" "

forexchief

Anda Bertanya Kami Menjawab [All About LSMA Sampai Tetek Bengeknya]

Discussion in 'Pengenalan Dasar Forex Trading' started by tandixo, Sep 28, 2012.

Share This Page

  1. tandixo

    tandixo Member

    Messages:
    225
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    18
    Hallo Coy...:smiley_beer:

    Tanpa Basah - basah, Melihat semakin banyaknya member di forum tercinta kita ini:113:, dan juga semakin banyak serta variatifnya thread2/postingan2 yang ada saat ini:18:.

    Maka dari itu Untuk Memudahkan/membantu ke-efektifan Newbie2 seperti saya ini:16: untuk belajar maupun untuk yg tua2:10: dalam memahami ataupun untuk mereview kembali terhadap pemahaman yang telah dimiliki Tercetuslah ide untuk mengclasifikasikan materi – materi yang di share oleh KG kedalam 1 thread.

    Jadi Thread ini ditujukan untuk memfocuskan membahas segala sesuatu / seluk beluk LSMA mulai dari apa itu LSMA, Garis Regression, Slope, Rule Entry, masalah yang sering dialami ketika menggunakan LSMA intinya segala sesuatu yang berhubungan dengan LSMA

    Sebenarnya sudah sangat amat banyak sekali materi yang membahas tentang LSMA sampai berbusa - busa, tetapi yang menjadi masalah adalah meteri tersebut letaknya tidak terpusat atau terpencar – pencar dari satu thread ke thread lainnya yang mungkin akan menjadi salah satu kendala kepada sebagaian besar member di forum tercinta kita ini ketika kita ingin mempelajari atau mendalami materi tentang LSMA.

    Belum lagi meteri tersebut sudah tercampur aduk dengan materi2 yang lainnya yg biasanya akan menjadi kendala/godaan buat newbie seperti saya ini dgn mudahnya terpancing untuk mempelajari ilmu/materi yang baru/lainnya ketika menemukannya padahal kita masih dalam proses mempelajari/memahami indi LSMA sehingga menyebabkan kita jarang untuk focus terhadap 1 materi terlebih dahulu sampai tuntas:nohope:.

    Dan juga seringnya mendengar atau membaca comment yang kurang lebih seperti ini :

    “om ajarin LSMA donk,,,please!!!!!
    “Tuh om di Forum materinya udah lengkap banyak pula, tinggal di baca”

    qqqq bayangkan aja seandainya kita berada di supermarket dan kita ingin membeli garam, tetapi di supermarket tersebut tidak ada petunjuk /denah tentang classifikasi barang2 yg dijual pasti waktu kita akan terbuang banyak.

    Jadi di thread ini, anda semua boleh bertanya, menjawab pertanyaan, sharing ataupun mengupload segala dokumentasi dari GGH Room yang membahas LSMA. Intinya semua tentang LSMA. Dengan tujuan ya seperti tadi yang di jelaskan di atas

    Dan Kedepannya diharapakan akan menyusul bahasan2 materi lainnya

    Sedikit mengulang penjelasan tentang LSMA
    LSMA adalah “Least Square Moving Average
    Masalah Buat Loh Tong??? :lol::lol:
    Sekian dan terima kasih…
    Salam GGH

    [​IMG]
    Last edited: Sep 30, 2012
    sitisarifah likes this.
    " "
  2. weechuck

    weechuck Member

    Messages:
    200
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    pertamax diamankaaaannnn
    :65:
  3. Jay-fx

    Jay-fx New Member

    Messages:
    14
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    ikutan juga...
    ini yg saya tunggu2....
    kapan bisa di mulai....:113:
  4. mendoanfx

    mendoanfx New Member

    Messages:
    22
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    huwahahahahaha ..... ane tunggu jg lanjutannya gan :113: :69:
  5. koy

    koy Member

    Messages:
    241
    Likes Received:
    12
    Trophy Points:
    18
    biar nggak ketinggalan updatenya, juga mumpung masih pejwan..
    oleh karena itu.... mejeng dulu ah. :16:
  6. indroe

    indroe Member

    Messages:
    84
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    ngeteh dulu ah,,, sruput
  7. waruwu1303

    waruwu1303 Member

    Messages:
    380
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    18
    Pertama-tama mungkin lebih baik merefreshing tentang basic yang pernah KG bagikan dulu di thread lama.

    Menentukan Arah Pergerakan Harga

    Saya anggap semua mulai mengerti bagaimana memahami kondisi pergerakan harga. Dengan format multi Time Frame pada chart kita dengan setup dimana setiap Time Frame mewakili pergerakan harga pada acuan tertentu, saya pikir apa yang saya ingin sampaikan mengenai pergerakan harga mulai terlihat dengan jelas. Sehingga saya pikir ini memungkinkan saya untuk melanjutkan pelajaran yang saya tunda-tunda karena saya merasa selama ini masih banyak yang belum paham mengenai pergerakan harga sehingga saya sedikit enggan dan gak mood buat ngelanjutinnya.

    Dengan format multi time frame ini saya yakin temen-temen sekarang juga bisa mengerti mengapa dulu saya menyampaikan bahwa pergerakan harga itu bergelombang, dan perlu temen-temen ketahui bahwa gelombang-gelombang harga itu terjadi dan terbentuk pada setiap periode waktu. Singkatnya periode gelombang yang terjadi itu tak terhingga periode waktunya, ada gelombang periode 1 detik, 5 detik, 1 jam, 4 jam, 8 jam, 1 hari, 2 hari, 1 minggu, 3 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun dsb. Tetapi walaupun periode gelombang yang terjadi ini tak terhingga jumlahnya, jenis gelombang harga yang terbentuk hanya ada dua, yaitu gelombang harga naik dan gelombang harga turun.

