fibogroup
justfx
fbs

[diskusi] Mental | Psikologis | mindset | dalam trading

Discussion in 'Mental Dan Psikologi Forex' started by admin, Nov 24, 2010.

  1. admin

    admin the Oprekator Staff Member

    Joined:
    Dec 9, 2009
    Messages:
    1,307
    Likes Received:
    121
    Pernah ga rekan-rekan merasa seperti ini ;

    Rasanya sudah bisa melihat peluang yang ada dalam market, bahkan sudah serasa dalam genggaman tangan namun tetap belum bisa memanfaatkannya .

    Selalu berlangganan dengan (hard to say) margin call, padahal rasanya sudah siap untuk selalu withdraw .

    Rasanya selaluu ada halangan dalam mendapatkan profit,entah apa
    ..

    dan hal-hal lain yang rasanya bikin kita geregetan dan gemas bahkan sampe kesel,sedih dan emosi yg hasil akhirnya berupa result trading yang tidak maksimal , dengan kata lain ; loss . Sepertinya keadaan sejenis dengan ini banyak terjadi dan seolah menjadi penyakit umum dikalangan trader (saia banget :nohope: ) , terlepas dari kemampuan analisa rekan-rekan yg biasanya sudah lebih dari cukup.

    the question is, why? :gatau:

    Di thread ini mari kita gali dan pecahkan bersama hal-hal yg berkaitan dengan ini , Silahkan rekan-rekan semuanya berbagi dan menuliskan pengalaman dan pengetahuannya baik berupa permasalahan ataupun jalan keluar .. source dari manapun, pengalaman pribadi, atau apapun baik hasil copy paste atau bukan ..


    knowing is not enought, we must apply.
    willing is not enought, we must do.
    uray andriadi likes this.
  2. admin

    admin the Oprekator Staff Member

    Joined:
    Dec 9, 2009
    Messages:
    1,307
    Likes Received:
    121













    parkir lapak dulu bwt ntar :salut:

  3. h3ndry

    h3ndry New Member

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    110
    Likes Received:
    0
    lapak bagus nie om mimin...
    sepertinya hal berikut sangat berpengaruh ;

    - kesabaran dan,

    - SIPLIDIN
    - SIPIDLIN
    - NISIDPIL
    - PILSIDIN
    - DISELIPIN
    - DISIPLIN....arrrrg susah amat sih!!!! :cz29:
    Last edited: Nov 25, 2010
  4. DaSimplify

    DaSimplify Member

    Joined:
    Dec 17, 2009
    Messages:
    887
    Likes Received:
    19
    dari yang saya alami adalah kedisiplinan om...
    kedisiplinan waktu dalam bertrading sangat penting, itu akan buat stamina dan pikiran saya jadi lebih terjaga.

    kedisiplinan menjalani SOP yg uda saya definisikan... ini yg byk kita lupa. kebanyakan trader tidak menjalani SOP bahkan tidak mempunyai SOP yang jelas.

    kedisiplinan dalam kesabaran. hehe.... sabar itu harus disiplin...qqq.... kita jangan punya pikiran kejar setoran harian. kita harus dengan tenang dan sabar menunggu peluang... pergerakan yang masuk dalam kondisi SOP yg telah kita buat. Yang sering bikin kita gagal kan krn kita tidak sabar dalam menanti peluang.

    dari pengalaman saya yg sampe skr masi bergelut dalam disiplin dan konsistensi...hehe...
    sebaiknya kita sebagai trader pemula belajar dan hanya buka sedikit PAIR aja... kalo saya pribadi kmrn2 hanya buka PAIR GU aja... itu saya rasakan sangat baik dalam mempelajari karakteristik pergerakan GU dan yang pasti melatih kesabaran saya :D

    hehe... mungkin itu aja dl sharing dari saya.
    kita harus menata pola pikir kita serapi dan sejelas mungkin.
    kita memang butuh waktu untuk menata ulang pola pikiran kita, meluangkan waktu khusus hanya untuk itu :)

    semoga bermanfaat :D

    salam GGH!
  5. Dragon_Ball

    Dragon_Ball New Member

    Joined:
    May 2, 2010
    Messages:
    53
    Likes Received:
    1
    ini ane bangat om, psikologis emang berperan bangat, pengalaman siyh banyak, tapi blom bisa mengatasinya
    rasanya analisa dah yaqkiin bin komplit bin manteb siap tempur deyh pokoknya qqq..., g tau kenapa dah di depan harga klo udah g bergerak searah di tahan berjam2, tapi klo dah ijo closenya cepet bgt zzzzz...:cz29: jadi gregetan n lemez bangat,, muka pucet, perut mual pala cenut2, klo ada orang d sebelah liat kita dah kyk mayat idup kali ya qqqq..:terpuruk::cz38:
    uray andriadi likes this.
  6. reviwan

    reviwan Member

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    276
    Likes Received:
    5
    Nimbung perkara mindset

