" "

forexchief

Chartku Yang Rumit & Ribet

Discussion in 'Jurnal Trading' started by Chicken_Soup, Dec 5, 2010.

Share This Page

  1. Chicken_Soup

    Chicken_Soup Active Member

    Messages:
    156
    Likes Received:
    38
    Trophy Points:
    28
    Nulis tuh bagus buat kesehatan pemahaman dan daya ingat kata KG.
    Nulis tuh bagus buat mensinkronkan pemahaman dengan realitanya kata KG.
    Nulis tuh bukan berarti bodoh atau daya ingat lemot kata KG.
    Nulis tuh butuh kemampuan untuk merangkai semua yg dipahami dikepala menjadi sesuatu yang juga bisa dipahami kepala orang lain kata KG.
    Jadi nulis tuh gak menjadikan kamu hina dina atau terlihat menjadi manusia paling bloon. Juga kata KG

    Hihihihihihihihihihihi pedes deh.
    Last edited: Dec 5, 2010
    dahana90 and waruwu1303 like this.
    " "
  2. Chicken_Soup

    Chicken_Soup Active Member

    Messages:
    156
    Likes Received:
    38
    Trophy Points:
    28
    Analisaku pakai KG Concept

    Aku gak pandai menganalisa chart dengan lain cara.
    Akunya sudah keburu jatuh cinta dengan KG Concept.
    Aku gak perduli orang bilang chartku ribet dan rumit.
    Karena aku tahu orang itu gak bisa bacanya makanya dia bilang rumit dan ribet.
    Padahal kalau dia disuruh baca tulisan pallawa dalam bahasa sansekerta pasti dia juga akan bilang mumet dan ribet hihihihihihihi

    Aku pakai semua tools KG dan menggunakan seluruh konsep yang diajarkannya.
    Aku pakai LSMA untuk melihat kesetimbangan regression arah pergerakan harga.
    Aku pakai SMA untuk melihat rata-rata kecenderungan arah pergerakan harga.
    Aku pakai BS Balance untuk melihat dimana balance (kesetimbangan) kekuatan Buyers dan Sellers berada.
    Aku pakai acuan waktu untuk mengukur kesetimbangan arah pergerakan harga, untuk mengukur rata-rata kecenderungan arah pergerakan harga dan juga untuk mengukur kekuatan Buyers Sellers.

    Aku diajarkan bahwa tidak ada yang tahu kemana dan sampai dimana harga akan bergerak setelah saat ini.
    Aku diberitahu inilah alasan kenapa aku diajarin banyak teori-teori tentang tools yang aku pakai dan konsep-konsep pergerakan harga.
    Padahal dulu aku sempet sebel, kenapa mesti tahu banyak teori, konsep dan lain sebagainya hihihihihihihihi kenapa gak langsung ajarin kapan Buy dan kapan Sell aja aku pikir. Apa sih maksudnya? Sekarang aku tahu sebabnya, karena KG gak bisa mendefenisikan dengan logic yang standard (tetap) kapan mesti Buy atau Sell. Oon yah KG? tetapi setelah belajar, akhirnya aku juga tahu kenapa KG gak bisa mendefenisikan dengan aturan standard kapan mesti Buy ata Sell, karena ternyata emang gak ada dan gak bisa di standarin kayak crossing-crossingan. Entry tuh tergantung situasi pergerakan harga yang terjadi. hihihihihi jadi deh sama oon nya kayak KG.

    Aku juga diajarkan bahwa harga itu bergerak karena adanya transaksi-transaksi yg dilakukan pelaku pasar.
    Dan aku diberi tahu juga bahwa pelaku pasar melakukan transaksi itu suka-sukanya mereka aja.
    Tetapi aku juga dikasih tahu bahwa pelaku pasar juga manusia dan mereka bertransaksi juga lebih banyak unsur bisnisnya.
    Maksud aku mereka juga melakukan transaksi itu buat nyari untung, hihihihi mosok ada yang mau rugi yah?