    Lalu kemudian di awal thread ini saya juga memperlihatkan bagaimana sudut pandang kita tentang gelombang harga yang terjadi pada harga bisa berbeda-beda, di mana hal ini tergantung pada periode acuan waktu yang kita gunakan untuk melihat gelombang harga tersebut. Ini juga menegaskan kenapa saya juga bilang bahwa keputusan kita untuk BUY atau SELL saat ini adalah BENAR asal kita tahu dimana menempatkan Stop Loss, yaitu di area di mana arah gelombang harga yang kita jadikan acuan untuk membuka posisi BUY atau SELL arah pergerakan gelombangnya akan berakhir.

    Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita mengetahui arah gelombang harga pada periode-periode acuan tersebut? Sebelum saya menjawab ini, saya ingin mengulang sedikit dan memperjelas mengenai pergerakan harga. Ada satu hal yang saya pegang erat-erat mengenai pergerakan harga, yaitu "Kita tidak pernah tahu kemana harga akan bergerak setelah saat ini". Kenapa? karena pergerakan harga yang terjadi saat ini tergantung sepenuhnya pada volume transaksi yang terjadi di Market yang dilakukan oleh Buyers dan Sellers. Ketika volume transaksi yang dilakukan Buyers saat ini lebih besar dari volume transaksi yang dilakukan Sellers saat ini, maka harga akan bergerak naik. Sebaliknya jika volume transaksi Sellers saat ini lebih besar dari volume transaksi Buyers saat ini maka harga akan bergerak turun. Begitulah pergerakan harga terjadi dan kenapa kita melihat setiap saat harga bergerak naik turun.

    Nah, ketika kita mencoba melihat arah pergerakan harga pada periode waktu tertentu, itu artinya adalah kita mencoba melihat kecenderungan arah pergerakan harga pada periode waktu tertentu yang merupakan akumulasi arah pergerakan harga yang terjadi setiap saat atau pada periode-periode waktu yang lebih kecilnya. Jelasnya begini, katakanlah kita mencoba melihat kecenderungan arah pergerakan harga periode atau acuan waktu harian. Artinya kita mencoba melihat kecenderungan arah pergerakan harga yang terjadi selama 24 jam terakhir dimana kecenderungan arah ini dilihat dari akumulasi arah pergerakan harga yang terjadi setiap saat selama 24 jam terakhir tersebut atau akumulasi arah dari pergerakan harga pada periode-periode yang lebih kecil dari periode 24 jam. Bicara soal kecenderungan arah gelombang harga pada periode waktu tertentu, maka kita akan bicara soal metoda atau cara bagaimana kita menentukan arah dari akumulasi arah pergerakan harga yang terjadi setiap saat pada periode waktu yang kita amati atau akumulasi arah dari gelombang-gelombang harga dengan periode yang lebih kecilnya.


    nanti kita lanjutkan.....

    KG

    lanjutan... Menentukan Arah Pergerakan Harga
    Mari kita lanjutkan...

    Sepanjang thread ini saya selalu mencontohkan bagaimana menganalisa dengan menggunakan Bollinger Bands yang kebetulan middle nya adalah SMA dan SMA-SMA dengan periode-periode kecil yang kita gunakan sebagai pengarah. Biar nyambung untuk pembahasan selanjutnya saya hanya akan menjabarkan apa-apa yang kita gunakan di thread ini. Pengembangannya nanti temen-temen bisa menggunakan metoda apa pun setelah memahami mengapa kita harus mengetahui logika dan dasar perhitungan dibalik metoda yang kita gunakan. Dan ini nantinya tidak terbatas hanya pada metoda-metoda untuk melihat kecenderungan arah tetapi juga harus kita terapkan pada metoda-metoda lainnya seperti metoda untuk mengukur batas-batas pergerakan harga, strength pergerakan harga dan lain sebagainya.

    Simple Moving Average atau disingkat SMA adalah metoda paling sederhana dalam statistik yang dapat digunakan untuk melihat kecenderungan arah pergerakan data bergerak pada periode yang kita amati. Yang dimaksud dengan data bergerak adalah istilah untuk sekumpulan data dimana selalu ada data baru yang masuk setiap satuan waktu tertentu, jadi setiap saat selalu ada data baru yang muncul lah. Contohnya nilai tukar mata uang pada forex ini lah. Nah, sekarang kita lihat SMA aja deh... karena ini yg kita gunakan selama ini. Gimana sih dasar perhitungan SMA yang kita gunakan ini? Di halaman awal dan ditengah-tengah thread ini saya sudah jelaskan sebetulnya... tapi karena banyak permintaan dan pembelajaran ini sifatnya gratis maka saya "harus" mengulangnya lah.. berbeda kalo pembelajaran ini dibayar pemberi materi tidak wajib mengulang-ngulang pembahasannya hehehehehehehe..

    SMA itu perhitungannya sederhana yaitu dengan menjumlah seluruh data yang diamati lalu membaginya dengan banyaknya data yang diamati itu sendiri. Misalnya begini, katakan kita ingin mengetahui nilai rata-rata dari harga selama 24 jam terakhir dan data harga yang kita pakai adalah nilai close nya. Lalu misalnya kita menggunakan data pada Time Frame M15, maka untuk 24 jam terakhir berarti kita akan menjumlahkan 96 data close terakhir lalu membaginya dengan 96 untuk mendapat nilai harga rata-rata selama 24 jam terakhir. Kebayang kan ? coba lihat gambar di bawah ini:

    [​IMG]
    image hosting sites

    Apa yang bisa kita simpulkan dari gambar dan uraian singkat di atas tentang SMA? Pertama jelas nilai rata-rata atau dimana letak garis SMA pada candle terakhir adalah nilai rata-rata yang dihitung dari sejumlah periode data terakhir. Nilai ini penting sekali karena itu menunjukkan batas dimana rata-rata dari sejumlah data yang kita amati berada. Nilai rata-rata seperti batas keseimbangan data yang kita amati, artinya jika data baru saja melewati batas ini maka kita dapat menduga bahwa kecenderungan arah pergerakan harga akan berubah.

