" "

forexchief

Berita forex,index,commodity paling update by www.vibiznews.com

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by vibizinvestasi, Sep 22, 2011.

Share This Page

  1. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Euro Mix, Masih Diwarnai Outlook Negatif

    Euro Mix, Masih Diwarnai Outlook Negatif
    Kamis, 22 September 2011 12.31 WIB
    (Vibiznews – FX) – Pada perdagangan forex mendekati pembukaan sesi Eropa siang hari ini (22-09) , mata uang Euro terpantau bergerak mix terhadap mata uang utama lainnya.

    Terhadap Dollar AS dan Yen Jepang mata uang tersebut terpantau melemah, namun terpantau menguat terhadap Dollar Australia.

    Pada pair EUR/USD Euro bergerak melemah sekitar – 0.25%, pada cross rate EUR/JPY turun tipis – 0.07 % dan pada pair EUR/AUD menguat tipis sekitar + 0.09%.

    Menghadapi laporan sektor jasa dan manufaktur beberapa negara Uni Eropa hari ini secara umum outlook intraday mata uang ini agak negatif.

    Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan pada market briefing menjelang sesi Eropa hari ini bahwa pada pergerakan intraday hari ini, Euro berpotensi merespon pengumuman lembaga riset ekonomi Markit yang dijadwalkan akan melaporkan Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI pada jam 15.00 (WIB).

    www.vibiznews.com
    (Indra Yudistira/IYD/vbn)
    " "
  2. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Euro Mix, Masih Diwarnai Outlook Negatif

    Euro Mix, Masih Diwarnai Outlook Negatif
    Kamis, 22 September 2011 12.31 WIB
    (Vibiznews – FX) – Pada perdagangan forex mendekati pembukaan sesi Eropa siang hari ini (22-09) , mata uang Euro terpantau bergerak mix terhadap mata uang utama lainnya.

    Terhadap Dollar AS dan Yen Jepang mata uang tersebut terpantau melemah, namun terpantau menguat terhadap Dollar Australia.

    Pada pair EUR/USD Euro bergerak melemah sekitar – 0.25%, pada cross rate EUR/JPY turun tipis – 0.07 % dan pada pair EUR/AUD menguat tipis sekitar + 0.09%.

    Menghadapi laporan sektor jasa dan manufaktur beberapa negara Uni Eropa hari ini secara umum outlook intraday mata uang ini agak negatif.

    Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan pada market briefing menjelang sesi Eropa hari ini bahwa pada pergerakan intraday hari ini, Euro berpotensi merespon pengumuman lembaga riset ekonomi Markit yang dijadwalkan akan melaporkan Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI pada jam 15.00 (WIB).

    untuk mengetahui tentang forex,index,commodity dll silakan gabung bersama kami di www.vibiznews.com
    (Indra Yudistira/IYD/vbn)
  3. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Euro Mix, Masih Diwarnai Outlook Negatif
    Kamis, 22 September 2011 12.31 WIB
    (Vibiznews – FX) – Pada perdagangan forex mendekati pembukaan sesi Eropa siang hari ini (22-09) , mata uang Euro terpantau bergerak mix terhadap mata uang utama lainnya.

    Terhadap Dollar AS dan Yen Jepang mata uang tersebut terpantau melemah, namun terpantau menguat terhadap Dollar Australia.

    Pada pair EUR/USD Euro bergerak melemah sekitar – 0.25%, pada cross rate EUR/JPY turun tipis – 0.07 % dan pada pair EUR/AUD menguat tipis sekitar + 0.09%.

    Menghadapi laporan sektor jasa dan manufaktur beberapa negara Uni Eropa hari ini secara umum outlook intraday mata uang ini agak negatif.

    Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan pada market briefing menjelang sesi Eropa hari ini bahwa pada pergerakan intraday hari ini, Euro berpotensi merespon pengumuman lembaga riset ekonomi Markit yang dijadwalkan akan melaporkan Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI pada jam 15.00 (WIB).