    Kemudian aku dikasih tahu juga bahwa para pelaku pasar itu akan memperoleh untung di forex market kalau transaksi mereka searah dengan pergerakan harga.
    Dan KG juga pernah bisikin aku dan bilang kalau semua traders di Forex Market di seluruh dunia semuanya gak tahu kemana harga akan bergerak.
    KG juga bilang sebetulnya mereka semua juga sama bingungnya dengan kita, termasuk semua pelaku besar baik lembaga atau perorangan.
    KG juga bilang bukan pelaku dengan volume besar yang mengatur arah pergerakan harga, tapi akumulasi terbesar volume transaksi yang terjadi dari waktu ke waktu.
    Jadi aku diajarin kalau mau profit maka transaksi yang aku lakukan mesti searah dengan pergerakan harga yang akan terjadi setelah aku buka posisi.

    Aku di kasih tahu bahwa seluruh negara punya Forex Market dan semuanya saling berhubungan, sehingga transaksi dimanapun akan berdampak instan keseluruh market.
    Aku juga diajarin cukup merhatiin waktu open dan close 5 market besar yaitu London, New York, Tokyo, Frankfurt dan Sydney untuk merhatiin tingkah polah pelaku pasar.

    KG juga pernah bilang sama aku kalau kunci memahami pergerakan harga tuh ada di pelaku pasar.
    KG bilang kalau kita memahami perilaku pelaku pasar maka pergerakan harga akan mudah di baca.
    Trus KG juga bilang untuk bisa memahami perilaku pelaku pasar kitanya mesti punya sifat-sifat dasar manusia yang sebenarnya.
    Kata KG memahami perilaku pelaku pasar itu sama dengan kita seperti memahami orang lain.
    Untuk bisa memahami orang lain kata KG kita mesti punya empathi, kita mesti mampu berpikir dengan cara orang tersebut berpikir.
    Kita mesti bisa merasakan, menyelami apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain.
    Dan kata KG lagi ini hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang memiliki sifat mementingkan orang lain daripada kepentingannya.

    Pelaku Pasar itu orang juga kata KG (baru tahu aku deh.. kirain kucing dulunya), dan orang yang masih mementingkan dirinya akan kesulitan memahami perilaku pelaku pasar.

    Memahami perilaku pelaku pasar itu tidak berarti kita mesti bener-bener masuk ke pikirannya kata KG.
    Memahami orang lain itu bisa kita lihat dari mimik mukanya, kerdipan matanya, gerakan tangannya, tulisannya, ungkapan kalimatnya dan lainnya.
    Dan KG ngasih tahu kalau data harga di chart ku adalah informasi yang bisa aku gunain buat mengetahui perilaku pelaku pasar.
    Kata KG lihat pelaku pasar mana yang sedang aktif, amati data harga yang terbentuk, baca dan ketahui dari situ apa yang sedang dilakukan pelaku pasar.
    Gunakan logika, informasi yg ada, pengetahuan tentang manusia dan sifatnya untuk mengetahui kenapa data harganya begini dan begitu.
    Ta pikir pikir bener juga, gimana mau bisa nerjemahin data harga ke perilaku pelaku pasar kalau kitanya susah mengerti dan memahami orang lain alias egois.

    Kemudian aku juga di kasih tahu tentang 4 pola pergerakan harga yang sering terjadi pada data pergerakan harga.
    Duh senengnya karena aku gak mesti nyari dan nemuin pola pergerakan harga sendiri deh hihihihihihihi. Malah KG juga dah bikinin gambar ilustrasinya.
    Aku juga diajarin bahwa 4 pola pergerakan harga itu hanyalah kombinasi dari 3 kondisi pergerakan harga yaitu Trending Up, Trending Down dan Sideway (Ranging).

    Kata KG pola pertama itu harga bergerak Trending Up lalu Ranging. Dan aku dikasih tahu pada pola ini artinya mula-mula pelaku pasar akumulasi transaksinya banyak yg Buy sehingga harga bergerak naik, sampai suatu saat dimana transaksi udah melemah sehingga harga terlihat bergerak mendatar dalam range sempit. Pada saat ranging di pola ini kata KG pelaku pasar yang membuka posisi Buy belum mengambil keputusan untuk melepas posisi Buy nya sehingga harga bergerak mendatar dalam range sempit akibat transaksi-transaksi yang terjadi volumenya semakin kecil dan jenis transaksinya mulai gak seragam.

    Lalu kata KG pola kedua itu harga bergerak Trending Up lalu bergerak Trending Down dan kemudian bergerak ranging. Pada pola ini mula-mula pelaku pasar akumulasi transaksinya didominasi oleh transaksi Buy sehingga harga bergerak naik, sampai suatu saat secara tiba-tiba atau tanpa mengalami proses ranging yg berarti harga mendadak turun karena pelaku pasar melepas posisi Buy nya hingga pada suatu saat akhirnya transaksi mulai melemah dan pergerakan harga terlihat mulai mendatar dalam range sempit.

