" "

forexchief

Makro ekonomi

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by Yukie, Jan 10, 2010.

Share This Page

  1. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    Ini diambil dari forum sebelah dan menurut yukie bagus sekali, membantu kita memahami tentang data2/keadaan ekonomi suatu negara dan hubungannya dengan langkah kebijakan bank sentral negara bersangkutan. semoga membantu.
    KEBIJAKAN MONETER
    Adalah upaya mengendalikan makro ekonomi kearah yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang beredar.
    Yang dimaksud dengan uang beredar adalah nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat.
    Dalam arti sempit (MI): uang kartal (uang kertas + uang logam) dan uang giral atau cek.
    Dalam arti luas (M2) : M1 + deposito berjangka (time deposit)
    Secara teknis yang dihitung sebagai uang beredar adalah yang benar-benar di tangan masyarakat , uang yang berada di tangan bank (bank umum dan bank sentral) , uang logam,uang kertas milik pemerintah tidak dihitung sebagai uang beredar.

    Tiga instrument utama yang digunakan untuk mengatur jumlah uang beredar :

    1. Operasi pasar terbuka : dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah, di Indonesia dilakukan dengan cara menjual/membeli sertifikat bank Indonesia(SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
    Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar pemerintah menjual SBI / SBPU,sehingga uang yang ada di tangan masyarakat akan ditarik dan jumlah uang beredar akan berkurang.
    Jika ingin menambah jumlah uang beredar maka pemerintah akan membeli kembali SBI / SBPU tersebut sehingga dengan membeli maka pemerintah mengeluarkan uang yang akan menambah jumlah uang beredar.

    2. Fasilitas Diskonto : tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral , kebutuhan meminjam dari bank-bank umum ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar , jika ingin menambah jumlah uang beredar maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman (tingkat diskonto) . Dengan tingkat bunga yang rendah maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang akan menjadi semakin besar, sehingga jumlah uang beredar akan semakin banyak. Demikian juga dengan sebaliknya.

    3. Rasio Cadangan Wajib : Jika rasio cadangan wajib diperbasar , maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Misalnya :
    Rasio cadangan wajib mulanya hanya 10 % maka untuk setiap unit deposito yang diterima, perbankan dapat mengalirkan 90 % dari deposito yang diterima oleh perbankan, bila rasio cadangan wajib diperbesar menjadi 20 % , maka untuk setiap unit deposito yang diterima oleh perbankan hanya dapat menyalurkan kredit sebesar 80 %.
    Penurunan rasio akan memperbesar angka multiplikasi uang,berarti akan ,meningkatkan jumlah uang beredar.
    Peningkatan/ penambahan rasio akan memperkecil multiplikasi uang , berarti akan mengurangi jumlah uang beredar.
    " "
  2. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    Kebijakan fiskal

    KEBIJAKAN FISKAL
    Adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomian makro kearah yang lebuh baik dengan jalan mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
    Penerimaan Pemerintah diasumsikan dari :pAJAK (dinotasikan : T)
    Pengeluaran Pemerintah dinotasikan dengan huruf G.

    a. Anggaran Defisit.
    Yaitu : anggaran yang memang direncakan untuk deficit (pengeluaran > penerimaan) contohnya:subsidi BBM.
    Kebijakan anggaran deficit disebut juga kebijakan fiscal ekspansif.
    b. Anggaran Surplus
    Anggaran yang direncakan untuk surplus (penerimaan > pengeluaran) ,dilakukan dalam kondisi perekonomian sedang ekspansi dan terus memanas (overheating) , pemerintah mengerem pengeluarannya untuk menurunkan tekanan permintaaan atau mengurangi daya beli dengan menaikkan pajak.
    Kebijakan anggaran surplus disebut juga kebijakan fiscal kontraktif.

