" "

forexchief

Ekspor dan Impor Meningkat, Indikasi Pertumbuhan Ekonomi Jepang

Discussion in 'Analisa Fundamental' started by ForexSignal88, Apr 20, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 20/04/2017 – Ekspor Jepang naik pada kecepatan 12 persen pada bulan Maret, lebih cepat dari perkiraan, sementara impor melonjak hampir 16 persen dari tahun sebelumnya, demikian yang dipaparkan pemerintah Jepang pada Kamis pagi.

    Para ekonom melihat data tersebut mengindikasikan permintaan luar negeri yang relatif kuat yang dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi No. 3 di dunia pada kuartal ini.

    Di saat permintaan domestik tetap tidak bersemangat, ekspor telah mengangkat produksi industri dalam beberapa bulan terakhir. Jepang membukukan surplus perdagangan pertamanya dalam enam tahun pada 2016 berkat rebound ekspor di akhir tahun, meskipun ketidakpastian mengenai kebijakan AS di bawah Presiden AS Donald Trump dan pemulihan ekonomi China terus berlanjut.
    [​IMG]
    Nilai ekspor sebesar 7,23 triliun yen ($66 miliar) dan 6,61 triliun yen ($60 miliar) dalam impor menghasilkan surplus perdagangan sebesar 614,7 miliar yen ($5,6 miliar), turun 17,5 persen dari tahun sebelumnya.

    Meningkatnya permintaan dari China membantu mendorong ekspor Jeang naik 16,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,3 triliun yen ($11 miliar). Namun kenaikan tersebut terbantu oleh liburan Tahun Baru Imlek, yang waktunya dalam kalender Masehi bervariasi dari tahun ke tahun.

    Ekspor ke AS tercatat naik 3,5 persen menjadi 1,35 triliun yen ($12 miliar), sementara impor melonjak 16,3 persen menjadi 725 miliar yen ($6,7 miliar), menyebabkan surplus 628,1 miliar yen ($5,8 miliar).

    Meskipun Presiden AS Donald Trump mengeluh mengenai surplus perdagangan tahunan Jepang, kedua pihak mengabaikan ketegangan mengenai isu-isu tersebut selama kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence di awal pekan ini.

    Untuk memenuhi sumber daya yang langka, Jepang bergantung pada impor minyak dan gas yang kebanyakan dari Timur Tengah, untuk menerangi kota-kotanya dan memberi daya pada pabriknya.

    Harga minyak yang lebih tinggi mendorong impor dari negara-negara Timur Tengah lebih dari 45 persen, termasuk kenaikan impor sebesar 75 persen dari Arab Saudi.

    Marcel Thieliant dari Capital Economics melihat bahwa sebenarnya kenaikan hargalah yang menyumbang porsi besar pada kenaikan impor Jepang yakni sebesar 12,5 persen dan harga ekspor hanya naik 3,7 persen, sedangkan volume ekspor naik 6,6 persen.

    Ekspor kendaraan Jepang naik 4 persen, sementara ekspor mesin listrik naik 11 persen. Ekspor mesin lainnya melonjak sebesar 14 persen.

    Namun data-data tersebut tidak berpengaruh banyak pada pergerakan nilai tukar yen. Terhadap dolar AS, hingga siang ini yen justru menunjukkan pelemahan tipis dengan USDJPY naik dari 108,80 ke 109,05.

    Sumber berita: ForexSignal88, Associated Press

    Sumber gambar: Finance Feeds
    " "

Share This Page

nordfx