" "

forexchief

Cerita-Cerita Penuh Inspirasi dan Motivasi

Discussion in 'Lounge Forex' started by sukabumitrader, Jan 21, 2010.

Share This Page

  1. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Misi Hidup

    Misi Hidup
    Kekuatan misi hidup yang menggairahkan

    By. M. S. Muslimin

    Ada sebuah pengalaman dari Tung Desem Waringin ketika mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Ketika itu dia sedang mengadakan penelitian tentang kebersihan di beberapa kota. Ketika bertemu dengan tukang sapu di kota Klaten dia bertanya ,”Bapak sedang apa?”. Tukang sapu itu menjawab dengan nada agak marah “Masa ga lihat, sedang nyapu lah”. Kemudian tukang sapu itu ngomel-ngomel “sudah gajinya kecil masih ditanya-tanya”

    Kemudian Tung Desem waringin juga mengadakan survey di kota Solo. Kebetulan kota Solo sudah 7 kali berturut-turut memperoleh hadiah adipura. Jika kota Solo memperoleh adipura sekali lagi maka akan mendapat hadiah adipura kencana. Ketika Pak Tung bertanya kepada seorang tukang sapu di sana dengan pertanyaan, “Bapak sedang apa?” maka tukang sapu tadi menjawab dengan penuh antusias, “Oh saya sedang mempersembahkan piala adipura untuk kota Solo, saya yakin tahun ini Solo akan mendapatkan adipura kencana. Dan kamu tahu, adipura ke 1 sampai ke 7 saya ikut serta”.

    Sekarang coba bandingkan kira-kira mana tukang sapu yang nyapunya lebih bersih ? Sudah pasti yang kedua. Kenapa? Karena tukang sapu yang kedua punya misi, sedangkan tukang sapu pertama tidak. Jika anda seringkali malas dalam mengerjakan sesuatu, hati-hati. Mungkin anda tidak punya misi terhadap pekerjaan itu. Atau mungkin misi anda harus diganti yang lebih baik.

    Ada seorang Bapak tua yang kerja di hotel. Kerjanya setiap hari mengecek pintu hotel. Dia selalu mencoba membuka atau menutup pintu hotel itu untuk mengecek apakah engselnya rusak atau belum, atau mungkin perlu diperbaiki supaya tidak rusak. Dia kerjanya begitu terus. Karena ada lebih dari 600 kamar maka jika semua kamar sudah diperiksa maka dia kembali untuk memeriksa kamar pertama lagi. Lama satu putaran pemeriksaan bisa mencapai 3 bulan, sehingga begitu selesai pemeriksaan semua pintu maka dia harus kembali memeriksa pintu pertama.

    Bapak ini sudah bekerja lebih dari 25 tahun, tetapi kerjanya terus semangat. Ketika itu ada orang yang menemuinya dan bertanya ,”Apakah anda tidak bosan?” Dia menjawab ,”Tidak”.Kemudian ditanyakan lagi , “Apa yang membuat Bapak tidak bosan mengerjakan pekerjaan ini?” Bapak tua itu menjawab “Oh itu karena pekerjaan saya ini begitu penting. Coba bayangkan di hotel ini sering diadakan pertemuan besar. Yang datang adalah pimpinan-pimpinan perusahaan besar. “

    Kemudian orang itu bertannya ,”Itu saja pak?” Bapak itu menjawab “Tidak. Seandainya pintu ini rusak, sehingga tidak bisa dibuka dan hotelnya terbakar maka orang di dalamnya akan mati terbakar. Bayangkan jika 600 kamar di sini semua diisi oleh para pimpinan perusahaan, Jika mereka terbakar maka maka perusahaan mereka tidak akan ada lagi yang memimpin. Jika mereka masing-masing memiliki 1000 karyawan, itu artinya 600.000 karyawan tidak terselamatkan. Jadi pekerjaan saya ini sebenarnya menyelamatkan nasib 600.000 orang.

    Aha, ternyata Bapak ini punya misi yang begitu bagus. Pertanyaannya adalah, “Sudahkah anda memiliki misi hidup yang menggairahkan?” Jika anda seorang pemilik perusahaan maka saya bertanya ,”Sudahkah karyawan anda dibimbing untuk memiliki misi hidup yang menggairahkan?” Jika belum saya sarankan supaya anda melatih dari sekarang. Dengan cara seperti ini maka karyawan anda akan bekerja dengan sungguh-sungguh walaupun tidak anda awasi.
    " "
  2. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Kekayaan Hati

    By Kunti Ayu Vedanti

    Kehidupan...

    Terkadang aku bertanya, apa yang ku cari diantara tumpukan hari dan waktu ?
    Ku bertanya, apa yang ku kehendaki? Jutaan uang dan beribu taburan berlian?
    Atau, rumah megah dan sepatu emas..

