fbs

forexchief

Dolar AS Flat Menjelang Long Weekend di AS

Discussion in 'Diskusi Forex' started by ForexSignal88, Feb 17, 2017.

Share This Page

  1. ForexSignal88

    ForexSignal88 Member

    Messages:
    273
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    ForexSignal88.com l Jakarta, 17/02/2017 – Dolar AS mendatar terhadap rival-rival utamanya seperti euro dan yen pada perdagangan yang sideways ataurangebound hingga Jumat siang saat berita ini dihimpun tim FS88 Research Division.

    Dolar AS tetap dibayangi oleh tekanan jual dan juga terbebani oleh penyesuaian posisi menjelang akhir pekan panjang selama tiga hari di AS. Pada hari Senin, 20 Februari 2017, pasar AS akan libur untuk President’s Day.
    [​IMG]
    Greenback berpindah tangan pada 113,41 terhadap yen, dibandingkan dengan 113,25 pada Kamis malam di New York. Euro berada di 1,0670, dibandingkan dengan 1,0672 pada akhir Kamis.

    Euro menguat terhadap yen ke 121,03 di tengah hari ini dari 120,88 pada Kamis malam. Namun terhadap pound sterling, euro sedikit melemah karena arus koreksi, turun dari 0,8551 di sesi Kamis ke 0,8530 hari ini.

    WSJ Dollar Index, yang mengukur kinerja dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, mendatar di 90,80.

    Dolar AS berada dalam tekanan karena penyesuaian posisi menjelang libur akhir pekan akhir pekan selama tiga hari di AS sehingga mengirim mata uang ini bergerak lebih rendah ke 113,06 terhadap yen pada awal perdagangan pagi di Asia. Sempat terlihat dip buying di sesi AS yang akhirnya membebani Nikkei Stock Average yang turun 0,5% pada akhir perdagangan.

    “Dolar tampak sulit untuk membalikkan arah sehingga mendorong investor untuk menyesuaikan posisi beli dolar mereka,” kata Minori Uchida, kepala riset pasar global di Bank Mitsubishi UFJ Tokyo.

    “Bukanlah sebuah kejutan melihat dolar mencapai 115 di awal pekan ini, setelah komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga bisa terjadi di bulan Maret,” lanjut Uchida.

    Uchida juga menjelaskan bahwa pada akhirnya dolar gagal untuk terus bergerak naik dan ini menjadi indikasi bahwa mata uang AS telah berada di posisi yang cukup tinggi.

    Setelah rilis data inflasi AS pada hari Rabu,“Saya bisa berasumsi para hedge fund makro tampaknya berhadapan dengan ketidakjelasan untuk mengkalkukasi kenaikan suku bunga FOMC pada bulan Maret,” kata kepala FX strategist Nomura Securities Yunosuke Ikeda dalam sebuah catatan pagi.

    Masih menurut Ikeda, tidak ada petunjuk perdagangan (data atau agenda ekonomi/politik) spesifik sampai Donald Trump berbicara di hadapan Kongres yang kemungkinan dijadwalkan pada 28 Februari dan data pekerjaan AS pada tanggal 3 Maret.

    Sumber berita: ForexSignal88, MarketWatch

Share This Page