    Kedua, kemiringan yang dibuat garis SMA menunjukan perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata sebanyak periode terakhir yg digunakan. Dengan melihat kemiringan garis SMA ini kita bisa memperoleh informasi tentang perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata yang terjadi di setiap candle. Jika kemiringannya dalam beberapa candle kita lihat cenderung datar berarti kita bisa menyimpulkan bahwa harga bergerak dalam ritme yang konstan sepanjang periode terakhir yang digunakan pada SMA sehingga pergerakan yg terjadi ini tidak mampu merubah banyak nilai rata-rata nya. Tetapi jika kita melihat kemiringan garis SMA ini pada beberapa candle kita lihat tajam (gak datar lah) maka kita dapat menyimpulkan bahwa pergerakan yang terjadi cukup significant sehingga mampu merubah nilai rata-rata pada setiap candle. Kira-kira begitulah gambarannya.. tolong dicermati, dipahami sehingga temen-temen paham apa itu SMA. untuk MA-MA yang lain cara memahaminya sama.. yaitu temen-temen ngerti dulu dasar perhitungannya sehingga temen-temen bisa mengambil informasi-informasi yang diberikan MA-MA tersebut secara maksimal.

    Nanti kita lanjutkan...

    KG

    Lanjutan... Menentukan Arah Pergerakan Harga
    Mari kita lanjutkan...

    MA seringkali dicerca oleh orang-orang yang mengaku dirinya traders sebagai indicator yang sangat lambat. Makian, protes dan anjuran untuk tidak menggunakan MA sebagai tools untuk menganalisa bisa anda temukan diseluruh forum, contohnya kalimat seperti ini lah "MA itu adalah indicator yang sangat lagging, keputusan untuk membuka posisi akan sangat terlambat jika menggunakan MA sebagai indicator. Jika anda tidak percaya cobalah lihat di chart anda. Pasanglah MA apa pun maka anda dapat melihat bahwa banyak sekali anda temukan keadaan dimana harga sudah bergerak tetapi MA masih menunjukan kondisi sebaliknya" kira-kira seperti itulah kalimatnya. Sepintas tulisan seperti itu terlihat sangat meyakinkan ditambah ketika kita memeriksa chart keadaannya memang seperti itu. Dan yang lebih celakanya banyak trader pemula yang membaca keterangan-keterangan mereka ini dan mempercayainya begitu saja tanpa berpikir. Issue ini terus berkembang, gak usah jauh-jauh di forum kita ini bisa kita baca komentar-komentar seperti itu. Sekarang dengan pemahaman yang sudah saya bagikan ditulisan yang lalu, apa pendapat anda tentang traders yang mengatakan hal seperti itu atau hal-hal yang senada lah dengan itu ? Saya yakin jawaban temen-temen sama dengan saya yaitu "orang ini tidak mengerti apa-apa tentang apa yang dibicarakannya, pemahaman dan pengetahuannya dangkal tetapi berlagak seperti mengetahui dan memahami apa yang dibicarakannya". Jika kita mengerti dan paham tentang MA kita tidak akan pernah menyebutkan bahwa MA indicator yang sangat lambat karena kita tahu bagaimana cara kerja MA ini. Jadi jika kita melakukannya sama halnya seperti kita bilang seperti ini lah "Jika anda ingin ke jakarta dengan cepat, jangan pernah menggunakan beca untuk pergi ke Jakarta dari kota Bandung karena anda akan tiba di Jakarta 5 hari kemudian". Informasinya bener, tetapi anda bisa melihat betapa konyol nya orang yang bilang itu kan? hehehehehehe paham kan maksud saya...

    Seperti telah saya sampaikan sebelumnya perubahan yang terjadi pada MA tergantung pada besar kecilnya nilai data baru yang masuk, jika nilai data yang baru ini besar dan mampu merubah nilai rata-rata sebelumnya secara significant maka kita dapat melihat perubahan yang berarti pada garis MA. Semakin besar periode atau jumlah data yang dihitung rata-ratanya maka kita akan melihat bahwa perubahan yang terjadi pada garis MA (atau nilai rata-ratanya) cenderung tidak begitu terlihat ketika data baru masuk. Contoh nyatanya cobalah perhatikan SMA 480 di Time Frame H1 yang kita gunakan untuk melihat nilai rata-rata bulanan. Buka saja chart H1 dan pasang SMA 480 maka kita bisa melihat bagaimana harga berubah secara drastis bahkan dalam range ratusan pips tetapi kita bisa melihat bagaimana kemiringan SMA 480 ini pun tidak berubah sama sekali, sekalipun data-data tersebut bergerak melewati garis SMA 480. Ketika kita melihat ini, maka dengan pemahaman tentang MA kita mengerti bahwa perubahan yang kita lihat mencolok pada pergerakan harga (bahkan seringkali terjadi puluhan candles) belum mampu merubah kecenderungan nilai rata-rata SMA 480 (MA bulanan) yang kita gunakan. Pemahaman seperti inilah yang seharusnya kita gunakan ketika menggunakan MA sebagi tools analisa yang kita gunakan.