    Pola yang ketiga kata KG harga bergerak Trending Down lalu ranging. Pada pola ini artinya mula-mula pelaku pasar akumulasi transaksinya banyak yg Sell sehingga harga bergerakturun, sampai suatu saat dimana transaksi udah melemah sehingga harga terlihat bergerak mendatar dalam range sempit. Pada saat ranging di pola ini kata KG pelaku pasar yang membuka posisi Sell belum mengambil keputusan untuk melepas posisi Sell nya sehingga harga bergerak mendatar dalam range sempit akibat transaksi-transaksi yang terjadi volumenya semakin kecil dan jenis transaksinya mulai gak seragam.

    Dan pola yang keempat kata KG harga bergerak Trending Down lalu bergerak Trending Up dan kemudian bergerak Ranging. Pada pola ini mula-mula pelaku pasar akumulasi transaksinya didominasi oleh transaksi Sell sehingga harga bergerak turun, sampai suatu saat secara tiba-tiba atau tanpa mengalami proses ranging yg berarti harga mendadak naik karena pelaku pasar melepas posisi Sell nya hingga pada suatu saat akhirnya transaksi mulai melemah dan pergerakan harga terlihat mulai mendatar dalam range sempit.

    Aku mengerti dan kebayang prosesnya seperti apa di pergerakan harga pola yang 4 biji ini TAPI pas aku liat chart aku jadi bingung sendiri gimana nentuin mana yang Trending mana yang Ranging. Kriterianya apa? hiks... hiks.... Akhirnya aku tanya KG lagi deh [sambil malu, gengsi dan harga diri berkecamuk di hati... ya iya lah wong aku pendidikannya lebih tinggi dari KG, pengalaman di forex lebih lama dari KG .. lha KG opo? pendidikan ndak tamat, kerjaan gak jelas hihihihihi..]

    Tapi dasar KG, mau direndahkan, dihina, dilecehkan, dimaki tetep aja mau ngasih tahu. Kata KG gini nih, Trending dan Ranging ini terjadi dan bisa dilihat disetiap satuan waktu data harga yang dicatat, jadi jika kita mau lihat pakai data harga 1 menitan (TF M1) bisa dan kalau kita mau lihat pakai data harga 1 jam-an (TF H1) juga bisa, bahkan kalau kita mau pakai data harga 1 bulanan (TF MN1) juga bisa. Hanya di chart Price & Time yang biasa kita pakai kita hanya bisa melihatnya secara visual, dan data bergerak Ranging kita ketahui setelah terjadi beberapa waktu. Ini bisa kita lihat dengan mengamati berjejernya block data (candle) dengan tinggi yg relatif sama, artinya dalam beberapa waktu harga hanya bergerak dalam range terbatas.

    Perbedaan Time Frame (TF) akan membedakan range dari pergerakan Ranging ini, semakin besar TF yg digunakan maka range ranging juga semakin besar. Dan Pola Ranging disebuah TF belum tentu atau tidak berarti di TF yg lebih besar atau lebih kecil pola data pergerakan harganya juga akan terlihat Ranging, karena pola trending dan ranging yang kita lihat sangat bergantung pada seberapa lama pola tersebut berlangsungnya. Jadi waktu atau berapa lama proses trending dan ranging ini lah yang akan menentukan proses trending dan ranging tersebut terlihat atau tidak pada sebuah Time Frame. Kalo ranging nya cuman 10 menit kan gak keliatan di TF H1, iya kan? hihihihihi
    Last edited: Dec 8, 2010
    dahana90 and Albert Wijaya like this.
  3. Chicken_Soup

    Chicken_Soup Active Member

    Messages:
    156
    Likes Received:
    38
    Trophy Points:
    28
    Kemudian KG juga ngasih tahu aku bahwa transaksi di Forex market itu berbeda dengan sifat transaksi di pasar sayur Caringin. Di Forex Market kata KG ada 4 (empat) jenis transaksi yang mengakibatkan bergeraknya harga, yaitu: Open Position Buy, Open Position Sell, Close Position Buy dan Close Position Sell. Jika pelaku pasar melakukan transaksi Open Position Buy atau Close Position Sell maka harga akan bergerak naik, dan jika pelaku pasar melakukan transaksi Open Position Sell atau Close Position Buy maka harga akan bergerak turun.