    (Indra Yudistira/IYD/vbn)

    utk bergabung klik www.vibiznews.com

    Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
  4. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Gandum Menurun, Ekspektasi Negatif Ekonomi AS

    Gandum Menurun, Ekspektasi Negatif Ekonomi AS
    Kamis, 22 September 2011 13:05 WIB
    (Vibiznews - Commodity) - Harga gandum untuk perdagangan siang hari ini (22/9) terpantau mengalami penurunan. Gandum kembali melemah setelah pada perdagangan hari ini diliputi oleh sentimen negatif mengenai buruknya ekspektasi perekonomian AS paska pernyataan Fed yang akan membeli obligasi pemerintah AS dalam jangka waktu dekat ini.

    Kebijakan tersebut justru memberikan kekhawatiran tersendiri mengingat kondisi keuangan negara sedang dihadapkan pada situasi yang sulit dengan tingginya tingkat hutang luar negeri dan juga defisit anggaran yang berlarut larut.

    Gandum berjangka untuk bulan Desember mengalami penurunan sebesar 1,2% menjadi 6,6675 dollar per bushel, level tersebut merupakan level terendah sejak 13 Juli lalu.

    Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan gandum diperkirakan akan bergerak terbatas untuk hari ini dimana investor masih akan melakukan aksi tunggu. Data laporan cuaca di AS bagian tengah juga akan menjadi faktor penentu bagi pergerakan gandum.

    (Joko Praytno/JP/vbn)
  5. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Nikkei Merosot, Betah di Teritori Negatif

    Nikkei Merosot, Betah di Teritori Negatif
    Kamis, 22 September 2011 13:52 WIB
    (Vibiznews - Indeks) - Bursa Jepang pada perdagangan hari ini (22/9) ditutup turun. Pelemahan pergerakan bursa Jepang dipengaruhi oleh suramnya perekonomian AS yang memberikan kekhawatiran terhadap sektor eksportir Jepang. Saham-saham eksportir Jepang pada hari ini kembali melemah setelah Fed menyatakan akan mengucurkan dana untuk membeli surat obligasi pemerintah AS.

    Indeks Nikkei melemah sebesar 2,2% menjadi 8552,02 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 166 poin menjadi 8490 basis poin dengan level support sebesar 8472 poin dan level resistant sebesar 8574 poin.

    Saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya ialah saham Toyota Motor melemah 1,64% menjadi 2628 yen, saham Sony Corp melemah 1,78% menjadi 1484 yen dan saham KDDI Corp melemah 0,795% menjadi 624000 yen.

    Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa Jepang diperkirakan akan mengalami pergerakan negatif lanjutan hingga esok hari. Minimnya sentimen positif dan juga melemahnya harga minyak menjadi faktor penentu.

    (Joko Praytno/JP/vbn)
  6. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Nikkei Merosot, Betah di Teritori Negatif

    Nikkei Merosot, Betah di Teritori Negatif
    Kamis, 22 September 2011 13:52 WIB
    (Vibiznews - Indeks) - Bursa Jepang pada perdagangan hari ini (22/9) ditutup turun. Pelemahan pergerakan bursa Jepang dipengaruhi oleh suramnya perekonomian AS yang memberikan kekhawatiran terhadap sektor eksportir Jepang. Saham-saham eksportir Jepang pada hari ini kembali melemah setelah Fed menyatakan akan mengucurkan dana untuk membeli surat obligasi pemerintah AS.

    Indeks Nikkei melemah sebesar 2,2% menjadi 8552,02 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 166 poin menjadi 8490 basis poin dengan level support sebesar 8472 poin dan level resistant sebesar 8574 poin.

    Saham-saham yang mengalami penurunan diantaranya ialah saham Toyota Motor melemah 1,64% menjadi 2628 yen, saham Sony Corp melemah 1,78% menjadi 1484 yen dan saham KDDI Corp melemah 0,795% menjadi 624000 yen.

    Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan bursa Jepang diperkirakan akan mengalami pergerakan negatif lanjutan hingga esok hari. Minimnya sentimen positif dan juga melemahnya harga minyak menjadi faktor penentu.

    www.vibiznews.com
    (Joko Praytno/JP/vbn)
  7. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Sterling Ditekan Estimasi Sektor Industri

    Sterling Ditekan Estimasi Sektor Industri
    Kamis, 22 September 2011 15.02 WIB
    (Vibiznews-FX) - Pada perdagangan pair GBP/JPY sesi Eropa siang hari ini (22-09) Poundsterling terpantau melemah terhadap Yen dan berada pada kisaran 118.43.