    Bagaimana jika ku sudah memilikinya? Apa lagi yang akan aku pinta?
    Aku sadar.. ku dapat meminta, dapat mencari dan dapat menemukan dan jua mendapatkan yang aku pinta dan harapkan. Namun, apa benar memang itu kebutuhanku?

    Tentu ku akan bertanya lagi.

    Selalu membuatku teringat akan semua yang dapat musnah.. akan segala yang dapat lenyap..

    Hanya dihilangkan oleh ombak..dimusnahkan bukan dengan api..namun air.. diseret perlahan kembali ke bumi..

    Ku terkejut dan selalu bersedih mengingatnya.. mengingat semua yang ada di genggamanku akan pergi suatu saat, usang.. rusak, atau menghilang dariku.

    bahkan ragaku sekalipun,

    lalu apa yang akan aku pinta?

    Apa aku akan meminta sebuah keajaiban dan kesempurnaan.. ?
    Atau bahkan mukjijat yang membuatku dapat hidup selamanya,

    Namun,
    Ibu, terimakasih... satu hal berharga sudah ku dapat lagi.. bahwa manusia tidak akan pernah puas.

    Kebahagiaan itu semu dan tanpa batas..

    Ibu pernah berkata padaku “anakku, kamu dapat meminta apapun padakuâ€￾

    Ku sadar sekarang, dalam aku terdapat segalanya tanpa terbatas, ku dapat meminta apapun yang ku mau. Kejayaan, kekayaan, kharisma, dan bahkan untuk menjadi seorang pemimpin.

    Namun, aku yakin.. saat ku meminta kekayaan hati pada ibu. Ibu pasti menjawab... “carilah sendiri..karena hanya kedua tanganmu, seluruh indriamu, dan hatimu sendiri yg dapat memberikannya padamuâ€￾.

    Ibu memberi semuanya..membuka jalan untuk semuanya.. namun akulah sendiri yang dapat membuka jalan untuk hatiku..jiwaku..dan pikiranku,

    Karena, itulah hartaku..

    Senyum kasihku lah nyawaku..

    Yang tak akan pernah hilang hingga selama-lamanya.

    “Anakku, sekarang ibu akan memberi semua yang kau minta.. tapi Ibu yakin, putriku tak akan meminta apapun.. kecuali mantra dan doa agar kau dapat membantu siapapun dengan kasih, itulah kekayaan yang tak akan pernah habis walaupun kau bagi setiap harinyaâ€￾ (RM)
  3. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Keterikatan

    Keterikatan

    by: Triwidodo Djokorahardjo

    Keterikatan membuat manusia takut menghadapi perubahan. Keterikatan membuat manusia ingin mempertahankan sesuatu yang pada dasarnya tidak abadi.

    Keterikatan menimbulkan keinginan untuk memiliki dan mempertahankan sesuatu, keadaan maupun orang. Keinginan itu tidak selaras dengan alam. Alam tidak memiliki keinginan untuk mempertahankan sesuatu. Alam membiarkan terjadinya perubahan, bahkan malah memfasilitasinya, mendukungnya. Kita terikat dengan rambut lebat yang masih hitam, maka uban dan botak sudah pasti menyedihkan. Kita terikat dengan harta benda yang terkumpul selama hidup, maka kematian menjadi sulit. Sementara itu, alam tidak pernah sedih karena pergantian musim. Alam tidak pernah menolak perubahan yang terjadi setiap saat. *Mawar Mistik halaman 45

    Kenapa kita terikat pada sesuatu? Karena kita melihat sesuatu itu di luar diri kita, dan timbul keinginan untuk memilikinya. Pernahkah kita merasa terikat dengan ginjal, hati, dan jeroan kita? Kita tidak terikat, karena kita tahu semua itu ada dalam diri kita. Kita bahkan tidak pernah memikirkan mereka. Tidak pernah peduli tentang jantung dan paru, hingga pada suatu ketika kita jatuh sakit.... dan baru mengaduh-aduh. Karena saat itu kita “merasa kehilangan” kesehatan. Kita tidak pernah merasa terikat dengan sesuatu yang kita yakini sebagai milik kita. Sebab itu seorang suami bisa tidak terikat dengan istrinya, tetapi terikat dengan selirnya. Mawar Mistik halaman 44

    Shankara tidak mencela harta-benda. Yang dicela adalah keterikatan kita. Silakan cari uang; silakan menjadi kaya dan menikmati kekayan Anda, asal tidak terikat, karena keterikatan akan menyebabkan kekecewaan. Keterikatan merampas kebebasan Anda. Keterikatan memperbudak Anda. Tidak terikat berarti tidak habis-habisan, tidak mati-matian mengejar sesuatu. *Bhaja Govindam halaman 27

    Keterikatan pada harta-kekayaan, pada kedudukan, pada keluarga semuanya harus dikikis sedikit demi sedikit. Tidak berarti kita menjadi asosial; tidak berarti kita meningkatkan keluarga. Tidak demikian. Yang penting adalah meninggalkan rasa kepemilikan. Yang penting ialah meninggalkan keterikatan. Dan untuk melepaskan keterikatan-keterikatan semacam itu, cara yang paling gampang adalah meningat kematian. Menyadari bahwasannya hidup ini bersifat fana, sementara, sesaat. * Al Fatihah halaman 68

    Manusia perlu menarik diri sebelum sesuatu menjadi keterikatannya.