    Dan KG juga pernah ngasih tahu aku sebuah rahasia tentang hubungan Volume transaksi dan range pergerakan harga. Gini nih katanya "Jika transaksi Open Position dilakukan sebesar volume X maka harga akan bergerak sejauh Y, dan jika transaksi Open Position ini kemudian ditutup (di Close) sebesar volume X juga maka harga juga akan bergerak sejauh Y dengan arah kebalikannya". Gethoooo.... Nah gimana kalau nutupnya cuman 1/2 X Volume nya? yah harganya juga bergerak sejauh 1/2 Y dong hihihihihihihi matematika TK.

    Lalu yang bisa aku simpulin dari apa yang KG ajarkan di atas ketika aku liat chart ku adalah bahwa chart yang aku liat itu adalah data harga dari nilai tukar mata uang yang aku pilih. Data harga ini adalah satu-satunya informasi yang aku dapatkan ketika aku liat chart ku. Data harga itu bergerak-gerak di chart ku karena transaksi-transaksi yang dilakukan pelaku pasar. Pas harga terlihat naik artinya aku tahu transaksi buy sedang mendominasi pasar, pas harga turun aku tahu bahwa transaksi sell sedang mendominasi pasar dan pas harga bergerak datar dalam range tertentu aku tahu bahwa transaksi yang terjadi kecil dan tidak ada yang mendominasi pasar transaksinya. Pergerakan Naik, turun dan ranging bisa aku amati dari susunan data harga yang terlihat dan aku juga bisa lihat bahwa kondisi pergerakan ini selalu terjadi berulang pokoknya setelah Ranging pasti Trending hihihihihihi. Lalu TF yang aku pilih juga akan menentukan seberapa besar range pergerakan Trending atau ranging yang aku lihat. Jadi aku bisa pahami bahwa pemilihan TF ini akan berhubungan dengan skala sudut pandang analisa aku nantinya, semakin besar TF berarti semua sudut pandang aku akan membesar baik sudut pandang terhadap pergerakan yang terjadi, Target yang yang akan di capai dsb deh....

    Kemudian aku juga diajarin dasar-dasar menganalisa data. KG pernah bilang sama aku kalau menganalisa data pergerakan harga itu banyak caranya, ada yang hanya menggunakan data harga di chart saja tanpa bantuan tools atau indicator apa pun, ada yang menggunakan bantuan garis-garis yg di tarik dari titik-titik tertentu, ada yang menggunakan indicator-indicator dengan dasar perhitungan statistik dan banyak lagi deh. Dan semuanya kata KG benar, karena itu hanyalah metoda atau cara individu dalam usahanya untuk mendapatkan informasi dari data harga yang ada pada chart dan lagi semua metoda itu kata KG punya dasar atau landasan teorinya. Dan KG juga berpesan sama aku untuk tidak merendahkan, mencemooh, menghina metoda atau cara orang lain yang berbeda dengan cara aku karena sepeti kata KG setiap cara atau metoda punya dasar atau landasan kenapa cara atau metoda itu digunakan. Hanya yang paling penting kata KG selalu lihat dan cari tahu apa landasan atau dasar sehingga metoda tersebut digunakan. Dan selalu gunakan logika dan pengetahuan aku untuk melihat landasan metoda-metoda itu logikanya bisa dipertanggung-jawabkan atau tidak. [hiks..hiks... bijak banget padahal dia nya di hina terus]

