    Pergerakan mata uang juga tidak terlalu aktif. Euro diperdagangakan di kisaran 1.3491, tergelincir 0,2 persen di hari Senin. Dollar dan euro melemah terhadap yen.

    ***
    Dollar Masih Lemah, Stimulus Fed Turunkan Permintaan

    Dollar masih lemah pasca penurunan dalam dua hari terhadap yen seiring semakin dekatnya pemerintah Amerika Serikat dengan akhir perdebatan dengan parlemen mengenai batasan hutang.
    Dollar melemah terhadap 16 mata uang utama dunia menjelang pidato Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Sandra Pianalto, setelah kemarin Presiden Fed New York William C. Dudley mengatakan bahwa perekonomian masih membutuhkan dukungan. Euro masih bergerak di level rendah menjelang pidato anggota Dewan Gubernur European Central Bank Ewald Nowotny.
    “Pasar masih melihat isu-isu terkait situasi fiskal Amerika Serikat,” demikian menurut Emma Lawson, ahli strategi forex di National Australia Bank Ltd yang berbasis di Sydney. “Dollar sepertinya tidak akan menguat dalam jangka pendek akibat keputusan Fed dan proyeksi fiskal.”
    Dollar bergerak di kisaran 98.71 terhadap yen pada pukul 10.05 waktu Tokyo, setelah sempat melemah 0,6 persen dua hari sebelumnya. Terhadap euro, dollar diperdagangkan di kisaran 1.3495 setelah kemarin sempat menguat 0,2 persen hingga ke kisaran 1.3493 yang merupakan penguatan terbesar sejak 5 September.
    Di bulan ini dollar telah melemah 2 persen terhadap euro dan telah melemah 3,6 persen di kuartal ini, yang merupakan pelemahan terburun sejak Maret 2011. Namun terhadap yen dollar telah menguat sebesar 0,6 persen sejak 31 Agustus.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :
    Last edited: Sep 24, 2013
  7. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    25 September 2013

    Euro Tertekan Karena Data Yang Mengecewakan, Yen Menguat

    Euro tertekan pada perdagangan hari Rabu menyusul data sentiment Jerman yang lebih lemah daripada perkiraan, sementara kekhawatiran mengenai ketidakpastian kebijakan ekonomi di Amerika Serikat mendukung penguatan yen terhadap dollar.
    Para pedagang, yang minggu lalu salah langkah akibat dikejutkan oleh keputusan Federal Reserve yang memutuskan untuk mempertahankan stimulus, juga masih bersikap waspada dan fokus pada data ekonomi karena mereka menaruh perhatian pada berapa lama bank sentral Amerika Serikat akan menunda tapering.

    Ketidapkastian akan proyeksi kebijakan Fed tersebut; juga komentar Presiden ECB Mario Draghi di hari Senin yang menyatakan bahwa ECB siap untuk menyediakan lebih banyak pinjaman jangka panjang untuk menahan penguatan pasar uang; telah menekan dollar dan euro.
    Pernyataan Draghi diperkuat di hari Selasa oleh Ewald Nowotny, anggota Dewan Gubernur ECB, yang mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk ECN untuk keluar dari penanggulangan krisis.

    Euro menghadapi tekanan jual tadi malam setelah data Ifo memperlihatkan bahwa sentiment bisnis di Jerman hanya meningkat tipis di bulan Septembus. Meskipun data tersebut menyentuh level tertinggi di dalam 17 bulan, indeks jatuh karena angka tersebut berada di bawah ekspektasi.

    “Kelihatannya pertumbuhan data ekonomi di zona euro telah melambat. Sebagai tambahan, setelah pemilu di Jerman berakhir, pasar bisa mengabaikan isu-isu yang berada di luar fokus, seperti bantuan lebih lanjut untuk Yunani,” demikian ujar Masafuni Yamamoto, ahli strategi forex untuk Praevidentia Strategy.

    Euro diperdagangkan di level 1.3473 terhadap USD, hanya naik tipis di awal sesi Asia setelah mengalami penurunan 0,4 persen di pekan ini. Terhadap yen, euro diperdagangkan di kisaran 133.05, turun 0,1 persen untuk periode yang sama.
    Dollar diperdagangkan dikisaran 98.73 yen, stabil di hari ini namun sejauh ini telah turun 0,6 persen di pekan ini. Support terdekat terlihat di kisaran 98.30.