    Kebijakan fiscal dikatakan efektif jika pemerintah mampu mengubah tingkat bunga (r) dan atau output sesuai dengan yang diinginkan oleh pemerintah.
    Last edited: Jan 10, 2010
  3. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    INFLASI
    Definisi inflasi adalah kenaikan harga yang berlangsung terus-menerus dan bersifat umum,sehingga syarat terjadi inflasi adalah : kenaikan harga , bersifat umum , dan terus-menerus.
    Misalnya harga buah mangga naik dari Rp 5000 menjadi Rp 7000 , hal ini belum bisa dikatakan terjadi inflasi karena kenaikan harga buah mangga tidak bersifat umum dan tidak mempengaruhi kenaikan harga barang lainnya. Lain halnya misalnya dengan kenaikan harga BBM yang akan berimplikasi pada kenaikan harga barang konsumsi lainnya.
    Inflasi :
    1. Resesi, inflasi dorongan biaya yaitu terjadi karena kenaikan biaya produksi.
    2. Ekspansi, inflasi tekanan permintaan yaitu terjadi karena dominannya tekanan permintaan agregat.
    3. Stagflasi menerangkan kombinasi dari dua keadaan buruk yaitu stagnasi dan inflasi , stagnasi adalah kondisi dimana tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar nol persen/ tahun. Jumlah output tidak bertambah dan sayangnya kondisi ini disertai dengan inflasi. Stagflasi akan terjadi jika permintaan agregat bertambah sedangkan penawaran agregat berkurang.

    Indikator Inflasi :
    a. Indeks Harga Konsumen / Consumer Price Index (CPI)
    Menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam satu periode tertentu ,dengan menghitung harga barang dan jasa utama , masing-masing diberi bobot sesuai dengan tingkat keutamaannya. Semakin penting diberi bobot semakin besar. Jika IHK semakin besar maka telah terjadi inflasi.

    b. Indeks Harga Perdagangan Besar (Wholesale Price Index / Producer Price Index)
    Jika IHK melihat inflasi dari sisi konsumen maka IHPB/PPI melihat inflasi dari sisi produsen.

    c. Indeks Harga Implicit (GDP DEFLATOR)
    Untuk mendapatkan gambaran inflasi yang sebenarnya, ekonom menggunakan IHI , angka deflator ini diperkenalkan dalam pembahasan PDB /GDP berdasarkan harga berlaku dan konstan , yaitu dengan membandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi nominal dengan pertumbuhan riil. Selisih keduanya merupakan inflasi.

    DAMPAK INFLASI :
    1. Menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat.
    2. Makin buruknya distribusi pendapatan.
    3. Terganggunya kestabilitas ekonomi.

    Dalam pengantar ekonomi mikro sudah dipahami bahwa harga jual suatu komoditas ditentukan oleh kekuatan pasar, interaksi diantara kekuatan permintaan (demand) dan kekuatan penawaran (supply). Nah analogi ini dipakai oleh Keyness dalam analisa inflasi.
    Jumlah produksi total barang dan jasa dalam kondisi keseimbangan merupakan output keseimbangan PDB/GDB (GROSS DOMESTIC PRODUCT). Permintaan dan penawaran yang dianalisis untuk inflasi adalah bersifat agregat / menyeluruh.
  4. fullmetal

    fullmetal Member

    Messages:
    104
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Ikut menyimak bro, silakan lanjutkan..

    Nampang dulu di Page One, walau gak Petamax
  5. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    GDP (GROSS DOMESTIC PRODUCT)
    Gross Domestic Product atau dalam bahasa Indonesianya Produk Domestik Bruto
    adalah total nilai pasar dari barang jadi dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu Negara.
    Terdiri atas : konsumsi (C) , investasi (I),pembelanjaan pemerintah atas barang dan jasa (G),dan ekspor netto (X) yang dihasilkan suatu Negara dalam periode satu tahun tertentu.
    Rumusan : GDP = C + I + G + X
    GDP digunakan untuk banyak tujuan,tetapi yang paling penting adalah untuk mengukur keseluruhan performa perekonomian.
    Jika GDP kuat atau nilainya naik maka mata uang Negara yang bersangkutan akan ikut menguat.
  6. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    CPI (CONSUMER PRICE INDEX)
    Adalah angka indeks yang menunjukkan tingkat barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam satu periode tertentu. Angka tersebut diperoleh dengan menghitung harga barang dan jasa yang utama dikonsumsi oleh konsumen. Bobot paling besar dianggap paling penting. Jika CPI semakin besar maka telah terjadi INFLASI.
    Namun dilihat dari cakupan komoditas yang dihitung dalam CPI kurang mencerminkan tingkat inflasi yang sebenarnya.


