" "

forexchief

Dollar AS Layu karena Pasar Ragu

Discussion in 'Diskusi Forex' started by ForexSignal88, Jan 24, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18

    ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2017 –
    Dolar AS melemah terhadap semua rivalnya karena investor khawatir pada Presiden Donald Trump yang terus mempromosikan agenda proteksionis pada kebijakan-kebijakannya. Keputusan Trump memperkuat pandangan tersebut setelah pada hari Senin ia menandatangani keputusan presiden untuk menarik AS keluar dari Trans-Pacific Partnership (TPP).

    WSJ Dollar Index yang menjadi tolok ukur mata uang AS terhadap 16 mata uang lain, turun 0,8% di 90,77 pada akhir Senin di New York, level penutupan terendah dalam lebih dari dua bulan, menurut data Dow Jones .
    [​IMG]
    US Dollar Index yang menjadi pengukur greenback terhadap enam mata uang, turun 0,8% ke 99,966 di akhir sesi New York, menembus di bawah 100. Indeks ini telah merosot sekitar 3,2%, menjauh dari level tertinggi 52-minggu di 103,25 yang tercipta pada 20 Desember tahun lalu.

    Melemahnya dolar secara umum mencerminkan "banyak ketidakpastian pada apa yang Trump lakukan versus apa yang dijanjikannya dan tampaknya banyak penekanan di kebijakan perdagangan," kata Alfonso Esparza, ahli strategi mata uang senior di Oanda.

    Esparza mengatakan dolar akan terus rentan, mudah untuk terperosok lagi. Sebelumnya sejak November para trader dan investor terus memborong dolar setelah Trump menang pemilu yang saat itu terbentuk harapan bahwa Trump akan memberi agenda pro-pertumbuhan, yang tentunya berdampak bullish untuk mata uang AS.

    "Pada pergantian tahun, nilai tukar dolar AS yang menguat terjadi karena pertumbuhan yang kuat dan meningkatnya imbal hasil (yield). Sekarang pendulum berayun ke arah perang dagang dan pertumbuhan yang lebih lambat," kata Sean Callow, ahli strategi mata uang di Westpac.

    Kemerosotan dolar terhadap yen sebesar 1,7% terhadap hingga USDJPY turun ke ¥112,70 pada akhir sesi kemarin di New York, menandai penurunan paling tajam harian sejak 29 Juli. Pada hari Jumat, yen berada di ¥115,20 . Yen yang dipandang sebagai aset safe haven, juga naik bersama aset lainnya seperti emas dan obligasi pemerintah AS yang dianggap sebagai tempat perlindungan di masa ketidakpastian.

    Yield Treasury AS pun akhirnya memimpin pergerakan di pasar mata uang terkemuka. "Kehati-hatian menjadi tema untuk minggu ini karena pasar akan sangat rentan terhadap pengumuman kebijakan tim Trump," tambah Catril.

    Benchmark Treasury 10-tahun berada di 2,40% dibandingkan dengan 2,46% pada hari Jumat. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. Emas dilaporkan menetap pada level tertinggi 1 minggu karena dolar mundur.

    Sementara itu, EURUSD naik menjadi $1,0767, diperdagangkan pada level tertinggi sejak 11 November. Pada akhir Jumat di New York, euro diperdagangkan di $1,0703.

    Sementara itu, pound Inggris juga melonjak ke $1,2536 pada akhir perdagangan Senin dari $1,2376 di akhir Jumat. Sterling diperdagangkan pada level tertinggi sejak 14 Desember dan naik 4,1% dari level terendah 52-minggu yang disentuh minggu lalu.

    Sumber berita: ForexSignal88, Marketwatch

    Sumber gambar: Argaam
    " "

Share This Page