    Para pelaku pasar berpendapat bahwa situasi politik di Washington mungkin akan membayangi perhatian akan proyeksi kebijakan Fed.
    “Belum jelas apakah Fed akan memangkas stimulus di bulan Oktober atau Desember. Dan kalaupun di bulan Oktober, rapat kebijakan moneter akan dilaksanakan di akhir Oktober, yang artinya ada perpanjangan waktu. Jadi pasar menjadi kurang sensitif terhadap komentar-komentar Fed,” demikian menurut Yamamoto dari Praevidentia.

    Pergerakan terbesar di awal sesi Asia adalah pergerakan dollar New Zealand yang jatuh 0,4 persen ke level 0.8240 terhadap USD menyusul data yang dikeluarkan pemerintah yang memperlihatkan bahwa defisit perdagangan negara tersebut menyentuh level terparah di dalam lima tahun.

    ***

    Saham-Saham Asia Tergelincir, Dollar Stabil Dalam Range Sempit

    Saham-saham Asia tergelincir dan dollar hanya menguat sedikit di sesi perdagangan Asia di hari Rabu karena meningkatnya perhatian pada ketidakpastian kebijakan Federal Reserve yang membuat para investor ragu-ragu untuk bersikap agresif. “Sentimen masih agak lunak karena para investor tetap berhati-hati di tengah ketidapkastian sikap Fed,” demikian menurut analis di Credit Agricole dalam catatan yang ditujukan untuk klien mereka. “Ketidakpastian tersebut diperparah oleh tenggat waktu yang semakin dekat untuk memutuskan kebijakan fiskal Amerika Serikat dan kami memperkirakan pasar selanjutnya akan lebih fokus pada hal tersebut,” lanjutnya.

    Indeks MSCI untuk saham-saham Asia-Pasifik di luar Jepang tergelincir sekitar 0,1 persen, sementara Nikkei melemah 0,2 persen.
    Dollar sedikit menguat terhadap yen di level 98.76 dan menguat secara fraksional terhadap enam mata uang lainnya. Di Wall Street, pada perdagangan hari Selasa, mayoritas saham-saham AS ditutup melemah, memperpanjang pelemahan mereka yang telah memasuki sesi ke-4. Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,42 persen, Standard & Poor’s 500 Index 0,25 persen, sedangkan Nasdaq Composite Index berhasil menguat tipis sebesar 0,08 persen.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :
  8. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    26 September 2013

    Dollar Dilumpuhkan Kebuntuan Pembahasan Anggaran

    [justif]
    USD harus berjuang di sesi Asia pada hari Kamis, melemah tadi malam karena Amerika Serikat hanya membuat sedikit kemajuan dalam usaha menghindari government shutdown minggu depan atau menaikkan batas pinjaman.
    Turut mendukung pelemahan dollar, obligasi US Treasury tergelincir dilatarbelakangi data mengecewakan yang mendukung prospek kebijakan moneter akomodatif. Data ekonomi yang dirilis di hari Rabu memperlihatkan bahwa pemesanan barang pabrikan tahan lama hampir tidak mengalami peningkatan di bulan Agustus, sementara tingkat penjualan rumah baru di bulan lalu berada di dekat level terendah tahunan.

    Indeks dollar berada di kisaran 80.358, setelah sempat tergelincir 0,3 persen di hari Rabu. Pullback terlihat indeks tersebut berada di dekat level terendah 7 bulan di kisaran 80.060 yang disentuh pada tanggal 18 September, ketika Federal Reserve mengejutkan pasar dengan mempertahankan program stimulusnya yang masif, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan pemangkasan kecil. Sebagian alasan yang digunakan Fed untuk tidak memangkas stimulus adalah karena Fed melihat ada potensi masalah yang berasal dari krisis anggaran AS karena kebuntuan politik.
    [/justif]
    ***

    Pasar Tetap Waspada Amati Perkembangan Washington

    [justif]
    Saham-saham Asia tetap berada di level rendah di hari Kamis karena kurangnya berita ekonomi yang tidak memberikan banyak pilihan bagi para investor selain mengamati pertarungan terkini mengenai pembahasan anggara AS. Indeks MSCI untuk saham-saham Asia-Pasifik di luar Jepang hampir tidak bergerak sebagaimana juga KOSPI. Nikkei melemah 0,5 persen dan saham-saham Asia turun 0,4 persen.