    PPI ( PRODUCER PRICE INDEX)
    Jika CPI memandang inflasi dari sisi konsumen , maka PPI memandang inflasi dari sisi PRODUSEN.
    Jika PPI naik maka mata uang Negara yang bersangkutan akan melemah,
    Jika PPI turun maka mata uang Negara yang bersangkutan akan menguat.
    PPI ATAU PRODUCER PRICE INDEX adalah angka –angka index yang tersusun dari banyak komponen dimana komponen yang paling sering digunakan atau dominant diberikan nilai bobot yang semakin besar. Kemudian perubahan-perubahan nilai angka index ini akan memberikan gambaran jika angka meningkat berarti terjadi kenaikan harga dari sisi produsen. Apa yang akan terjadi jika biaya produksi naik ?
    ada beberapa kemungkinan , pertama : harga barang jual akan dinaikkan dan jika ini terjadi secara umum maka disebut terjadi inflasi . Dimana pendapatan masyarakat secara umum adalah tetap dan harga barang secara umum adalah naik , maka “DAYA BELIâ€￾ masyarakat akan berkurang dan ini disebut tingkat kemakmuran masyarakat berkurang.
    Misal : Gaji si –A 1 juta /bulan , biaya total kehidupan Rp 750.000 dengan kenaikan biaya hidup sedangkan pendapatan tetap maka daya beli si A akan berkurang atau kemakmuran si-A akan berkurang. Secara sangat simplenya begitu.
    Kedua , jika harga barang tidak dinaikkan maka ada kemungkinan jumlah produksi semakin diperkecil dan jika ini terjadi pada level makro maka yang terjadi adalah supply agregat menurun sedangkan demandnya tetap , ini sama saja harga barang akan naik (inflasi)
    Ketiga , masih bisa terjadi banyak kemungkinan dari pengurangan asset jika PPI tidak turun dalam jangka panjang maka bisa-bisa pabrikasi mengurangi nilai asset sampai pemecatan pegawai---> terjadi angka pengangguran

    Jadi PPI naik , berarti biaya produsen naik--> indikasi terjadi inflasi---> inflasi terlalu tinggi dinilai buruk bagi perekonomian --->
    jika diasumsikan nilai PPI naik secara continue ---> mata uang melemah---> untuk mengatasinya---> dinaikkannya suku bunga---> mata uang menguat .
  7. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    AVERAGE EARNING INDEX (AEI)
    Merupakan indicator khusus yang dikeluarkan oleh beberapa Negara seperti Inggris dan Kanada dalam mengukur tingkat pendapatan para pekerja dan kaitannya dengan tekanan inflasi Negara tersebut. Jika AEI mengalami kenaikan yang signifikan hal ini menandakan bahwa market sedang mengalami kekurangan tenaga kerja dari sisi kualitas dan kuantitas (tenaga kerja yang memiliki skill tepat sesuai dengan spesifikasi pabrik )
    Kenaikan AEI secara signifikan juga sekaligus memperkuat tekanan inflasi dan kaitannya dengan RETAIL PRICE INDEX (RPI).
    Jika AEI mengalami kenaikan lebih cepat dari RPI ini menandakan upah tenaga kerja meningkat lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan kenaikan harga. Dengan demikian daya beli menjadi lebih baik dan dapat memicu kestabilan sector ketenagakerjaan terutama buruh yang memang sangat sensitive terhadap perubahan harga. Jika sebaliknya AEI mengalami kejatuhan dengan cepat hal ini dapat berpengaruh langsung pada GDP dan meningkatnya jumlah pengangguran.
    Sejak tahun 1990, AEI selalu lebih tinggi dari RPI hal ini disebabkan oleh meningkatnya produktifitas pekerja sehingga memungkinkan para majikan dapat membayar upah yang lebih tinggi tanpa harus menaikkan harga barang yang diproduksinya.
    Sedangkan ketika RPI lebih tinggi dari AEI merupakan masa-masa dimana ekonomi mengalami perlambatan dan menurunnya tingkat kebutuhan akan tenaga kerja.
    Indikator ini dipakai juga untuk menentukan trend inflasi,jika indicator AEI mengalami kenaikan maka nilai mata uang Negara yang bersangkutan akan cenderung menguat dikarenakan kenaikan AEI akan memicu kenaikan tingkat inflasi (karena naiknya kemampuan daya beli) dan berujung pada kenaikan suku bunga ,sehingga cenderung akan memperkuat mata uang Negara yang bersangkutan.
  8. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    TRADE BALANCE
    Trade Balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu Negara dalam suatu periode tertentu.
    Angka positif menunjukkan surplus (ekspor > impor)
    Angka negative menunjukkan deficit (ekspor < impor)
    Jika Trade Balance naik maka mata uang Negara yang bersangkutan akan cenderung menguat.