    KG selalu berpesan dan menekankan sama aku berulang-ulang bahwa ketika aku menganalisa pergerakan harga maka yang aku lakukan dan harus aku dapatkan pertama kali adalah kisah atau cerita atau riwayat perjalanan yang paling masuk akal dari pair yang aku analisa dan bukan mencari posisi entry atau exit terbaik. Kata KG hal ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan ketika kita menganalisa pergerakan harga karena tertutup oleh 'keinginan' untuk mendapatkan untung yang begitu mendominasi dan menguasai pikiran kita sehingga hal-hal yang lebih penting yang seharusnya dilakukan menjadi terabaikan. Dengan mengetahui kisah yang paling objective-nya kata KG maka kita tahu apa yang sebenarnya yang sudah dan sedang terjadi pada pergerakan harga sehingga ketika kita membuat keputusan, keputusan yang kita buat sudah mempertimbangkan informasi-informasi penting yang memang kita perlu pertimbangkan. Jangan sampai keputusan itu kita ambil tanpa melihat jalan cerita yang sebenarnya dulu, dan KG menganalogikan seperti ketika kita melihat dua anak kita yang bertengkar. Tanpa mau mendengarkan jalan cerita atau kejadian yang sebenarnya kita langsung memvonis anak yang tidak menangis sebagai anak yang salah dan langsung memarahinya dengan asumsi bahwa anak yg tidak menangis lah yang nakal karena berarti dia lah yang membuat anak yang satu lagi menangis. Padahal belum tentu, karena mungkin saja anak-anak tersebut tidak bertengkar dan mungkin saja anak yang menangis itu tertimpa, terkena sesuatu sehingga dia menangis atau kemungkinan-kemungkinan lain. Jadi intinya kata KG: "Cari tahu dan pahami jalan cerita perjalanan harga se-objective mungkin lebih dulu lalu kemudian susunlah strategy dan buatlah keputusan berdasarkan informasi cerita tersebut dan pengetahuan yang kita miliki".

    KG mengajari aku menggunakan teknik-teknik statistik dasar dalam menganalisa pergerakan harga. KG juga membuatkannya dalam bentuk indicator biar aku dan teman-teman traders lainnya bisa dengan mudah menggunakannya di chart. Karena aku bukan orang teknik, seringkali saking pengennya aku ngerti bagaimana prinsip kerja sebuah indicator dan apa yang mesti diperhatikan di indicator utama tersebut, KG juga buatin indicator-indicator tambahan yang membuat aku jadi lebih mengerti prinsip kerja dan apa yang dilihat di indicator utama yang aku pakai. Misalnya KG buatin indicator KG MACD agar aku mengerti dan bisa melihat bagaimana melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada pergerakan harga terhadap SMA atau Middle BB dan banyak lagi yang lainnya. Awalnya aku bingung kok banyak banget KG bikin indicator, ternyata KG cuman ingin membantu memperjelasnya saja. Hiks.... salah duga deh aku... padahal dulu aku menuduh analisa KG ribet karena kebanyakan indicator.. eeee tahu nya itu semua dibuatin biar membantu memperjelas pengertian dan pemahaman aku terhadap indicator-indicator utama nya saja... hiks jadi malu nuduh orang sembarangan tanpa tahu yang sebenarnya dulu... sotoy yah aku?

    KG juga sangat menekankan aku untuk menyikapi indicator-indicator yang digunakan dalam teknik analisa yang diajarkannya hanya sebagai alat bantu yang berfungsi untuk menterjemahkan apa yang terjadi pada pergerakan harga menjadi sebuah bahasa yang kita mengerti dan pahami. Kata KG indicator hanyalah seonggok program dengan logika-logika matematis dan statistik atau logika lain yang digunakan untuk menterjemahkan bahasa harga menjadi sebuah bahasa yang bisa kita mengerti sehingga membantu dan memudahkan kita dalam memahami apa yang telah dan sedang terjadi pada pergerakan harga. Dan kata KG lagi bahwa seperti layaknya sebuah alat penterjemah maka akurasi terjemahannya sangat tergantung pada metoda penterjemahan yang digunakan, contohnya kata KG seperti Google Translate dimana kadang terjemahannya tepat seperti yang dimaksud dalam bahasa asalnya dan kadang juga sering terjemahannya tidak tepat seperti yang dimaksud dalam bahasa asal nya. Kata KG penyebabnya hanyalah terletak pada metoda penterjemahan yang digunakan dan bukan terletak pada bahasa asalnya. Begitu juga dengan indicator kata KG, akurasi penterjemahan dalam segi makna yang dilakukannya pada data-data pergerakan harga sangat tergantung pada metoda perhitungan atau logic yang digunakannya. Apa yang ditampilkan sebuah indicator yang kita gunakan untuk membantu analisa yang kita lakukan adalah terjemahan apa adanya berdasarkan perhitungan atau logic yang diprogram dalam indicator tersebut. Jadi sebetulnya kalau dilihat dari sisi indicator maka apa yang ditampilkannya adalah SELALU BENAR. Indicator tidak pernah salah, indicator bekerja berdasarkan apa yang sudah diprogramkan. Dan kata KG nih.., orang yang sering menjudge bahwa Indicator ini jelek, indicator ini sering ngasih false signal adalah orang dungu yang tidak tahu apa-apa dan sebetulnya kata KG kenapa mereka menjudge seperti itu hanyalah usaha ego-nya untuk menutupi kedunguannya. Yaitu kedunguannya karena tidak tahu bagaimana sebuah indicator itu bekerja, kedunguannya karena tidak tahu apa yang diprogramkan dalam indicator itu, kedunguannya karena tidak tahu apa yang disampaikan (diterjemahkan) indicator tersebut.