    Nah, semakin kecil periode atau jumlah data yang kita gunakan untuk menghitung nilai rata-rata nya maka perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata nya cenderung lebih cepat kita lihat perubahannya. Buat contoh, coba pasang SMA 8 di chart H1 anda untuk melihat rata-rata harga selama 8 jam terakhir. Jika kita bandingkan dengan SMA 480 tadi maka kita dapat melihat bagaimana perubahan kemiringan SMA 8 ini lebih cepat dibandingkan dengan SMA 480. Dengan pengertian yang sudah kita pahami tentang MA maka kita mengerti mengapa ini terjadi. Dan dengan membandingkan reaksi dari kedua SMA ini atas pergerakan harga yang terjadi, seperti yang telah saya bagikan sebelumnya kita bisa mendapatkan informasi tentang pergerakan harga yang dapat kita gunakan untuk menganalisa.

    Nanti kita lanjutkan.....

    KG
    Last edited: Sep 29, 2012
    sitisarifah likes this.
  8. tandixo

    tandixo Member

    Messages:
    225
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    18
    Ciluubbbb
    baaaa
    [​IMG]
  9. waruwu1303

    waruwu1303 Member

    Messages:
    380
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    18
    Lanjutan... Menentukan Arah Pergerakan Harga
    Mari kita lanjutkan...

    Dengan memahami dasar perhitungan dan logika dibelakang SMA maka ketika kita menggunakannya untuk membantu melihat arah pergerakan harga, kita tahu bagaimana memanfaatkan atau menyiasati penggunaan SMA tersebut untuk membantu analisa yang akan kita lakukan. Secara sederhana kita bisa menyimpulkan bahwa posisi harga terhadap SMA dan kemiringan SMA yang kita gunakan memberikan informasi-informasi yang dapat kita gunakan sebagai bahan analisa. Kemiringan SMA yang kita gunakan menggambarkan kecenderungan perubahan yang terjadi pada nilai rata-rata nya dari candle ke candle berikutnya, jika kemiringannya cenderung keatas maka kita tahu nilai rata-ratanya meningkat atau naik dan jika kemiringannya cenderung kebawah kita tahu nilai rata-ratanya melemah atau turun. Lalu jika kemiringan SMA yang kita gunakan cenderung datar maka kita tahu nilai rata-ratanya cenderung konstan.

    Kemudian kita juga memahami sekarang bahwa SMA itu menghitung rata-rata, dimana kemudian kita menggunakannya untuk melihat kecenderungan pergerakan harga yang terjadi. Informasi kecenderungan pergerakan harga yang kita lihat melalui SMA tidak serta merta menggambarkan pergerakan harga yang terjadi dari waktu ke waktu atau candle per candle lah pada chart di mana kita menggunakan SMA tersebut. Pergerakan harga yang terjadi pada candle per candle seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya sepenuhnya tergantung volume transaksi yang terjadi pada rentang waktu candle tersebut, tetapi SMA membantu kita untuk melihat kecenderungan pergerakan harga yang terjadi.

    Nah... jika anda perhatikan dengan jeli maka Bolingger Bands yang middle, upper dan lower nya kita gunakan di seluruh thread ini sebagai batas-batas dinamis sudah kita manfaatkan untuk mengatasi atau mendeteksi perubahan yang akan terjadi pada SMA yang kita gunakan (kebetulan middle BB adalah SMA) sebelum SMA itu sendiri berubah kemiringannya. Posisi harga terhadap bands (upper/lower) SD +/- 1 yang kita gunakan untuk melihat kondisi pergerakan harga yang terjadi berdasarkan konsep standard deviasi, sebetulnya membantu kita untuk memprediksi pergerakan harga yang akan terjadi, dan saya yakin temen-temen semua sudah paham ini. Lalu bentuk bands yang mengerucut (menguncup) dan mengembang juga kita gunakan untuk membantu kita membaca kondisi pergerakan harga yang terjadi. Yang perlu saya garis bawahi adalah bagaimana kita bisa menggunakan informasi-informasi itu untuk membantu analisa kita adalah dikarenakan pemahaman kita tentang SMA dan Standard Deviasi. Pemahaman seperti inilah yang menyebabkan kita mampu memanfaatkan secara maksimal apa yang kita gunakan agar dapat membantu kita secara maksimal. Hal seperti inilah yang saya harapkan temen-temen miliki.

    Nanti kita lanjutkan.. shalat jum'at dulu

    KG

    Lanjutan... Menentukan Arah Pergerakan Harga
    Mari kita lanjutkan lagi..

    Dengan menggunakan SMA dan BB sepanjang thread ini kita mencoba membuat sebuah analisa. Keterbatasan SMA dalam memberikan kita informasi tentang arah pergerakan harga tidak mematikan akal kita untuk memanfaatkan informasi yang diberikan konsep Standard Deviasi untuk membantu kita mengatasi keterbatasan SMA dalam menunjukkan arah pergerakan harga. Penggunaan SMA dengan periode kecil untuk mendeteksi pergerakan harga dalam periode kecil juga kita gunakan untuk membantu melihat pergerakan harga secara lebih cepat. Dan hasilnya kita punya sebuah system analisa dengan tools sederhana yang memang sudah tersedia di setiap trading platform. Dengan tools sederhana ini kita bisa menghasilkan sebuah kesimpulan dan keputusan trading yang kita lakukan. Hasilnya saya pikir cukup fantastis dan membuat kita semua merasa lebih percaya diri dan yakin atas setiap keputusan yang kita buat.

    Nah, pertanyaan selanjutnya adalah adakah metoda terbaik untuk melihat kecenderungan arah pergerakan sekelompok data bergerak ? Saya tidak tahu metoda yang lain tetapi menurut pengetahuan yang saya miliki saat ini, metoda yang secara statistik dan matematis adalah metoda terbaik dalam mengukur kecenderungan arah pergerakan harga adalah metoda Regresi Linear Square. Mengapa? ini pertanyaan yang harus saya jabarkan dulu biar temen-temen melihat dasar pemikiran saya dalam menentukan metoda yg saya pilih untuk melihat kecenderungan arah pergerakan harga tersebut. Tools ini memang saya gunakan dan belum saya share di thread ini jadi sambil mengulang sedikit saya juga akan melanjutkan pelajaran ini dengan memperkenalkan tools baru selain SMA dan BB yang akan kita gunakan dalam analisa yg kita lakukan nanti.