    Pratyahaara – menarik diri, khususnya panca indera, dari pemicu-pemicu di luar yang dapat menghilangkan kesadaran diri. Ketertarikan adalah awal keterikatan. Jika salah satu dari panca indera kita tertarik pada sesuatu, terciptalah rantai keterikatan yang pada suatu ketika pasti menjerat kita. Pratyahaara berarti saat ketertarikan itu baru terjadi kita langsung menarik diri. * Sutasoma halaman 150

    “Sepi ing pamrih rame ing gawe”, bekerja keras tanpa pamrih

    Pamrih adalah tujuan, atau keterikatan dalam melakukan suatu tindakan. Para leluhur memberi nasehat agar kita bekerja keras tanpa keterikatan terhadap hasil atau keterikatan pada tujuan atau mempunyai pamrih tertentu.

    Selama masih menggunakan pikiran anda tidak bisa bekerja tanpa pamrih. Selama masih belum kenal kasih, anda tidak bisa melepaskan ego. Dan selama pikiran masih bekerja, selama ego masih belum terlepaskan, anda tidak bisa melihat ke dalam diri. *ABC Kahlil Gibran halaman 92

    Apa yang dimaksud dengan ketakterikatan? Dan, apa pula keterikatan itu? Keterikatan adalah ketergantungan dan kepercayaan kita pada pujian, pada imbalan, pada penghargaan dan pengakuan. Selama kita masih mengejar semuanya itu, kita masih terikat. Dan, selama kita masih terikat, kita masih takut. Lapisan Inteligensia kita memperoleh energi dari dua sumber utama, sumber dalam diri: dari rasa percaya diri yang tidak tergantung pada pujian dan makian orang dan sumber di luar diri: dari pujian dan pengakuan. * Fear Management halaman 90

    Ketika pujian berubah menjadi hujatan, dan pengakuan menjadi penolakan, lapisan inteligensia kita kehausan energi. Saat itu menjadi ganas. Kita akan melakukan apa saja untuk memperoleh pujian dan pengakuan. Selama masih mengejar, kita masih terikat. Janganlah tergantung pada sumber energi di luar diri. Gunakan energi yang berasal dari dalam dirimu sendiri. Ketidaktergantungan pada sesuatu di luar diri inilah yang disebut ketidakterikatan. *Fear Management halaman 90

    Para suci memberi nasehat agar kita tidak terikat pada sesuatu.

    Asanga, Be Detached, janganlah Terikat pada Sesuatu. Asanga tidak berarti tanpa persahabatan, tapi tanpa keterikatan. Silahkan bersahabat, tapi tanpa keterikatan. Berkaryalah, tapi janganlah terikat pada hasilnya. Layanilah keluarga dan cintailah mereka, tapi tanpa keterikatan. Keterikatan bukan cinta. Keterikatan menciptakan keinginan untuk memiliki. Kemudian untuk memiliki sesuatu atau seseorang, kita akan melakukan apa saja, dengan membenarkan himsa atau kekerasan. * Life Workbook halaman 237

    Dalam ilmu manajemen, dikenal pemahaman Management by Objective, seluruh upaya dilakukan agar hasil tercapai. Bagi mereka yang kurang ber-etika mereka menggunakan segala macam cara untuk memperoleh apa yang ia harapkan. Dalam spiritual, mereka berupaya sekuat tenaga untuk mencapai surga, nirvana atau apa pun tujuannya. Manajemen yang terikat kepada tujuan, manajemen berdasar pamrih.

    Kemudian dalam ilmu manajemen dikenal pula Management by Process, apabila seluruh proses dilakukan dengan benar, hasil akhir adalah suatu kepastian. Seluruh upaya difokuskan pada tindakan saat ini, misalkan dengan pembuatan cheklist dari semua proses, sehingga apabila semua proses tersebut dijalani dengan benar maka hasil akhir sudah merupakan kepastian. Hasilnya adalah Total Quality Management, holistik. Dalam spiritual, mereka berfokus pada perjalanan dan bukan pada tujuan, tidak mempunyai pamrih.

