" "

forexchief

[FXPro] Payroll AS naik 162.000; tingkat pengangguran menjadi 7,4%

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by fxproid, Aug 2, 2013.

Share This Page

  1. fxproid

    fxproid Member

    Messages:
    580
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Payroll AS naik 162.000; tingkat pengangguran menjadi 7,4%

    [​IMG]

    Perusahaan di AS menambah lapangan kerja pada laju yang lebih lambat di Juli, menunjukkan masih stabilnya pertumbuhan ekonomi AS meski tidak begitu luar biasa menjelang musim panas ini.

    Payroll AS tumbuh sebesar 162.000 pada bulan lalu, data Departemen Tenaga Kerja Jumat menunjukkan. Sementara itu, tingkat pengangguran mencatat penurunan sebesar 0,2 poin menjadi 7,4%, level terendah pengangguran sejak Desember 2008. Dalam survei Dow Jones Newswires, para ekonom memperkirakan payroll non pertanian AS akan naik sebesar 183.000 dan tingkat pengangguran turun 7,5%.

    Namun ada satu hasil negatif dalam laporan hari ini, Departemen merevisi turun jumlah payroll untuk dua bulan sebelumnya dengan total 26.000. Dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, perekonomian telah menambah rata-rata 189.000 lapangan kerja tiap bulan, relatif cukup untuk menurunkan tingkat pengangguran secara perlahan dari angka 8,2% pada Juli 2012.

    Dalam laporan itu menunjukkan, perusahaan swasta menambah sebanyak 161.000 lapangan kerja di Juli, menyumbang kenaikan keseluruhan pada laporan di bulan tersebut. Lapangan kerja tercipta di sektor ritel, jasa makanan, industri sekuritas dan perdagangan grosir. Sektor manufaktur menambah sebanyak 6.000 kerja, dipimpin sektor otomotif.

    Sementara pemerintah federal masih terus mengurangi pekerjanya. Payroll pemerintah Federal turun sebesar 2.000. Pemerintah negara juga mengurangi pekerjanya, namun pemerintah daerah terus menambah payrollnya. Lapangan kerja bidang pendidikan pemerintah daerah meningkat sebanyak 10.100.

    Laporan hari ini juga menunjukkan rata-rata pendapatan mengalami penurunan sebesar 2 sen menjadi $23,98 per jam, smeentara rata-rata hari kerja turun 0,1 jam menjadi 34,4 jam.

    Namun laju pertumbuhan ekonomi selama tahun lalu masih menunjukkan kelesuan, mendorong Federal Reserve pada Ragu kemarin masih meneruskan program pembelian obligasinya sebesar $85 miliar per bulan. Pertumbuhan ekonomi pun hanya meningkat 1,4% pada tingkat tahunan di semester pertama tahun ini.

    Bank sentral sangat memantau perkembangan pasar tenaga kerja karena mereka masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terhadap pembelian obligasi, yang berarti akan menahan suku bunga dan mengarahkan investasi dan perekrutan kerja.
    " "

Share This Page