    Agar temen temen terbiasa, saya bagikan dulu indicatornya. Indicator ini banyak diluaran sana dan saya suka menggunakan indicator ini karena formula didalamnya persis seperti formula regressi linear square yang saya inginkan. Pasang indicator ini di setup Multi Time Frame (4 TF atau 6 TF) yang kita gunakan dengan LSMAperiod nya set sesuai dengan periode BB yang kita gunakan di TF tersebut. Pembacaannya sama seperti kita membaca SMA yang saya jelaskan hanya ini terbantu ada perubahan warna untuk mendeteksi kemiringannya. Untuk memudahkan pemngamatan tolong di setiap TF hanya ada BB dengan 3 SD dan indicator LSMA nrp ini saja.. dan yang di M15 buang dulu semua SMA pengarahnya jadi di M15 sekarang hanya ada BB 32 dengan 3 SD dan LSMA nrp period 32.

    Silahkan amati dulu, nanti saya jelaskan perhitungan dan logika dibalik indicator ini secara detail...

    Nanti kita lanjutkan...

    KG

    lanjutan... Menentukan Arah Pergerakan Harga
    Mari kita lanjutkan....

    Saya tidak akan terlalu berteori memakai bahasa statistik, jadi biar memudahkan temen-temen memahaminya saya mencoba menerangkannya dengan bahasa yang mudah saja (maaf pada para ahli jika bahasa saya bahasa rakyat jelata dalam menjelaskannya dan bukan bahasa ilmiah atau bahasa orang sekolahan yang cenderung menyukai bahasa yang aneh dan rumit). Regressi Linear adalah sebuah metoda yang digunakan dalam statistik untuk menemukan hubungan terbaik dari sekelompok data yang di amati. Hubungan terbaik dari sekelompok data yang di amati ini ditentukan dengan mencari dan menghitung sebuah persamaan garis lurus, yang mana seluruh data dari sekelompok data yang kita amati ini nantinya akan berada pada posisi terdekat terbaiknya pada garis yang terbentuk tersebut. Jadi sederhananya begini, katakanlah kita mengamati 120 data terakhir di Time Frame H1 maka untuk mencari garis regressi terbaik dari 120 data ini artinya kita akan membuat sebuah garis dari data terakhir sampai data ke 120 dimana garis ini letaknya jelas akan berada diantara 120 data yang kita amati. Peletakan garis ini harus sedemikan rupa dilakukan sehingga ketika garis ini kita gambarkan, jarak setiap data yang kita amati ke garis lurus yang kita gambarkan nanti adalah jarak terdekat terbaik yang mampu kita gambarkan yang dapat mewakili seluruh data yang kita amati. Biar jelas coba amati gambar di bawah ini:
    [​IMG]
    image hosting sites

    Garis AB adalah garis regressi yang dihasilkan dari perhitungan regressi linear square, saya menggunakan "standard Deviations Channel" yang ada pada setiap MT4 untuk menggambarnya. Garis AB ini adalah garis lurus terbaik yang dihitung berdasarkan 120 data yang diamati dengan menggunakan persamaan regressi linear square, dimana jarak setiap data yang kita amati candle per candle berada pada jarak terdekat terbaiknya terhadap garis lurus yang terbentuk tersebut. Jarak terdekat disini maksudnya adalah jarak terdekat terbaik setiap data terhadap garis yang terbentuk, karena kemiringan garis ini kan bisa kemana aja tetapi dengan perhitungan regressi linear square maka kemiringan garis lurus yang terbentuk tersebutlah yang dicari sehingga menghasilkan kemiringan garis yang mampu mewakili defenisi yang kita maksud tadi. Sampai sini paham yah ? Nah, LSMA nrp yang kita gunakan ini memplot dimana posisi garis pada setiap data terakhir yang kita amati (lihat gambar). Jadi informasi yang diberikan LSMA nrp hampir sama dengan SMA yang sudah kita omongin sebelumnya hanya berbeda di logika perhitungan nya saja. Singkatnya posisi data terhadap LSMA nrp dan kemiringan LSMA nrp memberikan kita informasi berdasarkan konsep perhitungan regressi tadi.

    Sambil melihat pemahaman temen-temen...Nanti kita lanjutkan..

    KG

    Lanjutan... Menentukan Arah Pergerakan Harga
    Mari kita lanjutkan....

    Jika temen-temen perhatikan ujung garis LSMA nrp pada gambar di pelajaran sebelumnya tepat terletak di ujung garis AB, yaitu pada titik B. Nah, garis LSMA nrp ini seperti sudah saya sampaikan sebelumnya adalah garis yang dibentuk dari ujung garis regresi sesuai periode data yang diamati. Jadi kalo kita lihat pada gambar lagi... ujung garis LSMA nrp pada candle terakhir adalah juga tempat dimana ujung garis regresi dari 120 candle terakhir. Dan jika kita lihat posisi garis LSMA nrp pada candle kedua terakhir maka kita tahu diharga itulah ujung garis regresi sebelumnya berada sebelum candle terakhir terbentuk. Paham yah sampai sini ?