    Nah... Kalau copy paste boleh... Saya copas aja deh dari tulisan 'seseorang' yang saya pikir perlu juga untuk jadi bahan pembelajaran bersama... Terutama perkara mindset kita dalam belajar Konsep Analisa KG.

    Copasan I.

    Statement KG :
    "Sikapi setiap posisi yg akan dan sudah dibuka sebagai bisnis, bukan sebagai sesuatu untuk membuktikan bahwa analisa kita benar...!!!"

    Tafsir :

    Dalam fase pembelajaran konsep analisa KG, maka pertama kali kita memang harus menguasai kemampuan dalam menganalisa sehingga kita bisa berfikir dan bertindak sebagai manajer yang mampu membaca situasi yang terjadi (membaca chart) dan bisa mengantisipasi keputusan apa yang harus kita buat (entry dan exit yang tepat).

    Setelah kemampuan menganalisa kita kuasai maka sebagai manajer kita harus mampu bertindak dan berfikir sebagai seorang pebisnis yang akan selalu masuk (entry), mengambil keuntungan pada saat potensi keuntungan itu jelas di depan mata. Dan segera keluar (exit) pada saat terlihat potensi keuntungan itu mengecil.

    Pada Forex market, karena kita bisa bertindak sebagai buyers maupun sellers maka potensi keuntungan itu akan selalu ada di setiap saat dan pada banyak kesempatan di setiap nilai tukar mata uang yang diperdagangkan. Jika potensi keuntungan itu bisa kita manfaatkan dan kita ambil, kemudian itu kita lakukan berulang-ulang, maka akumulasi dari keuntungan itu akan bisa melebihi nilainya jika dibandingkan dengan kita menahan posisi dalam jangka waktu yang lama walaupun posisi itu tepat dan sesuai dengan analisa yang kita lakukan... Tapi, untuk bisa mengetahui potensi keuntungan itu, tentu saja kita harus memiliki kemampuan analisa selayaknya manajer terlebih dahulu....hehehe...
    Last edited: Nov 25, 2010
  7. reviwan

    reviwan Member

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    276
    Likes Received:
    5
    Copasan II.


    Memang sepanjang pengetahuan saya dari mengobrol dengan beberapa teman, kecenderungan kebanyakan dari kita (termasuk saya.. hehehe...) saat masuk ke dalam bisnis forex ini pertama kali yang dicari adalah Trading system atau indikator-indikatornya. Itu kita lakukan dengan harapan kita bisa mendapatkan jalan pintas menuju 'keberhasilan'. Padahal tidak ada perbedaan antara jalan forex dengan jalan kehidupan yang lain. Semua memerlukan proses pembelajaran... proses kesabaran... dan proses pematangan.. hingga nantinya kita, dengan ijin Allah, akan mendapatkan keberhasilan.

    Dalam proses pembelajaran jika kita ingin menggunakan konsep analisa KG ada beberapa tahapan yang harus dilewati...
    - memahami konsep dasar pemikiran KG tentang forex market
    - memahami konsep dasar Trading Systemnya
    - dan memiliki keyakinan pada cara bekerja indikator yang digunakan.

    Ketiga hal itu mudah diucapkan atau dituliskan, tapi bagi banyak diantara kita (kgers) sering mengabaikannya. Inilah yang cenderung membuat kita berulangkali mengalami fase naik atau turun dalam melakukan aktifitas trading. Ada kalanya trading kita bagus, ada kalanya jeblok banget. Tidak konsisten. Atau malah banyak juga yang belajar malah pusing atau malah gagal karena nggak nyantol-nyantol juga apa yang mau disampaikan... Walhasil, Trading System atau Indikator deh yang disalahkan... hehehe...