    TOKYO CPI excl. FRESH FOOD
    CPI Tokyo dikurangi total dari komponen makanan segar,tidak seperti Negara lainnya. Jepang menggunakan Tokyo sebagai indicator awal dalam perkiraan tingkat CPI di negaranya secara keseluruhan.
    Tokyo merupakan salah satu kota dengan penduduk terpadat dan luas di dunia, yang menjadikan kota ini indicator dini bahkan menjadi lebih penting statusnya dalam menentukan nilai tukar YEN karena berkaitan inflasi dan kebijakan suku bunga.
    CPI Tokyo menjadi lebih penting lagi apabila dikurangi dengan komponen makanan segar. Seperti diketahui , sector makanan dan energy merupakan sector yang paling volatile dalam mengukur tingkat inflasi dan seringkali membuat nilai inflasi menjadi bias. Itu sebabnya CPI Tokyo excluded Fresh Food menjadi lebih penting peranannya dibandingkan CPI Tokyo biasa.
  9. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    BEIGE BOOK
    Beige Book merupakan istilah kiasan untuk laporan The FED mengenai ringkasan kondisi ekonomi terakhir.
    Beige Book sendiri dipublikasikan beberapa saat menjelang pertemuan FOMC untuk membahas tingkat suku bunga dan digunakan untuk memberitahukan para anggota meeting perihal perubahan ekonomi sejak meeting terakhir.
    Laporan ini dipublikasikan 8 kali dalam setahun. Setiap bank sentral Negara bagian mendapatkan informasi untuk menyusun Beige Book ini dari setiap bank dan cabang-cabangnya yang berkaitan langsung dengan kegiatan bisnis , para ekonom , praktisi pasar , ataupun sumber-sumber lainnya. Ringkasan dibuat persektor dan distrik.
    Beige Book sendiri dikeluarkan oleh masing-masing anggota FED di tiap kota yaitu :
    Philadelphia, Cleveland, Richmond, Atlanta, Chichago, S.T.Louis, Minneapolis, Cansas City, Dallas , San Fransisco.
    Beige Book dikeluarkan oleh The FED pada hari Rabu/Kamis pukul 02.15 WIB tepat
    Sebelum pertemuan FOMC dalam menentukan tingkat suku bunga. Beige Book hanya dikeluarkan sebanyak 8 kali dalam setahun.
    Pada tahun 2006 , bulan February , Mei , Agustus , Desember , Beige Book tidak dikeluarkan.

    Beige Book memuat berbagai sector perekonomian AS , secara garis besar melampirkan laporan:
    1.Tingkat Konsumsi.
    2.Pariwisata.
    3.Sektor Jasa.
    4.Manufaktur.
    5.Konstruksi dan Perumahan.
    6.Perbankan dan Keuangan.
    7.Sumber Daya Alam.
    8.Agrikultur
    9.Tenaga kerja , upah, dan harga barang.

    Beige Book bukan merupakan salah satu indicator penting yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang. Namun demikian Beige Book semdiri dapat digunakan sebagai laporan bayangan menjelang FOMC meeting untuk memprediksi kebijakan suku bunganya. Kadang Beige Book dapat mempengaruhi volatilitas pasar apabila memang isinya menimbulkan kejutan besar di kalangan analis dan predictor.