    Perhatikan kembali gambar tadi (sengaja saya gak posting disini, biar anda bolak balik untuk lihat gambarnya hehehehehe). Garis regresi warna putih kita lihat kemiringannya kebawah yang berarti bahwa secara garis regresi disimpulkan kecenderungan 120 data terakhir masih down lah. Tetapi jika kita lihat garis LSMA nrp maka kemiringannya kita lihat menaik, ini artinya bahwa nilai regresi atau ujung garis regresi di candle terakhir lebih tinggi dari nilai regresi atau ujung garis regresi yang terjadi di candle sebelumnya. Dan jika kita lihat di gambar yg saya contohkan, garis LSMA nrp berwarna biru sudah terjadi beberapa candle. Jadi ketika garis LSMA nrp berubah warna itu mengindikasikan bahwa kemiringan garis regresi sudutnya mulai mengalami perubahan, walaupun pada contoh tersebut secara garis regresi (garis putih) kecenderungannya masih down. Nah, kecepatan LSMA nrp dalam mendeteksi perubahan yang terjadi pada pergerakan harga inilah yang informasinya kita gunakan untuk memperkuat analisa yang kita lakukan sebelumnya dengan hanya menggunakan BB dan MA.

    Lalu mengapa ditulisan sebelumnya saya menyebut Linear Regression Line adalah metoda terbaik yang saya yakini untuk menunjukkan arah pergerakan harga? Pertama tadi kita sudah membandingkan bagaimana LSMA nrp mendeteksi perubahan yang terjadi pada pergerakan harga lebih dini dibandingkan dengan garis regresi (pada gambar garis warna putih). Nah, jika anda bandingkan dengan SMA maka anda juga akan melihat LSMA nrp ini mendeteksi perubahan pada pergerakan dengan banyak data yang sama (periode SMA dan NLMA nrp menggunakan periode yg sama) lebih dini. Itu secara fakta kalo kita bandingkan dengan metoda metoda untuk melihat arah pergerakan harga lah.. tetapi jika kita pahami secara teoritis dasar perhitungan Linear Regression Line ini (LSMA nrp) maka kita sebenarnya sudah tahu bahwa metodanya jauh lebih baik dibanding MA.

    Dalam analisa BB & MA ini informasi yang diberikan oleh LSMA nrp hanyalah sebagai informasi tambahan, informasi penguat atau informasi pembantu setelah analisa BB dan MA kita lakukan. Tolong diingat ini... jadi jangan pernah fokus anda jadi berpindah ke perubahan warna LSMA nrp yang terkesan simple sehingga anda melupakan analisa BB dan MA.

    Dan buat yang baru bergabung dan kebetulan langsung baca ini.. JANGAN PERNAH BERHARAP ANDA AKAN MENEMUKAN INSTRUKSI SEDERHANA seperti kalo keadaan ini begini dan itu begitu maka kita BUY atau SELL di thread ini. Untuk yang sudah baca dari awal saya yakin anda ingat peringatan saya ini. Disini saya membantu anda agar dapat menganalisa chart dengan menggunakan beberapa tools sederhana sebelum anda mengambil keputusan Buy atau Sell..

    Semoga membantu

    KG

    Attached Files:

    Last edited: Sep 30, 2012
  10. waruwu1303

    waruwu1303 Member

    Messages:
    380
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    18
    My Little Secret about Trending & Sideway

    Apa sih yang paling penting untuk kita ketahui saat kita mengamati pergerakan harga dengan menggunakan Trading System apa pun? Ini pertanyaan sederhana dengan jawaban bejibun banyaknya. Tetapi buat saya yang terpenting saat mengamati pergerakan harga adalah kita mengetahui terlebih dahulu Kondisi pergerakan harga yang terjadi saat ini. Kondisi sekarang. Kondisi saat kita melihat chart. Kondisi pergerakan harga terakhir.

    Kondisi pergerakan harga yang bagaimana? Kondisi yang saya maksudkan adalah kondisi pergerakan harga yang terjadi saat ini itu berada dalam keadaan TRENDING atau SIDEWAY. Semua trader saya yakin memiliki pemahaman yang sama mengenai dua istilah ini dan sepakat bahwa kondisi Trending atau Sideway sangat penting untuk kita ketahui saat menganalisa pergerakan harga. Hanya tidak semua trader memiliki batasan atau defenisi yang baku dan terukur mengenai kondisi ini. Kebanyakan yang saya ketahui sifatnya sangat subjective, beda orang yg membacanya beda juga kondisi yang dibacanya, jadi sangat tergantung sama si tradernya. So, kita butuh sebuah batasan atau defenisi yang baku agar tiap kepala sama bacanya dan tidak tergantung persepsi si trader yg menganalisa. Jadi tidak akan ada lagi istilah "Dalam pandangan saya masih Trending keadaannya" sementara trader yang lain bilang "Oh saya melihatnya masih Sideway" ketika melihat sebuah pergerakan harga yang sama. Kalo kita mau berpikir sebetulnya dari ungkapan-ungkapan yg sering kita dengar seperti itu harusnya kita berpikir bahwa ada yang salah dalam pendefenisian istilah Trending dan Sideway yg sering digunakan.

    Nah, sebelum kita masuk ke defenisi. Trending ama Sideway itu apa sih? Trending itu bila kita gunakan pengertian yang umum maksudnya adalah pergerakan harga bergerak dalam satu arah tertentu dengan kecenderungan yang sangat mudah dilihat arah pergerakannya secara visual. Lalu Sideway itu adalah pergerakan harga dimana kecenderungan arah pergerakannya tidak menentu sehingga sulit diidentifikasi kemana arah pergerakannya, dan pergerakan harga yang terjadi biasanya bergerak dalam range tertentu. Mungkin begini lah defenisi yang umum di luaran sana. Defenisi ini mungkin terlihat cukup jelas, tapi kalo diaplikasikan ternyata tiap orang bisa berbeda beda persepsinya, apalagi jika diaplikasikan pada Time Frame yang berbeda maka semakin membingungkan.

    So, penyeragaman sangat perlu dilakukan untuk mendapatkan sebuah defenisi yang valid dan terukur sehingga semua pengguna memiliki pemahaman yang sama ketika menggunakan istilah untuk kondisi-kondisi tersebut. Untuk kepentingan inilah maka saya mendefenisikan ulang istilah "Trending" dan "Sideway" ini yang berlaku diseluruh konsep yang sudah saya bagikan selama ini.

