" "

forexchief

Bursa Asia Menguat Empat Minggu Terakhir, Shinzo Abe Menang Pemilu

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by suggesfree, Dec 17, 2012.

Share This Page

  1. suggesfree

    suggesfree New Member

    Messages:
    23
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    (Vibiznews – Index) – Pada perdagangan di bursa saham kawasan Asia minggu ini (10/12-14/12) secara umum kembali mengalami penguatan, setelah tiga minggu sebelumnya juga berakhir menguat. Sementara itu, bursa saham Wall Street pada minggu ini (10/12-14/12) berakhir melemah terbatas.

    Penguatan bursa saham kawasan Asia pada minggu ini didorong oleh The Fed yang mengumumkan rencananya untuk meluncurkan stimulus tahap ke-4 di bulan Januari 2013 mendatang. Selain itu, sentimen positif tambahan bagi Asia datang dari data manufaktur China yang cukup positif, serta menangnya Shinzo Abe pada pemilu di Jepang.

    Untuk Amerika Serikat, walau The Fed telah mengumumkan rencana stimulus tahap ke-4, tampak bursa saham Wall Street tidak merespon positif. Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh kekhawatiran terhadap “fiscal cliffâ€￾ di AS, dimana diskusi anggaran AS tampaknya masih belum membuahkan hasil yang berarti.

    Dari kawasan Asia, pada sentimen positif tampak lebih dominan. Sektor manufaktur China kembali mengalami ekspansi, tercermin dari data HSBC Flash Manufacturing PMI periode Desember 2012 yang dilaporkan sebesar 50.9 dari periode sebelumnya sebesar 50.5.

    Selain itu, sentimen positif tambahan bagi bursa saham kawasan Asia juga datang dari tingginya ekspektasi bahwa partai oposisi yang dipimpin oleh Shinzo Abe akan mengalahkan Yoshihiko Noda pada pemilu Jepang pada 16 Desember 2012. Dan ternyata Shinzo Abe pada akhirnya berhasil menang pada hari Minggu kemarin, dimana harapan cukup tinggi bahwa pemerintahan Shinzo Abe akan berusaha keras untuk mendongkrak perekonomian Jepang melalui pelonggaran moneter lebih lanjut.

    Menurut Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, tampaknya secara umum sentimen positif saat ini masih cenderung dominan di kawasan Asia, namun sentimen positif tampaknya terus memudar akibat kekhawatiran investor terhadap isu “fiscal cliffâ€￾ di AS. Dengan begitu, untuk minggu depan bursa saham kawasan Asia berpotensi bergerak konsolidatif, apalagi setelah sebulan terakhir melesat tajam.

    Untuk minggu depan, beberapa data ekonomi global yang cukup penting dipantau antara lain seperti data Existing Home Sales, Philly Fed Manufacturing Index dan Core Durable Goods Orders di AS. Selain itu, tentunya investor global masih sangat menantikan suatu perkembangan yang berarti dari diskusi anggaran di AS, sebelum liburan panjang akhir tahun 2012.

    Pekan depan, diperkirakan indeks berjangka Hang Seng berpeluang menguat ke level 23000 jika melewati resistance di level 22850. Sedangkan indeks berpeluang melemah ke level 22050 jika melewati support di level 22345.

    Untuk indeks berjangka Nikkei, diperkirakan indeks berpeluang menguat ke level 10050 jika melewati resistance di level 9960. Sedangkan indeks berpeluang melemah ke level 9650 jika melewati support di level 9770.

    Sumber:vibiznews
    " "

Share This Page