" "

forexchief

Indonesia Diperkirakan Alami Inflasi 6,2%

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by Forex7, Nov 29, 2012.

Share This Page

  1. Forex7

    Forex7 New Member

    Messages:
    67
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD Selasa kemarin menyarankan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga untuk mengendalikan lonjakan permintaan dalam negeri. Dalam laporannya, organisasi itu juga meramalkan ekonomi Cina akan melaju pesat dalam dua tahun ke depan, dan Jepang tampaknya akan beranjak dari deflasi. Secara umum, OECD melihat Asia sebagai titik cerah dalam pemulihan ekonomi global, terutama saat zona euro mengalami kontraksi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih lambat.

    Indonesia “harus mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter lebih jauh demi mengendalikan inflasi,â€￾ kata OECD. Organisasi itu meramalkan inflasi tahun ini mencapai 6,2%. Inflasi tahun depan akan meningkat ke 6,3%, dan menjadi 6,5% tahun 2014. “Pencapaian Bank Indonesia dalam memerangi inflasi mungkin sedikit ternoda oleh keputusannya mengangkat target inflasi 2013 ke 5%,â€￾ kata OECD dalam laporan tersebut.

    Organisasi yang bermarkas di Paris itu memperkirakan Cina, sebagai negara dengan ekonomi terkuat kedua di dunia, akan terus menggerakkan pertumbuhan global. Meski demikian, risikonya tetap ada.

    Ekonomi Cina, yang selama bertahun-tahun mencatat pertumbuhan dua digit, tampaknya akan melambat ke 7,5% tahun ini akibat pasar ekspor yang lemah. Angka pertumbuhan itu, yang paling kecil dalam 10 tahun terakhir, juga dipengaruhi upaya Beijing meredam lonjakan harga-harga. Upaya Beijing itu telah “menekan inflasi dan menstabilkan harga properti,â€￾ kata laporan OECD.

    Saat permintaan dalam negeri meningkat serta belanja perumahan dan infrastruktur pulih, ekonomi Cina akan kembali mempercepat langkah ke 8,5% tahun depan dan 8,9% tahun 2014, kata OECD. Namun inflasi di sektor properti juga berpotensi bangkit kembali dan menjegal laju pertumbuhan.

    Bagi Jepang, OECD hanya menatap sedikit peningkatan dibanding kondisi saat ini. Pertumbuhan tahun ini diperkirakan mencapai 1,6%, lalu melambat ke 0,7% tahun depan, dan merayap naik ke 0,8% tahun 2014. Namun indeks harga konsumen, sebagai acuan kebijakan Bank of Japan, akan berhenti merosot di angka 0,4% tahun depan, lalu pulih ke 1,3% tahun 2014. Ini akan menjadi kabar baik bagi bank sentral Jepang tersebut, yang dikritik oleh banyak politikus dan ekonom karena tak berbuat banyak untuk menghentikan deflasi. OECD menyarankan Bank of Japan terus melonggarkan kebijakan.




    " "

Share This Page