    Trending saya defenisikan sebagai "sebuah kondisi dimana harga bergerak menjauhi titik acuan atau titik pengamatan". Dalam definisi tersebut harga dan acuan adalah dua hal yang akan kita jadikan object utama dalam menentukan kondisi sebuah pergerakan harga. Acuan atau titik pengamatan adalah sebuah harga yang kita tentukan sebagai dasar dalam menentukan pergerakan harga yang sedang terjadi. Jadi ketika harga yang kita amati bergerak menjauhi titik acuan maka kita mendefinisikan bahwa pergerakan harga tersebut sedang berada dalam keadaan Trending. Kondisi Trending ini ada dua dalam pergerakan harga yang kita amati, yaitu kondisi Trending Down dan kondisi Trending Up. Kondisi Trending Up adalah kondisi dimana harga bergerak menjauhi titik acuan dimana harga yang terbentuk lebih besar nilainya dari nilai harga di titik acuan. Sebaliknya kondisi Trending Down adalah kondisi dimana harga bergerak menjauhi titik acuan dimana harga yang terbentuk nilainya lebih kecil dari nilai harga di titik acuan.

    Sedangkan Sideway saya defenisikan sebagai "sebuah kondisi dimana harga bergerak menuju titik acuan atau titik pengamatan". Jadi ketika harga berada diatas acuan lalu kemudian harga bergerak turun menuju ke arah titik acuan maka kita menyebut kondisi pergerakan harga ini sebagai kondisi Sideway. Dan juga ketika harga berada dibawah acuan lalu kemudian harga bergerak naik menuju ke arah titik acuan maka kondisi pergerakan harga ini juga kita sebut sebagai kondisi Sideway. Kedua defenisi ini saya pikir sangat jelas dan memudahkan kita dalam penerapannya saat mengamati pergerakan harga. Bagi seluruh pembaca yang sudah membaca seluruh konsep yang pernah saya bagikan pasti paham bahwa kuncinya kembali ada di acuan atau titik pengamatan.

    Sekarang mari kita kembangkan defenisi ini dalam KGBS TS. Apa yang akan kita jadikan acuan untuk membuat defenisi kondisi-kondisi tadi terbaca sesuai dengan defenisi tadi? Sangat mudah, di KGBS TS kita menggunakan dua acuan dinamis yang menghitung dua parameter yang berbeda yaitu LSMA dan KG BS Balance. Dimana LSMA kita gunakan sebagai tools untuk membantu kita menunjukkan kecenderungan arah pergerakan harga dan BS balance kita gunakan untuk mengukur BS Strength atau kekuatan buyer dan Seller pada acuan waktu tertentu. Nah, dalam KGBS TS ini kita akan mendefenisikan Kondisi pergerakan Harga dengan melihat posisi harga terhadap dua acuan tadi. Sekali lagi posisi harga. Sekali lagi deh.. posisi harga terhadap LSMA dan BS Balance. Posisi atau letak harga terhadap LSMA dan BS balance (Sorry saya ulang karena saya tahu banyak orang jenius yg baca dengan kecepatan baca yg tinggi sehingga makna sebenarnya suka gak ketangkep).

    Jadi jika posisi harga berada di atas atau di bawah LSMA dan BS Balance maka kondisi posisi harga ini kita sebut berada dalam Kondisi Trending. Sebaliknya jika posisi harga berada diantara LSMA dan BS Balance maka kondisi posisi harga ini kita sebut berada dalam Kondisi Sideway. Jadi dua tools yg kita gunakan dalam KGBS TS yaitu LSMA dan BS Balance juga kita manfaatkan untuk membantu kita mendefenisikan kondisi pergerakan harga yang terjadi. Apa sih manfaatnya pembacaan kondisi ini? yang pasti kemampuan kita mengetahui kondisi ini dengan cepat juga akan mempercepat proses analisa dan membantu kita untuk mengambil keputusan yang tepat nantinya. So, penting banget kan kalo demikian? heheheheheehe

    Nah, dari dua kondisi tadi yaitu Trending dan Sideway dalam penerapannya dua kondisi tersebut kita kembangkan lagi atau kita pecah lagi menjadi beberapa kondisi dengan tujuan untuk memperjelas dan memudahkankan kita memahami kondisi yang terjadi pada pergerakan harga. Secara umum saya membagi Kondisi ini dalam Empat (4) Kondisi utama yaitu:

    1. Kondisi Trending Up
    2. Kondisi Trending Down
    3. Kondisi Sideway Retrace
    4. Kondisi Sideway Continuation

    Trending Up (TU), adalah kondisi dimana posisi harga berada diatas LSMA dan BS Balance. Jadi jika posisi harga lebih tinggi nilainya dari LSMA dan BS Balance maka kita mendefenisikan kondisi harga tersebut berada dalam kondisi Trending Up. Pada kondisi TU ini artinya kecenderungan harga untuk bergerak naik sangat kuat.

    Trending Down (TD), adalah kondisi dimana harga berada di bawah LSMA dan BS Balance. Jadi jika posisi harga lebih rendah nilainya dari LSMA dan BS balance maka kita mendefenisikan kondisi harga tersebut berada dalam kondisi Trending Down. Pada kondisi TD ini artinya kecenderungan harga untuk bergerak turun sangat kuat.