    Kelebihan:
    1. Karena dikeluarkan sebelum pertemuan FOMC , Beige Book dapat digunakan untuk memprediksi tingkat suku bunga.
    2. Laporan yang diberikan seringkali bersifat naratif dan tidak terlalu teknis sehingga tergolong mudah untuk dipelajar

    Kekurangan:
    1. Beige Book tidak menampilkan pendapat anggota FOMC dan hanya menampilkan data factual saja. Dengan demikian seringkali menjadi bias.
    2. Data tiap distrik seringkali bervariasi.
  10. Yukie

    Yukie New Member

    Messages:
    34
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    0
    NON- FARM PAYROLLS (NFP)
    Non-farm Payrolls adalah data yang melaporkan jumlah upah tenaga kerja dari sector non pertanian yang bekerja baik full time maupun part time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih 500 perusahaan swata maupun public.
    Non-Farm Payrolls adalah data yang melaporkan jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja AS, diluar :
    -Pegawai Pemerintah.
    -Pegawai dalam setiap rumah tangga.
    -Pegawai yang bekerja pada organisasi LSM atau non profit / nirlaba.
    -Pekerja / Buruh Tani.

    Laporan yang direlease berupa perbandingan antara upah mingguan yang dibayarkan kepada komponen Non-Farm Payrolls dengan total Upah yang dibayarkan kepada semua pekerja. Survey membuktikan bahwa jumlah upah yang dibayarkan ke dalam komponen NFP “menyumbang” 80 % GDP Amerika Serikat.
    Laporan Non-farm Payrolls berguna bagi pemerintah AS untuk membuat kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintahan dan juga dapat memprediksi aktifitas ekonomi dimasa mendatang.

    Laporan ini dibuat olerh lembaga BPS AS yang bernama U.S. BUREAU OF LABOUR STATISTIC. Laporan ini dibuat satu bulan sekali pada hari Jumat , minggu pertama (awal bulan) pada pukul 19:30.

    Data yang diperlukan untuk membuat sebuah laporan Non-farm Payrolls adalah sebagai berikut:

    1. Penduduk usia produktif/kerja selama 2 periode :
    a .bekerja
    b.belum bekerja.

    2. Penduduk bukan usia bekerja.
    Persentase penduduk yang belum bekerja.

    3.Persentase komposisi penduduk yang belum bekerja:
    a. Pria dewasa.
    b.Wanita dewasa.
    c.Remaja
    d.Kulit putih.
    e.Kulit hitam.
    f.Penduduk Hispanik dan Latin.

    Perincian Penduduk yang bekerja:
    3. Komposisi penduduk yang bekerja yang termasuk komponen Non-Farm Payrolls
    a. Sektor Produksi Barang:
    1. Kontruksi
    2. Pabrik
    b. Sektor Penyedia Jasa:
    1. Perdagangan Ritel
    2. Jasa Profesional dan Bisnis.
    3. Jasa Kesehatan dan Pendidikan.
    4. Rumah sakit dan jasa lainnya.
    c. Pemerintah.

    Jam Kerja:
    4. Total Jam Kerja
    5. Industry
    6. Lembur.

    Jumlah Upah Yang dibayarkan:
    -Rata-rata upah per jam (total)
    -Rata-rata upah mingguan (total)

    Indicator Non-Farm Payroll termasuk indicator grade A . Karena saat sebelum dan sesudah data ini dilaporkan dapat menimbulkan suatu kejutan besar terhadap mata uang USD.
    Indikator ini cukup penting untuk diperhatikan saat memulai investasi Forex. Banyak para trader menanti data ini diumumkan setiap awal bulan. Tidak jarang,banyak juga yang membuat aksi profit taking saat berita NFP direlease.

    Jika NFP mengalami kenaikan ,maka USD akan menguat karena dengan meningkatnya jumlah yang dibayarkan kepada para pekerja, mencerminkan jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi penduduk. Dengan naiknya jumlah lapangan kerja yang tersedia , maka membuat stabilnya perekonomian di Negara tersebut. Stabilnya perekonomian akan membuat nilai mata uang Negara yang bersangkutan akan naik. Dengan demikian jika Non-Farm Payrolls naik,maka USD akan NAIK !
    Last edited: Jan 10, 2010

Share This Page