    Para leluhur kita mempunyai pitutur luhur, nasehat yang mulia agar kita melakukan “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe”. Agar semua energi kita terfokus pada pekerjaan dan tidak terfokus pada hasil sehingga energi untuk bekerja kurang maksimal. Pendekatan para leluhur lebih mendekati “Management by Process”. Dalam hal spiritual, dapat dimaknai agar kita tidak terikat pada tujuan keduniawian atau tujuan atau pamrih apa pun. Dasarnya adalah bekerja sebagai persembahan pada kehidupan semata.

    Bagi yang mempercayai hukum sebab-akibat, ada perbedaan antara takdir dan karma. Takdir mengungkapkan ketidak-berdayaan, bahwa individu dikendalikan oleh alam semesta yang kekal. Sebaliknya karma merupakan sebuah konsep yang memberdayakan. “Apa yang dilakukan akan berbalik kepada pelakunya”, “Apa yang kau tabur, itu pula yang akan kau tuai.” Apa yang kita kirim kepada alam semesta akan kembali kepada kita.

    Tindakan buruk akan kembali kepada kita dan kita harus lahir lagi untuk menerima akibatnya. Sebaliknya tindakan baik pun membuat kita harus lahir lagi untuk memperoleh akibatnya. Belajar dari daun dan bunga teratai yang tidak menerima kebaikan atau keburukan, leluhur kita menganjurkan kita untuk bertindak sepenuh hati tanpa pamrih. Hal tersebut akan melepaskan kita dari ikatan duniawi.

    Mungkinkah manusia hidup tanpa keterikatan?

    Keberadaan selalu mendatangi kita setiap saat membawa beberapa pilihan yang dapat dikelompokkan dalam tindakan-tindakan yang memuliakan atau shreya dan tindakan-tindakan yang menyenangkan atau preya. Konon, manusia hanya bisa berusaha agar selalu memilih shreya dengan cara melatih intelegensianya. Sampai suatu saat dia mendapatkan rahmat dari Keberadaan untuk meningkat kesadarannya. Hanya seorang Master yang menguasai kehidupan. Seorang Master ibarat bunga teratai yang memberikan kebahagiaan kepada sekelilingnya. Kaki dia masih terikat pada lumpur keduniawian, tetapi dia tidak terikat dengan lumpur tersebut, dia muncul ke permukaan memberikan kebahagiaan.

    Banyak orang meninggalkan keluarga dan menjadi petapa. Mereka mengaku tidak terikat lagi dengan keluarga, tetapi menciptakan keterikatan baru pada institusi yang mereka pimpin, pada orang-orang di sekitarnya yang dianggapnya sebagai “Murid”. * Life Workbook halaman 115

    Tanpa keterikatan, seseorang tidak bisa hidup. Seorang yogi yang sudah melampaui segala macam keterikatan akan menciptakan ‘keterikatan baru’ yang bersifat ‘temporer’ untuk bisa bertahan hidup. ‘Mempersiapkan para murid’, ‘kedamaian dunia’, ‘menyebarkan pesan kasih’ merupakan beberapa ‘ikatan temporer’ yang biasanya diciptakan oleh para master. Namun, karena ikatan tersebut hasil ciptaannya sendiri, seorang Master mudah memutuskannya. Sebaliknya mereka yang belum memperoleh pencerahan tidak bisa, saya ulangi “tidak bisa menciptakan” ikatan-ikatan temporer seperti itu. Mereka tidak bisa berkarya tanpa pamrih, seperti seorang Master. *10 Paramhansa halaman 411

    Melepaskan keterikatan berarti melepaskan rasa kepemilikan. Tuhan adalah Pemilik tunggal semuanya ini. Anda ada atau tidak, dunia ini akan tetap ada.

    Sanyas berarti pelepasan. Melepaskan apa? Tentu saja, melepaskan keterikatan kita. Bekerja, namun tidak terikat pada hasil akhirnya. Keterikatan kita menunjukkan betapa seriusnya kita menghadapi kehidupan ini. Padahal, hidup ini bukan sesuatu yang serius. Pelepasan juga berarti melepaskan keseriusan kita. *Baghavad Gita halaman 205

    Bagi seorang Narada, how atau “bagaimana” lebih penting daripada what – apa. Dan technical know-how dia sungguh mudah dikuasai: pertama: Hindari pemicu keterikatan. Kedua: Dekati mereka yang sudah berhasil melampaui semua itu. *Narada Bhakti Sutra halaman 184
    Last edited: Jan 27, 2010
  4. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Hidup Bahagia

    By M. S. Muslimin

    Apa sich artinya bahagia? Apakah sukses identik dengan bahagia? Apakah kaya identik dengan bahagia? Apakah kemewahan identik dengan bahagia?