    Beberapa waktu ini ada contoh-contoh kasus yang menarik, yang dialami oleh beberapa teman. Rata-rata mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang TS-TS KG. Tapi, sampai saat ini sulit sekali mencapai tahap konsistensi. Setelah didiskusikan, ternyata seringkali banyak diantara kita tidak bisa menyelaraskan antara kerja otak (analisa), hati (keyakinan) dan tangan (keputusan).

    Misalkan :
    berdasarkan pengetahuan yang dimiliki otak mengatakan buy. Tapi hati merasa ragu-ragu. Akhirnya bengong. Lalu saaat melihat harga sudah bergerak jauh, merasa ketinggalan langsung ambil keputusan buy. Ngga tahunya harga turun dulu. Panik, kefloating minus... akhirnya cut loss... Eh, baru saja di cut loss.. harga naik lagi... Akhirnya jadi kesel.. be te... malah jadi semakin kacau tradingnya.. hehehe...

    Nah, kenapa kasus semacam itu seringkali terjadi? Karena kita tidak yakin pada analisa kita. Tidak yakin pada analisa berarti kita tidak yakin pada cara bekerjanya Tools. Tidak yakin pada cara bekerjanya tools karena kita tidak paham pada konsep Trading System yang kita gunakan. Tidak paham pada Trading system yang digunakan karena kita tidak punya pondasi yang kuat terhadap konsep dasar yang melatar belakangi pemikiran munculnya Trading System tersebut.

    Begitulah kira-kira illustrasinya, mengapa memulai sesuatu dari sebuah pijakan atau konsep dasar menjadi penting bagi kita jika ingin menggunakan konsep analisa KG sebagai Trading System kita. Dan saya percaya untuk mencapai tujuan yang kita inginkan memerlukan sebuah proses yang berkelanjutan.
  8. reviwan

    reviwan Member

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    276
    Likes Received:
    5
    Copsan III

    Statement Kang_Gun:
    perbedaan saya dengan bro ketika mempelajari forex adalah hanya di niat awal. Niat awal saya sama sekali BUKAN PROFIT ORIENTED tapi bagaimana SAYA BISA MEMAHAMI PERGERAKAN HARGA

    Permasalahan :
    naaaa itu dia... saya rasa kesulitan memahami mungkin karena itu.. mindset profit oriented..
    kayaknya kok susah banget melepaskan diri dari mindset untuk mengejar profit ini...
    apa mungkin karena diawal-awal sering kena MC?? dan ada niat untuk BEP secepatnya...
    padahal saya udah berusaha mengikhlaskan MC-MC yg pernah saya alami..

    boleh gak di share.. gimana kita menghapus 'profit oriented' itu didalam otak kita..?


    Tafsir :

    Sederhana saja..

    Saya berpikir bahwa saya adalah manusia, makhluk yang diciptakan sempurna oelh Allah dibandingkan makhluk-makhluk lainnya...
    Saat saya mengalami kegalauan dan kegundahan hati karena ketidak konsistenan dalam melakukan aktifitas trading, saya pun segera mencari tahu kesalahan saya...

    alhamdulillah, ternyata saya bisa menemukannya. Rupanya selama ini saya berfikir profit oriented saja tanpa saya pernah tahu bagaimana caranya saya bisa mendapatkan itu... Itu yang membuat fokus fikiran saya terpecah. Sulit untuk menentukan Entry atau Exit. Malah terkadang panik melihat pergerakan harga yang berubah-ubah, tidak menentu. Udah profit... lihat harga turun dulu... karena takut rugi, akhirnya cut profit. Tapi, begitu di cut profit, eh.. malah naik dia... Akhirnya OP lagi... Bukannya profit sesuai harapan saya, eh... malah floating minus.. Kembali kesel dan bete... What's wrong with me..??? Begitu deh umpatan saya sama diri sendiri...

    Kenapa sih bisa terjadi..? Karena saya hanya berfikir profit semata... Saya tidak mau tahu bagaimana caranya saya mendapatkan profit itu. Artinya saya ngga paham apa yang saya lakukan. Saya ngga paham karena saya ngga mau belajar. Saya hanya berfikir, bagaimana saya bisa mendapatkan keinginan saya saja dengan menciptakan harapan demi harapan.

