" "

forexchief

Dolar AS Terapresiasi, AS-China dan NFP Tetap Jadi Fokus

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Apr 7, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2017 – Melanjutkan penguatan di sesi Kamis, pagi ini dolar masih bergerak ke utara, di jalur untuk kenaikan mingguan meskipun tampaknya tidak signifikan. Saat ini para investor sedang menunggu hasil pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping serta data bulanan sektor pekerjaan AS yang dapat menjadi dukungan bagi prospek kenaikan suku bunga AS.
    [​IMG]
    Berdasarkan data MetaTrader, pagi ini indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam rival utamanya, naik 0,1 persen menjadi 100,76, berpotensi ditutup naik 0,4 persen untuk minggu ini.

    Terhadap yen Jepang, dolar naik tipis 0,1 persen menjadi 110,92 yen, turun 0,4 persen untuk minggu ini. Sementara itu dolar terus menguat terhadap euro hingga 1,0640. Komentar dovish dari Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi membantu mendorong ke terendah tiga minggu di 1,0629 semalam. Terhadap dolar, euro sudah turun 0,1 persen untuk minggu ini.

    Kemarin Draghi mengatakan bahwa ia “tidak melihat alasan untuk menyimpang” dari jalan kebijakan ECB yang mencakup pembelian obligasi setidaknya sampai akhir tahun dan tingkat rekor rendah sampai ke satu titik yang dapat merangsang peningkatan inflasi.

    Pound sterling juga kembali melemah terhadap dolar sehingga berada di 1,2455. Terhadap euro, pound sterling tercatat mendatar di 0,8535 namun masih cenderung menguat sejak pertengahan Maret lalu.

    Pada hari Jumat malam waktu Indonesia bagian barat, data nonfarm payrolls AS diperkirakan akan menunjukkan penambahan 180.000 pekerjaan pada bulan Maret, dibandingkan dengan 235.000 pada bulan Februari, demikian menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang bisa memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan dua kenaikan suku bunga lagi di tahun ini.

    Pasar juga fokus pada pertemuan pertama Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, dengan isu perdagangan dan program militer Korea Utara menjadi topik utama pembicaraan tersebut.

    Menurut Masashi Murata, ahli strategi mata uang senior di Brown Brothers Harriman di Tokyo, pasar tidak memiliki harapan besar dari pertemuan puncak AS-China. Menurutnya dolar akan bergerak mendatar hari ini, menjelang data pekerjaan AS, dengan situasi dengan Korea Utara dan Suriah yang terus berkontribusi terhadap sentimen risk-off.

    Pada hari Kamis Trump menegaskan bahwa “sesuatu terjadi” dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah serangan gas beracun yang mematikan di negara itu, dan kini Pentagon dan Gedung Putih sedang mempelajari opsi militer.

    Presiden AS juga telah memperingatkan bahwa ia akan siap untuk bertindak secara sepihak untuk mengatasi program nuklir Korea Utara jika China tidak membantu dalam hal ini.

    Agenda kebijakan domestik Trump juga masuk dalam sorotan ketika Ketua DPR AS Paul Ryan mengatakan reformasi pajak akan memakan waktu lebih lama untuk disetujui daripada reformasi kesehatan. Ryan mengatakan bahwa Kongres dan Gedung Putih awalnya hampir mencapai kesepakatan tentang undang-undang kesehatan daripada kebijakan pajak.

    Kebijakan mata uang juga menjadi perhatian pasar setelah seorang pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa “misalignment” (pengaturan yang tidak sesuai) dipandang lebih penting daripada “manipulasi mata uang” sebagai penyebab defisit perdagangan.

    Currency misalignment berbeda dengan currency manipulation dan currency undervaluation,” kata pejabat itu. “Jadi kita ingin melihat proses menganalisis situasi mata uang yang mencakup apakah itu sejajar (sesuai), tidak hanya apakah itu didevaluasi atau dimanipulasi.”

    Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

    Sumber gambar: The Tico Times
    " "

Share This Page