    Sebelum saya bahas, saya seringkali bertanya, entah kepada diri saya ataupun orang lain. Kejadian apa saja yang membuat anda bahagia. Jawaban orang sangat bermacam-macam, ada yang merasa bahagia ketika lulus kuliah, ada yang merasa bahagia ketika menikah, ada yang bahagia karena mendapatkan mobil BMW, ada yang bahagia ketika merayakan ulang tahun, ada yang bahagia karena menang lomba ataupun undian, ada yang bahagia karena selamat dari bencana, ada yang bahagia karena naik gaji, ada yang bahagia karena perusahaannya tumbuh cepat, bahkan ada orang yang bahagia ketika mendapatkan uang Rp 5000,- dan lain-lain.

    Kejadian di atas sering disebut dengan istilah magic moment. Yang jadi masalah magic moment tidak terjadi setiap saat. Ada orang yang bahagia ketika menikah. Celakanya, kan kita tidak bisa menikah setiap saat. Mungkin seumur hidup hanya sekali. Itupun setelah setahun berlalu juga biasa-biasa saja. Ada orang yang bahagia ketika menang undian BMW, tetapi setelah sekian lama menjadi biasa-biasa saja. Apa yang sebenarnya orang inginkan?

    Sebenarnya yang diinginkan orang hanyalah perubahan perasaan. Perubahan perasaanlah yang benar-benar diinginkan seseorang. Ketika seseorang memperoleh mobil BMW, maka perasaanya seketika berubah. Ketika seseorang menikah maka perasaanya berubah. Ketika perasaannya beruhbah itulah orang merasa bahagia. Orang yang tidak pernah memiliki uang, ketika memperoleh uang Rp 5000,- akan merasa bahagia, karena saat itulah perasaaanya berubah.
    Setelah sekian lama orang menikah maka dia merasa biasa-biasa saja, karena tidak ada perubahan perasaan lagi. Yang menjadi masalah, bisakah perubahan perasaan ini kita ciptakan sendiri, dalam waktu cepat, murah, mudah, serta tidak tergantung pada orang lain?
    Kabar gembiranya ternyata ADA.

    Kita bisa menciptakan magic moment ini setiap saat. Bahkan dengan biaya yang sangat murah. Yang penting ketika kejadian itu kita konek dengan diri kita sendiri.
    Magic moment yang bisa kita buat itu misalnya adalah menarik nafas panjang, minum air putih, shalat, baca kitab suci, jalan-jalan, menelpon orang tua, berenang, dan lain-lain. Itu semua bisa merubah perasaan kita. Anda bisa memilih sendiri kegiatan seperti itu. Saya sendiri sudah menuliskan lebih dari 50. Saya harap setelah membaca ini anda juga menulis, jadi ketika perasaan kita tidak enak kita bisa langsung merubah perasaan kita.

    Contohnya, ketika seseorang menyetir mobil dan jalanan macet, dia sangat tegang. Setelah setengah jam, kemacetan baru berlalu. Ketika kemacetan berlalu dia menarik nafas panjang. Itulah kesalahannya, semestinya ketika macet dia seharusnya menarik nafas panjang supaya tidak tegang.

    Apa sajakah yang membuat orang bahagia? Secara umum ada 3 poin :
    1. Magic Moment
    2. Perbandingan
    3. Buat lebih menderita

    Apa maksudnya perbandingan? Jika kita tidak bahagia karena miskin, maka bandingkanlah dengan orang yang lebih miskin.

    Ketika Jerman Timur bersatu dengan Jerman Barat maka kekayaan mereka meningkat 3 kali lipat, tetapi tingkat kebahagiaannya menurun. Apa penyebabnya? Ternyata penyebabnya karena mereka sering bertemu dengan orang Jerman Barat yang jauh lebih kaya. Sebelumnya mereka miskin tetapi bahagia, karena mereka miskin bersama. Sekarang ketika kaya mereka cenderung tidak bahagia karena melihat orang yang lebih kaya.

    Apa maksudnya buat lebih menderita? Misalnya anda terbiasa memakai mobil. Suatu hari karena perusahaan orang tua anda bangkrut, anda kehilangan mobil untuk dijual. Anda harus memakai sepeda motor. Hal ini tentunya membuat anda tidak bahagia. Untuk itu buat supaya lebih menderita. Caranya? Setiap hari anda jalan kaki jika pergi ke sekolah atau ke kampus selama 2 bulan. Setelah dua bulan coba pake sepeda motor. Anda pasti merasakan bahagia karena terjadi perubahan perasaan.
  5. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    3×8 = 23

    Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

    Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?â€￾

    Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.â€￾

    Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.â€￾

    Yan Hui: “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?â€￾

    Pembeli kain: “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?â€￾

    Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.â€￾

    Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tau duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.â€￾

    Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

    Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : “Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.â€￾ Yan Hui bilang, “Baiklah,â€￾ lalu berangkat pulang.

    Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

    Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?â€￾ Confusius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuhâ€￾.

    Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.â€￾

    Confusius bilang: “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?â€￾

    Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu.â€￾ Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

    Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.
    Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

    Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)

    Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)

    Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Istri tidak mau menghirau kamu, semua harus “do it yourselfâ€￾)

    Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman)
  6. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Kemalangan dapat menguji sebuah persahabatan

    Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat itu tiba-tiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka.

    Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya.

    Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal.

    Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya, dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal, beruang tersebutpun berjalan pergi.

    Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya.

    "Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu," katanya. "Apa yang di katakan oleh beruang itu"

    "Beruang itu berkata," kata pengembara yang berbaring tadi, "Tidak bijaksana berjalan bersama-sama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya."

    Kemalangan dapat menguji sebuah persahabatan.
  7. forexampun

    forexampun New Member

    Messages:
    18
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    luar biasa

    jadi ter - motivasi ini :)
  8. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Pengaruh Identitas

    Pengaruh Identitas

    by: M. S. Muslimin

    Identitas sering disebut label pada diri kita. Orang akan cenderung menyesuaikan dengan identitasnya. JIka seseorang memiliki identitas tampan maka akan cenderung menjaga dirinya supaya tetap tampan. Tidak perduli apakah identitas tampan itu datang dari orang lain atau dari dirinya sendiri.

    Orang yang punya identitas cerdas akan cenderung bagus nilai-nilai di sekolahnya. Dia aka selalu rajin belajar supaya terlihat cerdas, tidak perduli identitas itu datang dari dirinya atau orang lain. Mungkin keluarganya sering mengatakan “Kamu ini cerdasâ€￾, sehingga dia kata-kata itu masuk ke dalam hatinya, sehingga dia memang menyimpulkan dirinya cerdas. Atau mungkin karena dia di awal-awal sekolah memiliki nilai yang lebih bagus dibandingkan dengan teman-temannya, sehingga dia mengambil kesimpulan bahwa dirinya cerdas. Kalau dia sudah mengambil kesimpulan seperti itu maka dia akan cenderung memperthankannya dengan cara dia rajin belajar. Ini yang sering disebut kelembaman. Orang akan cenderung mempertahankan sifat yang dimilikinya.

    Saya pernah bertemu dengan Pak Koma Untoro. Beliau adalah pemegang francais sekolah musik Purwacaraka. Pak Koma belajar entrepreneur dari Purdi Chandra. Suatu hari Pak Purdi memperkenalkan Pak Koma dengan Purwacaraka. Saat itu Pak Purdi mengatakan “Ini teman saya, Pak Koma. Beliau adalah pakar di bidang Francais.â€￾
    Betapa terkejutnya Pak Koma, dia bertanya dalam hati “Sejak kapan saya ahli francais?â€￾ Memang Pak Koma tidak tahu apa-apa tentang francais. Beliau bukanlah pengusaha. Beliau adalah seorang karyawan di BEJ, walaupun saat itu sudah keluar. Akan tetapi karena yang mengatakan Purdi Chandra maka Purwacaraka percaya saja. Saat itu sebenarnya Purdi Chandra memberikan identitas pada diri Pak Koma bahwa beliau adalah ahli di bidang francais. Selesai pertemuan itu Purdi Chandra langsung pulang ke Jogja sementara Pak Koma tetap di Jakarta. Pak Koma kebingungan karena tidak bisa belajar pada Purdi Chandra tentang Francais.
    Akan tetapi Purwacaraka sudah terlanjur mempercayainya, sehingga mau tidak mau Pak Koma berusaha mencari-cari ilmu tentang francais, takut kalau-kalau Purwacaraka menghubunginya sewaktu-waktu. Hal yang ditakuti akhirnya tiba, Purwacaraka menghubunginya untuk bertemu. Untunglah sebelum bertemu Pak Koma mendapatkan informasi akan diadakan seminar Francais selama tiga hari dengan pembicara dari luar negeri. Cepat-cepat akhirnya Pak Koma mendaftar untuk belajar.
    Pada acara seminar itu Pak Koma selalu datang lebih awal. Begitu acara selesai Pak Koma tidak langsung pulang, tetapi menanyakan banyak masalah kepada para pembicara.
    Tibalah saatnya Pak Koma bertemu dengan Purwacaraka. Ketika bertemu itulah Pak Koma bisa menjelaskan dengan sungguh-sungguh tentang ilmu Francais yang dikuasainya. Dengan begitu Purwacaraka percaya, dan akhirnya terbentuklah francais sekolah music Purwacaraka

    Tanpa terasa, orang yang mengatakan “Saya ini tidak bisa bicara di depan umumâ€￾, saya jamin orang itu tidak bisa berbicara di depan umum, kecuali dia sudah membuang kalimat tadi.
    Atau ada juga orang yang mengatakan “Saya ini tidak percaya diri ketika mendekati perampuan yang saya sukaiâ€￾ maka saya jamin orang itu akan persis seperti apa yang dikatakan.