    Poundsterling semakin kurang diminati investor forex seiring dengan adanya ekspektasi menurunnya kinerja ekonomi di negara Inggris.

    Informasi terakhir mengenai indikator CBI Industrial Order Expectations yang dijadwalkan akan dirilis oleh Confederation of British Industry diperkirakan dapat menunjukkan adanya turunnya performa pada sektor industri.

    Indikator CBI Industrial Order Expectations diperkirakan akan menunjukkan penurunan performa dan diestimasi turun menjadi -5 dari nilai periode lalu yaitu 1. Hal tersebut direspon dini secara negatif oleh investor pada perdagangan forex.

    Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa Poundsterling pada pasangan mata uang GBP/JPY ini diperkirakan masih dapat menguat lebih lanjut, terutama sampai menjelang data diumumkan.


    (Indra Yudistira/IYD/vbn)
  8. RadenFX

    RadenFX Member

    Messages:
    840
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    nah kalo gini kan enak rapih om, lanjutken ..:cz17:
  9. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Aussie Bergerak Melemah Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

    Aussie Bergerak Melemah Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS
    Kamis, 22 September 2011 16.51 WIB
    (Vibiznews-FX) -Department of Labor pada hari ini (22-09) dijadwalkan akan mengumumkan perkembangan terkini sektor tenaga kerja di dalam perekonomian Amerika Serikat.

    Hasil jajak pendapat terhadap sejumlah ekonom menunjukkan adanya perkiraan bahwa indikator Unemployment Claims dapat mengalami peningkatan kinerja dan dapat turun menjadi 419K dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 428K .

    Sementara itu kurs bergulir AUD/USD terpantau berada pada kisaran 0.9931.

    Adanya kemungkinan yang menunjukkan peningkatan kinerja tersebut direspon dini dengan turunnya minat investor di pasar forex untuk memegang Dollar Australia yang merupakan rival Dollar AS , sehingga mata uang tersebut bergerak melemah pada pair AUD/USD .

    Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa masih terdapat potensi pergerakan lanjut melemahnya Dollar Australia pada pair ini, terutama sampai data dirilis secara aktual.

    (Indra Yudistira/IYD/vbn)

    untuk berita lebih lanjut tentang forex,index,commodity silakan klik :
    http://vibiznews.com/news/forex
  10. vibizinvestasi

    vibizinvestasi New Member

    Messages:
    474
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Harga Emas Melempem Imbas Anjloknya Harga Logam Lain

    Harga Emas Melempem Imbas Anjloknya Harga Logam Lain
    Jumat, 23 September 2011 07:20 WIB


    (Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi harga emas mengalami penurunan tajam (23/09). Harga emas anjlok setelah Fed menyatakan bahwa kondisi ekonomi AS masih menghadapi risiko perlambatan yang besar. Langkah Fed untuk meluncurkan stimulus lanjutan mengakibatkan dolar AS menguat signifikan.

    Selain menguatnya nilai tukar dolar, pelemahan harga emas juga didorong oleh data manufaktur China yang menunjukkan kontraksi untuk tiga bulan berturut-turut. Harga logam lain seperti tembaga anjlok tajam hingga mencapai posisi paling rendah dalam satu tahun belakangan. Paladium anjlok ke posisi terendah dalam 10 bulan.

    Harga emas berjangka untuk bulan Desember membukukan penurunan sebesar 66.4 dolar dan ditutup pada posisi 1741.70 dolar per troy ons. Sementara itu harga emas spot tampak mengalami penurunan sebesar 2.2% dan berakhir pada posisi 1741.59 dolar per troy ons.

    Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung masih mengikuti progress penyelesaian krisis keuangan di Eropa. Sementara itu faktor fundamental juga turut memegang peranan penting dalam menentukan arah pergerakan komoditas. Harga emas akan menemui level support – resistance pada kisaran 1750 - 1800 dolar.

    (Ika Akbarwati/IA/vbn)

Share This Page