    Dollar AS bergerak melemah terhadap yen dan euro sementara obligasi mendapat keuntungan dari meningkatnya risk aversion.
    Dengan meningkatnya perhatian ada kebijakan moneter AS, para pedagang enggan menaruh perhatian pada isu perdebatan anggaran yang terjadi di Washington. Saat ini Kongres tengah berjuang untuk meloloskan rencana anggaran untuk tetap membiayai pemerintah sampai setelah 1 Oktober, namun hal tersebut lebih kepada upaya untuk memperjuangkan kenaikan batas hutang.

    Menteri Keuangan AS Jack Lew memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan kehabisan kapasitas pinjaman tidak lewat dari tanggal 17 Oktober, namun para analis menganggap bahwa Amerika Serikat tetap akan bisa membayar hutang setidaknya hingga akhir bulan.
    [/justif]
    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :

    [​IMG]
  9. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    27 September 2013

    Klaim Pengangguran AS Turun

    Klaim penganguran di Amerika pekan ini turun 5000 dari pekan lalu meskipun ekspektasi ekonom akan terjadi kenaikan. Kondisi tesebut membantu mengakhiri penurunan saham Amerika yang telah terjadi selama 5 hari berturut-turut.

    Dollar tertahan pada sesi awal perdagangan Asia, setelah angka klaim pengangguran AS dirilis positif. Indeks dolar naik 0.2% pada hari Kamis.
    Kenaikan dolar juga didukung oleh jatuhnya Euro di tengah kekhawatiran kondisi pemerintahan koalisi baru di Itali. Tidak adanya kemajuan perkembangan negosiasi anggaran dan utang di Washington juga dapat merusak risk appetite.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.
    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :

    [​IMG]
  10. IMFutures

    IMFutures Member

    Messages:
    40
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    30 September 2013

    Sentimen Atas USD Masih Negatif

    Sentimen terhadap dollar masih negatif setelah keputusan tak terduga Federal Reserve pada bulan ini mempertahankan program pembelian asset sebesar $85 milyar setiap bulan.
    Data pada hari Jumat pekan lalu menunjukkan sentimen konsumen Amerika turun ke level terendah dalam lima bulan akibat kekhawatiran atas prospek pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.
    Indeks sentiment konsumen jatuh ke level 77.5 pada bulan September sementara bulan Agustus berada pada level 82.1.
    Pekan ini investor akan fokus pada berita US non-farm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat. Berita tersebut menjadi indikasi pemulihan ekonomi yang bisa menjadi bahan pertimbangan apakah The Fed aka memutuskana atau minimal mengurangi atau tetap mempertahankan stimulus dengan skema yang telah berjalan.

    ***


    Nikkei Dibuka Melemah

    Bursa saham Tokyo dibuka melemah tajam pada hari Senin, Nikkei Stock Average terjun 229,45 point dengan harga pembukaan di level 14530.62.
    Nikkei sempat memperlebar penurunan lebih dari 3000 point jatuh di bawah 14500 dalam menanggapi konflik antara Demokrat dan Republik untuk pembahasan anggaran Amerika tahun anggaran fiskal berikutnya. Nikkei turun di bawah 14500 pertama kalinya sejak hari Kamis pekan lalu.
    Penurunan Dow Jones Industrial Average pada hari Jumat dan depresiasi dollar terhadap yen mendorong penjualan mobil dan eksportir lainnya. Saham Tokyo juga tertekan oleh rilis berita industrial production index bulan Agustus yang turun 0.7%.

    ***

    Yuk coba demo account-nya disini atau disini.

    Info lengkap : website

    Atau kontak kami via :

    [​IMG]

Share This Page