" "

forexchief

Data Australia dan China Memburuk, Mata Uang Asia Pasifik Dalam Tekanan

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, May 5, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 05/05/2017 – Pada perdagangan jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS memberi tekanannya terhadap mata uang Asia Pasifik, dengan liburnya pasar keuangan Jepang dan beberapa data di China dan Australia yang memburuk.

    USDJPY untuk sementara berada di level 112,79 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 112,74. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7414, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7421. Untuk mata uang Yuan China atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,8937 setelah tadi pagi ditutup di level 6,8941.
    [​IMG]
    Kondisi kali ini pasar uang di Asia bergerak ringan mengingat hanya ada data dari Australia dan China yang rilis tadi pagi, dan tampaknya investor sangat menantikan beberapa data ekonomi Eropa dan AS nanti sore dan malam, termasuk data tenaga kerja atau NFP AS esok malam.

    Kondisi dolar AS yang menekan semalam pasca Fed meeting, kali ini masih berlanjut mengingat investor masih kuatir tentang masa depan suku bunga AS yang ternyata menurut hasil meeting the Fed semalam masih akan menaikkan suku bunganya kembali sebanyak 2 kali di tahun ini.

    Masalah neraca keuangan bank sentral AS yang beberapa waktu lalu dikhawatirkan pasar karena defisitnya sudah membengkak hingga $4,5 triliun, semalam tampaknya tidak dipermasalahkan secara serius oleh Janet Yellen dan teman-temannya, sehingga perhatian sekarang bahwa dolar AS akan mengalami penguatan setidaknya hingga data NFP rilis esok malam.

    Dolar Australia juga tampaknya masih akan mengalami tekanannya setelah surplus neraca perdagangannya mengalami pengurangan di bulan lalu, sebagai bagian hasil penguatan mata uangnya sehingga sisi penerimaan ekspor berkurang.

    Pernyataan gubernur bank sentral Australia Phillip Lowe bahwa permasalahan bank sentral tak mengubah suku bunganya beberapa hari lalu karena harga perumahan di Australia mengalami kenaikan, namun kredit konsumen Australia juga mengalami kenaikan sehingga bank sentral tidak berani ikut retorika bank sentral AS yang gencar melakukan pengetatan kebijakan moneternya.

    Selain itu, data aktivitas jasa di China mengalami juga mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini, beruntung data Caixin jasa tersebut masih di area ekspansinya sehingga bila terjadi penurunan aktivitas pun, itu tidak akan mengendurkan kegiatan ekonomi negara tersebut.

    Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Forex Factory, FXStreet, Investing, MarketWatch, Reuters

    Sumber gambar: 20min.com
    " "

Share This Page