    Dalam penelitian terhadap suatu olahraga jenis tertentu, ternyata diperoleh data bahwa orang-orang yang berhasil rata-rata lahirnya di bulan Januari, atau paling tidak Februari. Wooow apakah bulan kelahiran menentukan prestasi seseorang? Ternyata tidak. Yang lebih mentukan ternyata adalah identitasnya. Biasanya untuk perlombaan anak-anak ada pembatasan tanggal, yaitu 31 Desember. Anak yang sudah lebih tua dari batas tadi tidak boleh ikut.

    Tentu saja anak-anak tertua yang ikut adalah kelahiran bulan Januari. Namanya juga anak-anak, perbedaan usia sangat signifikan dalam mempengaruhi prestasi. Dengan kondisi ini anak-anak yang juara kebanyakan lahir di bulan Januari. Yang lebih unik, begitu sang anak juara maka dia memberikan identitas kepada dirinya bahwa dia berbakat. Sementara anak-anak yang lahir di bulan Desember, jika memang lomba itu adalah kesempatan terakhirnya maka usianya belum maksimal, sehingga dia tidak juara. Dengan kondisi yang tidak juara ini dia secara tidak sadar memberikan identitas bahwa dirinya tidak berbakat. Dengan kondisi ini anak-anak yang laahir di bulan Januari bersungguh-sungguh dalam latihan sementara yang di bulan lain, terutama desember tidak pernah latihan secara sungguh-sungguh. Pantas saja jika yang juara kebanyakan lahir di bulan Januari.

    Ada suatu kisah nyata, ketika si A mencari pembantu maka dia meminta kepada temannya, si B, “Hai si B, apakah kamu memiliki pembantu yang bisa saya minta?.â€￾ Kata si B ,â€￾ Iya, ada orangnya bisa dipercaya, jujur, tetapi kerjanya lambat dan kurang rajin.â€￾ Kemudian si A berkata , “OK saya terimaâ€￾. Ketika sampai di rumah si A, dia berkata kepada pembantu tadi ,â€￾Eh, saya dengar dari bosmu, kamu memang rajin. Saya yakin, rajin adalah sifat dan watakmu, kalau nanti kamu kerja disini kamu pasti rajin.â€￾ Anehnya setelah mendapat kata-kata seperti itu pembantu tadi jadi rajin.

    Dengan contoh-contoh tadi, behati-hatilah dalam memilih identitas diri.
  9. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Doa Untuk Puteraku

    Doa Untuk Puteraku

    Tuhanku …
    Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya
    Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan
    Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan
    Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan

    Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
    dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja
    Seorang putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan

    Tuhanku …
    Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak
    Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan

    Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya

    Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain

    Berikanlah hamba putera yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka

    Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau

    Dan, setelah semua menjadi miliknya …
    Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya

    Tuhanku …
    Berilah ia kerendahan hati …
    Agar ia ingat akan kesederhanaan dan Keagungan yang hakiki
    Pada Sumber Kearifan, Kelemah-lembutan dan Kekuatan yang Sempurna …

    Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-siaâ€￾.

    (Jendral Douglas Mac Arthur )

    ==================================================

    “A Prayer for my Sonâ€￾
    Gen. Douglas Mac Arthur

    Build me a son, O Lord,
    who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid;
    one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.

    Build me a son whose wishbone will not be where his backbone should be; a son who will know Thee - and that to know himself is the foundation stone of knowledge.

    Lead him I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge.
    Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.

    Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will learn to laugh, yet never forget how to weep;
    one who will reach into the future, yet never forget the past.

    And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, the meekness of true strength.

    Then, I, his father, will dare to whisper, “I have not lived in vain.â€￾

    (Gen. Douglas Mac Arthur )
  10. sukabumitrader

    sukabumitrader New Member

    Messages:
    214
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    0
    Hasan al-Bashri : Alam Semesta Adalah Guru Yang Bijak

    By: Gus Imam Puji Hartono

    Dalam cerita-cerita sufi sering dikisahkan tatkala seorang guru sufi besar Hasan dari Basrah, atau lebih dikenal dengan Hasan al-Bashri. Saat Hasan al Bashri mendekati akhir masa hidupnya, seorang sahabatnya bertanya kepadanya,

    “Wahai Hasan, siapakah gurumu?â€￾

    Dia menjawab, “Aku memiliki ribuan guru. Menyebut nama mereka satu-persatu akan memakan waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun dan sudah tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya. Tetapi ada tiga orang guru yang akan aku ceritakan kepadamu.