    Kayaknya ini aja deh yang aku bisa tulis tentang basic-basic yang perlu aku pahami, tapi yang pasti pemahaman terhadap yang apa aku tulis di atas ini bener-bener merubah cara pandang aku dalam trading, menganalisa pergerakan harga dan membuat keputusan dalam trading. Yang lain nya aku bakal tulis sambil jalan aja deh biar lebih mudah..........

    CS
    Last edited: Dec 14, 2010
    dahana90 likes this.
  4. Chicken_Soup

    Chicken_Soup Active Member

    Messages:
    156
    Likes Received:
    38
    Trophy Points:
    28
    Tools dan Indicator di chart ku....

    Seperti yang aku bilang di atas, aku pakai tools atau indicator-indicator yang sudah dijelaskan KG prinsip kerja nya dan informasi apa yang diberikannya serta bagaimana menghubungkan informasi yang diberikan indicator-indicator ini pada pergerakan harga yang sebetulnya mencerminkan perilaku pelaku pasar. Aku gak akan ngomong banyak lagi deh, karena sebetulnya semuanya sudah sangat lengkap di semua tulisan KG baik yang di thread lama di Forexindo, di forum tercinta kita baik yang di thread-thread yang ada ataupun kuliah-kuliahnya di room yang sudah didokumentasikan.

    Tools inti yang aku pakai dalam analisa ku yang rumit dan ribet persis sama seperti setup gabungan BBMA dan KGBS TS yaitu:

    1. LSMA (Least Square Moving Average)

    Indicator ini fungsinya adalah untuk melihat dimana "Kesetimbangan Regression" dari sejumlah data harga yang di amati. Sederhananya aku gunain indicator ini dengan mengamati kecenderungan arah garis LSMA ini termasuk ketajaman arahnya secara visual terhadap garis datar dan posisi harga (block data/candle) terhadap garis LSMA ini. Tajam atau landainya kecenderungan arah yang digambarkan indicator ini maka aku mengartikannya kecenderungan arahnya sebagai kuat atau lemah. Dan secara ukuran jika kecenderungan arah yang ditunjukkan LSMA adalah Up kuat atau lemah maka aku menggunakan sudut yang dibentuk garis ini terhadap garis datar dari permulaan kecenderungan arah Up yang ditunjukkan LSMA sampai arah Up terakhir untuk mendefenisikannya. Di atas 45 degree aku sebut kuat dan di bawahnya aku sebut lemah.. jangan protes ini hanya patokan yang aku buat buat diri aku hihihihihihihi ini contohnya deh:

    [​IMG]

    Lalu aku mendefenisikan kuat dan melemahnya pergerakan harga terhadap LSMA ini adalah dengan melihat posisi block data terhadap garis LSMA, jadi aku bilang pake bahasa LSMA bahwa pergerakan harga kuat itu jika LSMA Up dan harga ada di atas LSMA atau jika LSMA Down harga ada dibawahnya. Sebaliknya aku bilang dalam bahasa LSMA bahwa pergerakan harga itu lemah jika LSMA Up dan harga ada di bawahnya atau jika LSMA Down dan harga ada di atasnya. Ini KG yang ngajarin aku, KG bilang pendefenisian perlu jelas dulu agar kita mudah menterjemahkan informasi yang diberikan indicator.


    2. Simple Moving Average dan Standard Deviasi (Bollinger Bands)

    Bollinger Bands (BB) sebetulnya adalah gabungan antara Simple Moving Average dan Standard Deviasinya saja. Middle line BB adalah Simple Moving Average. Simple Moving Average (SMA) adalah indicator yang menghitung rata-rata aritmatik dari sejumlah data yang diamati. Dalam chart-ku BB aku pakai untuk melihat kecenderungan rata-rata arah pergerakan harga, batas-batas penyimpangan harga terhadap rata-ratanya berdasarkan prinsip Standard Deviasi dan untuk mendefinisikan Kondisi Pergerakan Harga apakah Normal atau Ubnormal berdasarkan posisi data harga terhadap Standard Deviasi +/- 1. Pokoknya persis sama deh seperti yang KG ajarin hihihihihihihi.