    Sideway Retrace (SR), adalah kondisi dimana harga berada diantara LSMA dan BS Balance dengan arah LSMA berlawanan dengan BS Balance Strength. BS Balance Strength yang saya maksudkan adalah pemenang atau pelaku pasar yang menguasai pergerakan harga (Buyer atau Seller) di acuan tersebut. Jadi jika Buyer yang menguasai market itu identik dengan Up dan jika Seller yang menguasai market itu identik dengan Down. Kondisi SR ini mengindikasikan pada kita bahwa sedang terjadi proses perubahan kecenderungan arah pergerakan harga, yaitu dimana harga bergerak masuk diantara LSMA dan BS Balance dari sebelumnya yang berada diluar LSMA dan BS balance yang diikuti dengan berubahnya arah LSMA sehingga arahnya menjadi berlawanan dengan BS Balance Strength.

    Sideway Continuation (SC), adalah kondisi dimana harga berada diantara LSMA dan BS Balance dengan arah LSMA searah dengan BS Balance strength. Jadi jika harga sebelumnya berada dalam kondisi Trending (baik TU atau TD) lalu kemudian harga bergerak dan berada diantara LSMA Balance tetapi arah LSMA masih tetap searah dengan kondisi Trending sebelumnya maka kita menyebut posisi harga tersebut berada dalam kondisi Sideway Continuation. SC adalah kondisi transisi sebetulnya yaitu kondisi yang seringkali terjadi ketika akan terjadinya perubahan arah pergerakan harga. Kondisi ini terjadi sebetulnya mengindikasikan bahwa tengah terjadi usaha perlawanan dari pelaku market terhadap perubahan kondisi Trending sebelumnya. Kondisi SC adalah kondisi yang sangat berbahaya dan sering menjebak banyak trader atau kondisi dimana seringkali banyak trader merasa stress ketika melakukan Entry di kondisi ini.

    lanjutan...

    Nah, ke empat (4) kondisi ini harus kita hafalkan dan pahami dengan baik agar kita dapat membaca kondisi pergerakan harga yg terjadi dengan cepat di KGBS TS. Ini sangat penting, karena informasi Kondisi ini akan membantu kita untuk menganalisa dengan cepat dan membuat keputusan dengan cepat juga. Mengapa bisa cepat? hehehehe kan ini KGBS Trading System artinya rulesnya sudah baku atau standard. Kok bisa standard? Lha kan ini udah trading System. Nah, pendefenisian kondisi tadi lah sebetulnya yang membuat kita di KGBS TS mampu membuat sebuah rules standard untuk Entry dan Exit.

    Lalu bagaimana Rules nya ? Saya tidak akan menjabarkan rulesnya secara detail karena saya ingin temen-temen membuatnya dan mensharingkannya disini, di thread ini. Hanya patokan utama sekarang sudah lebih jelas lagi yaitu kita berpegang pada kondisi pergerakan harga yang terjadi. Entry dan Exit rules terbaik tetap diawal perubahan kondisi yang terjadi, mengapa? ini ingat deh Manifesto kita, so indikasi perubahan ibarat warning buat kita kan? hehehehehehehehe

    Rules yang harus temen-temen kembangkan adalah --> Buat rules atau aturan untuk Entry Buy atau Sell di setiap kondisi dan please post di thread ini. Gunakan pemahaman kita mengenai Hukum rata-rata, Standard deviasi etc untuk membuat rules ini. Sedangkan untuk Exitnya ada dua, pertama kita bisa Exit saat perubahan kondisi terjadi atau kita menentukannya berdasarkan analisa.

    Demikian dari saya semoga membantu anda semua.

    KG

    GAGASAN dan IDE REKAN-REKAN TRADER TENTANG KONDISI DAN RULE ENTRY

    Triennale
    Mencoba berbagi, mohon koreksinya.


    [​IMG]

    Code:
    
    SOP Warning entry dan Exit untuk 4 macam Kondisi
    
    [B]1. TU[/B]
    entry : 
    Posisi data harga masih berada diatas LSMA dan telah menembus BS Balance acuan dari bawah ke atas dan tidak menembus balik BS Balance,
    dikuatkan dengan cross antara LSMA dan BS Balance acuan.
    
    exit :
    Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya
    
    
    [B]2. TD[/B]
    entry:
    Posisi data harga masih berada dibawah LSMA dan telah menembus BS Balance acuan dari atas ke bawah dan tidak menembus balik BS Balance,
    dikuatkan dengan cross antara LSMA dan BS Balance acuan.
    
    exit :
    Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya
    
    
    [B]3. SC[/B]
    entry:
    Range posisi data harga masih lebar - BS Balance dan LSMA = (harga tidak menembus BS Balance)
    Data harga telah menembus Upper / Lower BS Balance dan memantul balik,
    dikuatkan dengan Range antara LSMA dengan Upper / Lower BS Balance yang masih lebar dan posisi LSMA berada diluar Upper/ Lower BS Balance acuan.
    
    exit :
    Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya
    
    
    [B]4. SR[/B]
    entry :
    Range posisi data harga masih kecil - BS Balance dan LSMA = (harga menembus BS Balance)
    Data harga telah menembus Upper / Lower BS Balance dan memantul balik,
    dikuatkan dengan Range antara LSMA dengan Upper / Lower BS Balance yang masih kecil dan posisi LSMA berada di dalam Upper / Lower BS Balance acuan.
    
    exit :
    Bila menemukan kondisi entry seperti di 3 kondisi yang lainnya
    
    
    Trims.
    ................. :ngacir:

    REVIWAN
    Ikutan sharing ah...

    [​IMG]

    Rules :
    Buy, saat harga berada pada posisi Sideway Retrace (SR) UP
    Exit, saat harga berada pada posisi Sideway Retrace (SR) DOWN

    SELL, saat harga berada pada posisi SR Down
    Exit, saat harga berada pada posisi SR UP

    WAIT, saat menghadapi kondisi dan saat harga pada posisi Sideway Continuation UP atau Down

    mohon koreksinya ya, jika ada yang salah.
    Last edited: Sep 30, 2012

Share This Page