" "

forexchief

Emas Tertahan Agresivitas Suku Bunga AS, Minyak Nyaman Positif

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, May 10, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 10/05/2017 – Pergerakan emas dan minyak pada perdagangan pagi hingga sore ini bergerak beragam dimana emas bergerak negatif dan minyak agak bergerak positif, dengan problem akan naiknya suku bunga AS dan kelanjutan program OPEC.

    Harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex sementara mengalami melemah $2,20 atau 0,18% dan berada di level $1224,90 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Juli di Comex untuk sementara melemah $0,05 atau 0,33% di level $16,21 per troy ounce.
    [​IMG]
    Perdagangan sepanjang hari ini, emas kali ini masih bergerak negatif kembali sebagai bentuk lanjutan perdagangan sehari sebelumnya setelah Emmanuel Macron diumumkan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden baru Perancis. Kemenangan Macron merupakan bentuk perwujudan tiadanya wacana keluarnya Perancis dari Uni Eropa atau Frexit, sehingga kekacauan ekonomi di kawasan tersebut tidak akan terjadi di kemudian hari.

    Beberapa rumor atau isu yang berkembang bahwa bank sentral Uni Eropa, ECB akan segera mengakhiri atau mulai mengurangi perlahan-lahan paket stimulusnya setelah beberapa indikator ekonomi utama di Uni Eropa sudah menunjukkan angka-angka perbaikannya.

    Namun dengan dorongan dari data tenaga kerja AS yang membaik yang juga disertai keinginan bank sentral AS untuk meneruskan kegiatan kenaikan suku bunganya, membuat harga emas masih akan melanjutkan sisi jualnya kembali. Berdasarkan Fed Rate Monitor, bahwa perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada Juni nanti bergerak ke 82% kemungkinan besar suku bunga naik, sebuah prosentase yang naik dibandingkan akhir pekan lalu yang berada di 74%.

    Harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Juni di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara diperdagangkan menguat $0,18 atau 0,39% di level $46,61 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Juli di pasar ICE Futures London untuk sementara diperdagangkan menguat $0,16 atau 0,32% di harga $49,50 per barel.

    Harga minyak kali ini masih melakukan aksi beli kembali sebagai bagian dari keinginan OPEC agar harga minyak membaik di kemudian hari. Namun membesarnya produksi minyak AS dan turunnya impor minyak China, membuat keinginan beli investor agak terbatas.

    Dalam sebuah simposium energi di Malaysia kemarin siang, Menteri Minyak Arab, Khalid al-Falih menyatakan bahwa pihaknya sangat menginginkan komitmen pemangkasan produksi minyak 1,8 juta barel per hari dilanjutkan hingga akhir tahun depan atau akhir 2018, bila harga minyak terus gagal memperbaiki harganya.

    Di malam harinya, Menteri Energi Rusia, Alexander Novak juga menyatakan keinginannya untuk saling bekerja sama dengan Arab Saudi untuk melanjutkan komitmen pemangkasan produksi minyaknya hingga mencapai total 32,5 juta barel sampai tahun 2018.

    Beberapa investor melihat bahwa kemenangan Macron di pilpres Perancis memberikan dampak positif ke harga minyak karena sisi permintaan di kawasan Eropa akan mengalami kenaikan. Harga minyak kali ini akan diuji oleh data stok minyak AS yang akan dirilis oleh API nanti malam.

    Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

    Sumber gambar: Gold Eagle
    " "

Share This Page