    Kecenderungan arah rata-rata pergerakan harga dari sejumlah data yang aku amati aku lihat seperti aku ngeliat LSMA yang udah aku bilang tadi di atas. Tajam atau landai nya kecenderungan arah yang ditunjukkan middle BB atau SMA ini aku lihat dengan cara yang sama persis seperti aku ngeliat dan ngebaca kecenderungan arah di LSMA. Kuat dan lemahnya kecenderungan arah yang ditunjukin middle BB ini juga sama persis baca nya dengan LSMA tadi. hihihihihi gampang yah?

    [​IMG]

    BB ini juga aku gunakan untuk melihat dimana posisi harga saat ini berada dilihat dari batas Standard Deviasi yang ditunjukkan oleh BB. Gunanya agar aku tahu seberapa jauh penyimpangan harga saat ini terhadap rata-rata nya, karena dengan mengetahui seberapa jauh penyimpangan yang terjadi pada harga terhadap rata-ratanya maka aku tahu apa kondisi pergerakan harga yang terjadi saat ini. Jadi kalau harga berada di atas SD +1 dari BB maka aku tahu bahwa Kondisi pergerakan Harga adalah Ubnormal Up dan sebaliknya jika harga berada di bawah SD -1 dari BB maka aku tahu Kondisi pergerakan harga saat ini adalah Ubnormal Down. Tetapi jika harga ada di antara SD +1 dan SD -1 dari BB maka aku tahu bahwa Kondisi pergerakan harga adalah Normal.

    Ubnormal Up artinya harga saat ini berada dalam Kondisi pergerakan naik yang sifatnya sudah diluar ritme normal pergerakan harga. Atau dengan kata lain ketidakseimbangan volume transaksi yang sedang terjadi akumulasinya secara menyolok didominasi oleh transaksi Buy. Sebaliknya Ubnormal Down artinya harga saat ini berada dalam kondisi pergerakan turun yang sifatnya di luar ritme normal pergerakan harga atau ketidakseimbangan volume transaksi secara menyolok didominasi oleh transaksi Sell. Sedangkan Kondisi Normal artinya harga saat ini berada dalam kondisi pergerakan harga yang normal atau kondisi pergerakan ideal yang terjadi dalam sebuah transaksi deh, transaksi Buy dan transaksi sell berada dalam volume yang stabil. Kondisi Ubnormal dan Normal ini lamanya sangat bervariasi karena sepenuhnya keadaan ini ditentukan oleh "minat" para pelaku pasar.


    3. Buyer Seller Balance (BSB)

    Buyer Seller Balance atau disingkat BSB sebetulnya adalah garis tengah antara nilai terendah dan nilai tertinggi dari sejumlah data yang diamati. Dalam analisa ala KG, garis tengah ini di sebut BSB dan menunjukkan level di mana kekuatan Buyer dan seller berada dalam keadaan seimbang atau sama kuat. Mengapa demikian? ini karena sebagaimana KG Laws tentang sifat transaksi terhadap pergerakan harga yang berbunyi: Konsep transaksi dua arah yang berlaku di pasar mata uang berlaku dalam nilai absolute tetap artinya ketika transaksi pada sebuah volume tertentu dilakukan dan ketika transaksi dengan volume tersebut tersebut dilepaskan kembali maka nilai absolute perubahan yang terjadi pada nilai tukarnya adalah sama atau sebanding (KG Laws). Materi ini sebetulnya materi di Elite section, tapi aku udah diizinkan untuk menshare KG Laws ini disini hihihihihihihihi. Cuman pesen nya KG mengerikan, katanya siap-siap di bantai, di cecer pertanyaan, di debat dll deh hihihihihihi.. karena kata KG bangsa kita cenderung "tidak mau terima" jika ada sebuah konsep atau hukum tertentu yang muncul dari bangsanya sendiri. Berbeda jika konsep atau hukum itu muncul dari orang luar bangsa ini, tanpa dibantah atau di cerna langsung di terima deh hihihihihihihi [sambil nungguin master master yang keki ama KG comment ah... tapi debat ama pembuktiannya pake real trading live yah jangan ngomong doang hihihihihih]