    Sebagai makhluk Allah yang sempurna, di saat saya menyadari kekurangan saya maka saya nggak mau seperti keledai yang suka terjatuh pada lubang yang sama.
    Maka otak saya pun berfikir, bagaimana kalau saya balik saja pemikiran saya...
    Saya fokus BELAJAR saja dulu...
    Jika proses pembelajaran saya sudah benar dan terlampaui, bukankah nanti saya akan menjadi MAHIR dalam melakukan aktifitas trading.
    Jika saya sudah mahir, bukankah nanti Profit akan datang dengan sendirinya sebagai efek dari kegiatan belajar yang saya lakukan selama ini....

    Oke deh kalau begitu... kata hati saya mengiyakan...

    Nah, ketika pikiran dan hati saya sudah kompak, hanya satu kata yang perlu saya ucapkan; Bismillahirrahmannirahim...
    Setelah itu, saya pun berusaha menjalankan saja tekad dan niat saya ini.
    uray andriadi likes this.
  9. HarieFx

    HarieFx Member

    Joined:
    Mar 22, 2010
    Messages:
    857
    Likes Received:
    4
    Fase-fase inilah yg sedang sy alami,bulan kemarin profit 100% dan bulan ini hancuorrrrr...:cz30:
    Thanks pakde atas copasan2nya,sangat membantu sekali :cz06:
  10. Krosli

    Krosli Member

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    487
    Likes Received:
    8
    Bagaimana aku mahu jadi Trader sukses.

    (Apa yang saya tulis, copy paste dan apa-apa ini khas utk diri saya sebagai terus berwaspada. Untuk teman-teman jadikan ia pengajaran.)

    Ayat tajuk di atas adalah yg pertama kita perlu setkan di mindset.

    - kita tahu kebanyakan mengatakan 95% traders gagal.
    kenapa dia gagal.....Bro Raviwan telah menjelaskan bagaimana fokus mindset KG itu. kerana kita di sebaliknya mindset KG.

    Bagaimana kita nak capai yg 5% itu.
    5 Level Seorang Trader

    Trader Level 1

    Level 1 Unconscious Incompetence

    Kamu begitu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karana kamu mendengar bahawa pendapatan seorang trader boleh mengalahkan pendapatan seorang pengarah BNM. Tambahan pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali ganda, lalu apa susahnya?.

    Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 pip sampai 200pip per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan instint, kamu boleh membuat profit.

    Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang berjaya hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang boleh tahan??.

    Kamu sama sekali tidak menyedari bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tetap mengira kamu boleh trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

    Kamu tetap mengira bahawa kamu adalah orang yang special, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang complete, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

    90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya ghairah, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
    Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. Sebagian lagi akan tetap bercakap seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

    Hanya masalah waktu, sampai bila mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
    90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sedar dan pindah ke level 2.


    Trader Level 2

    Level 2 Conscious Incompetence

    Di level ini kamu sedar bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu penyelesaiannya, kamu sedar bahawa selama di level 1 fikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak mampu berpikir secara positif.

    Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktikkan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang dahagakan air minum.

    Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

    Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

    Kamu akan mencoba meneka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

    Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling sesuai dengan kepribadian kamu.

    Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3



    Trader Level 3

    Level 3 The EUREKA Moment

    Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyedari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu mampu mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

    Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

    Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

    Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

    Kamu mulai trading jika kamu tahu percent untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah risiko bisnes yang ada dalam dunia trading.

    Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat percent profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

    Kamu secara seketika menyedari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting iaitu konsisten pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

    Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasihat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

    Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahawa kamu tidak mempu meramalkan pergerakan market, karana memang tak seorang pun mampu.

    Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.


    Trader Level 4

    Level 4 Conscious Competence

    Ok, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
    Kamu cut loss sama seperti take profit. kerana kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah risiko bisnes iaitu max 2% dari account kamu.

    Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

    Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

    level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

    Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.


    Trader Level 5

    Level 5 Unconscious Competence

    Sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara konsisten, kamu telah menguasai semuanya, kamu mampu Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

    Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

    Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, kerana kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
    Kamu akan memberikan dorongan bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

    Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel lima bintag, dan menjadi penghuni tetap disana.

    Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

    Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

    Sekarang kamu dengan bangganya berkata "SAYA SEORANG TRADER

Share This Page

justforex