    Guruku yang pertama adalah seorang pencuri. Ya, pada suatu hari aku tersesat di gurun pasir, dan ketika aku tiba di suatu desa, karena larut malam maka semua rumah penginapan telah tutup. Tetapi akhirnya aku menemukan seorang pemuda yang sedang melubangi dinding pada sebuah rumah. Aku bertanya kepadanya dimana aku bisa menginap dan dia berkata “Adalah sulit untuk mencarinya pada larut malam seperti ini, tetapi engkau bisa menginap bersamaku, jika engkau bisa menginap bersama seorang pencuri.â€￾

    Sungguh menakjubkan pemuda ini. Aku terpaksa menetap bersamanya selama beberapa malam! Dan setiap malam ia akan berkata kepadaku, “Sekarang aku akan pergi bekerja. Engkau beristirahatlah dan berdoa.â€￾ Ketika dia telah kembali aku bertanya “apakah engkau mendapatkan sesuatu?â€￾ dia menjawab, “Tidak malam ini. Tetapi besok aku akan mencobanya kembali, jika Tuhan berkehendak.â€￾

    "Apakah kamu tidak takut tertangkap?", tanya Hasan al Bashri
    “Jika Tuhan berkehendak,besok aku akan tertangkap, besok pasti akan terjadi.â€￾

    Dia tidak pernah patah semangat, dia selalu bahagia.

    Ketika aku berkhalwat (mengasingkan diri) selama bertahun-tahun dan di akhir waktu tidak terjadi apapun, begitu banyak masa dimana aku begitu putus asa, begitu patah semangat, hingga akhirnya aku berniat untuk menghentikan semua omong kosong ini.

    Dan tiba-tiba aku teringat akan si pencuri yang selalu berkata pada malam hari. “Jika Tuhan berkehendak, besok akan terjadi.â€￾

    Guruku yang kedua adalah seekor anjing. Tatkala aku pergi ke sungai karena haus, seekor anjing mendekatiku dan ia juga kehausan. Pada saat ia melihat ke airnya dan ia melihat ada ajing lainnya disana “bayangannya sendiriâ€￾, dan ia pun ketakutan. Anjing itu kemudian menggonggong dan berlari menjauh. Tetapi karena begitu haus ia kembali lagi.

    Akhirnya, terlepas dari rasa takutnya, ia langsung melompat ke airnya, dan hilanglah bayangannya. Dan pada saat itulah aku menyadari sebuah pesan datang dari Tuhan: ketakutanmu hanyalah bayangan, ceburkan dirimu ke dalamnya dan bayangan rasa takutmu akan hilang.

    Guruku yang ketiga adalah seorang anak kecil. Tatkala aku memasuki sebuah kota dan aku melihat seorang anak kecil membawa sebatang liling yang menyala. Dia sedang menuju mesjid untuk meletakkan lilinnya disana.

    “Sekedar bercandaâ€￾, kataku kepadanya, “Apakah engkau sendiri yang menyalakan lilinnya?â€￾

    Dia menjawab, “Ya tuan.â€￾

    Kemudian aku bertanya kembali, “Ada suatu waktu dimana lilinnya belum menyala, lalu ada suatu waktu dimana lilinnya menyala. Bisakah engkau tunjukkan kepadaku darimana datangnya sumber cahaya pada lilinnya?

    Anak kecil itu tertawa, lalu menghembuskan lilinnya, dan berkata, “Sekarang tuan telah melihat cahayanya pergi. Kemana ia perginya? Jelaskan kepadaku!â€￾

    Egoku seketika langsung remuk, seluruh pengetahuanku remuk. Pada saat itu aku menyadari kebodohanku sendiri. Sejak saat itu aku letakkan seluruh ilmu pengetahuanku.

    Adalah benar bahwa aku tidak memiliki guru. Tetapi bukan berarti bahwa aku bukanlah seorang murid, aku menerima semua kehidupan sebagai guruku. Pembelajaranku sebagai seorang murid jauh lebih besar dibandingkan dengan dirimu. Aku mempercayai awan-awan, pohon-pohon.

    Seperti itulah aku belajar dari kehidupan. Aku tidak memiliki seorang guru karena aku memiliki jutaan guru yang aku pelajari dari berbagai sumber. Menjadi seorang murid adalah sebuah keharusan di jalan sufi.

    Apa maksud dari menjadi seorang murid? Maksud dari menjadi seorang murid adalah untuk belajar. Bersedia belajar atas apa yang diajarkan oleh kehidupan. Melalui seorang guru engkau akan memulai pembelajaranmu.

    Sang guru adalah sebuah kolam dimana engkau bisa belajar bagaimana untuk berenang. Dan tatkala engkau telah mahir berenang, seluruh Samudera adalah milikmu.Sungguh, bagiku Alam Semesta Adalah Guru Yang Bijak

    Sahabatku, sebagaimana kisah2 sufi, boleh jadi ini hanya metafora, dan anda berhak untuk menafsirkan sendiri yang berbeda. Wallahualam bissawab

Share This Page