" "

forexchief

Draft G20 Tidak Menolak Proteksionisme dan Devaluasi Mata Uang

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Mar 13, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 13/03/2017 – Di dalam draft komunike pertemuan di akhir pekan ini, para pemimpin keuangan dunia mungkin tidak lagi secara eksplisit menolak proteksionisme atau devaluasi mata uang yang kompetitif dan mereka hanya menjanjikan untuk menjaga “sistem perdagangan internasional yang terbuka dan adil”.
    [​IMG]
    Para menteri keuangan dan kepala bank sentral dari Kelompok 20 negara maju dan berkembang utama (G2) akan bertemu pada 17-18 Maret di kota Baden Baden, Jerman, untuk membahas ekonomi dunia.

    Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan pertama para menteri keuangan G20 yang dihadiri oleh perwakilan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang memiliki pandangan kebijakan proteksionis pada perdagangan.

    Reuters melansir bahwa draft komunike tersebut dapat berubah sebelum 18 Maret dan tampaknya disusun untuk mengakomodasi posisi AS yang baru.

    Juga diwartakan oleh Reuters, draft G20 tertanggal 1 Maret menghilangkan frase yang diadopsi oleh para menteri keuangan G20 tahun lalu untuk “menolak segala bentuk proteksionisme”. Sebuah peringatan terhadap proteksionisme telah muncul dalam komunike G20 selama lebih dari satu dekade.

    “Kurangnya referensi untuk proteksionisme di dalam draft tersebut adalah hal yang aneh,” kata seorang pejabat yang terkait dengan persiapan pertemuan tersebut. “Mungkin itu adalah [persyaratan] minimum yang semua orang bisa setuju.”

    Draft itu juga tidak lagi berisi kalimat, yang digunakan dalam pernyataan sebelumnya, bahwa G20 harus “menahan diri dari devaluasi kompetitif” dan tidak harus “menargetkan nilai tukar kami untuk tujuan kompetitif.”

    Sebaliknya, draft itu menyatakan, “Kami akan mempertahankan sistem perdagangan internasional yang terbuka dan adil” dan “Kami menegaskan kembali komitmen nilai tukar kami sebelumnya.”

    Komunike G20 di tahun lalu mulai mencantumkan frase yang merupakan bagian dari bahasa G7 di tahun yang sama yaitu “Ekses volatilitas dan pergerakan nilai tukar yang kacau dapat memiliki implikasi yang merugikan bagi stabilitas ekonomi dan keuangan. Kami akan memantau pasar valuta dengan ketat.”

    Sementara itu para pembuat kebijakan Jepang tidak mengkonfirmasi adanya perubahan bahasa tentang mata uang tetapi mengatakan modifikasi apapun tidak akan mengubah sikap G20 pada nilai tukar mata uang.

    “Jerman mungkin ingin mempersingkat bagian dari komunike…Kami tidak harus membaca terlalu banyak ke dalamnya,” kata seorang pejabat pemerintah Jepang yang selalu memantau pertemuan G20.

    “Mata uang memang penting, tapi itu terlalu dini bagi saya untuk kembali berpendapat,” kata pejabat pemerintah Jepang lainnya. “Kami masih berdebat pada sinyal apakah yang ingin kami kirim. Apapun itu, kami ingin memastikan itu tidak akan disalahpahami oleh pasar.”

    Jepang, serta beberapa anggota G20 dari Asia lainnya, khawatir tentang retorika proteksionis Washington dan dampaknya terhadap perdebatan G20.

    “Proteksionisme telah menjadi tsunami baru dan kita semua harus berusaha untuk melindungi diri dari itu,” kata seorang pejabat pemerintah India yang berurusan dengan negosiasi G20.

    Sumber berita: ForexSignal88, Reuters, Daily Mail UK, http://www.ForexSignal88.com
    Sumber gambar: China US Focus


    Share This
    " "

Share This Page