    [​IMG]

    Aku pakai BSB ini untuk melihat pelaku pasar mana yang tengah mendominasi pasar berdasarkan jumlah data harga yang aku amati (rentang waktu). Jika harga berada di atas BSB maka aku tahu bahwa Buyers tengah mendominasi pasar dan sebaliknya jika harga berada di bawah BSB aku tahu bahwa Sellers tengah mendominasi pasar. Selain itu aku juga menggunakan level BSB sebagai kisaran area untuk meletakkan TP ketika aku melakukan transaksi Buy atau Sell setelah Kondisi Ubnormal berakhir. Kenapa? karena sifat dari segala sesuatu itu setelah mencapai batas maksimumnya maka sesuatu tersebut cenderung untuk bergerak kembali ke batas atau berada di antara nilai tengah dan nilai maksimumnya kata KG. Penjabarannya KG mencontohkan sama aku langsung pada pergerakan harga dengan mengamati dimana nilai tertinggi atau terendah yang terjadi pada history data harga yang ada di chart ku. Setelah ku amati emang bener ketika harga tertinggi atau terendah sudah terjadi maka harga cenderung untuk bergerak di area antara nilai tertinggi atau nilai terendah tersebut dgn BSB nya sebelum melanjutkan pergerakan selanjutnya.


    4. Acuan Waktu

    Acuan waktu ini adalah bagian yang paling penting diantara seluruh konsep analisa yang KG bagikan. Analisa pergerakan harga ala KG sebetulnya adalah analisa perilaku pelaku pasar, hanya dalam hal ini penterjemahan perilaku pelaku pasar yang ada pada data harga di chart aku dilakukan dengan menggunakan tools statistik. Tools statistik yang aku gunakan biar mampu menterjemahkan perilaku pelaku pasar secara objective maka perlu di atur sedemikian rupa jumlah data yang digunakannya agar aku bisa menangkap informasi pada data harga yang diterjemahkan tools (indicator) yang aku pakai secara tepat. Untuk bisa tepat maka aku harus menyesuaikannya dengan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di pasar dan pelaku pasar tentunya. Singkatnya itulah kenapa KG menyusun periode waktu yang digunakan dalam setiap tools yang aku gunakan berupa acuan waktu tertentu yaitu: Tahunan, 4 Bulanan, Bulanan, Mingguan, harian, 8-Jam an, 4 jam-an dst.

    Aku sukanya intraday atau singkatnya aku gak suka nahan Open position yang aku punya berhari-hari. Aku sukanya dan pengenya hari ini Open Position maka hari ini juga aku Close Position nya. So, aku milih acuan waktu harian aja untuk aku gunakan sebagai periode yang mengatur jumlah data harga yang aku amati untuk membantu aku menganalisa pergerakan harga.

    Segini aja deh cuap-cuap nya yah.. semoga bermanfaat buat aku dan yang baca juga. Selanjunya lanjut di sini aja deh --> http://www.kgforexworld.com/showpost.php?p=26192&postcount=54


    CS
    Last edited: Dec 14, 2010
    dahana90 likes this.
  5. kristal87

    kristal87 Member

    Messages:
    650
    Likes Received:
    13
    Trophy Points:
    18
    hiks gak dikasih sedikitpun untuk bisa pertamaxxxx.

    yo wis pokokmen dapet tpt duduk..
    izin menyimak..
  6. bpribadi

    bpribadi Active Member

    Messages:
    686
    Likes Received:
    46
    Trophy Points:
    28
    wah....... mantabs bu cs.......
    langsung kost di sini deh........
    numpang menyimak dan belajar.........


    salam ggh
    bp
  7. sharapova

    sharapova Member

    Messages:
    243
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    Hmmm....pertamax gak dapet, pejwan gak papa deh. Wong ditempat hot thread gini.
  8. kurisu

    kurisu Member

    Messages:
    46
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Hot thread nih...
    Lumayan page wan hehehehe....

    Salam kenal bu,
  9. doc

    doc Member

    Messages:
    102
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Izin nyimak bu :belajar:
  10. bimarpradana

    bimarpradana Contributor

    Messages:
    1,804
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    38
    numpang belajar sama bu cs,,,
    saya masih suka lemot nih bu,,,
    mudah2an dari sini bisa mendapatkan suatu gambaran lain :cz07:

Share This Page